Wujudkan Kinerja Tim yang Terukur

Posted on Updated on

Pada tahun 1996 oleh David P Norton dan Robert Kaplan memperkenalkan Balanced Scorecard (BSC) . BSC merupakan pengembangan dari riset “Pengukuran kinerja dalam organisasi masa depan.” BSC terdiri dari dua kata yaitu balanced (berimbang) dan scorecard (kartu skor), perlu adanya keseimbangan antara keuangan dan non keuangan.

Dari riset tersebut disimpulkan bahwa untuk mengukur kinerja masa depan, diperlukan pengukuran yang menyeluruh mencakup 4 aspek yaitu : keuangan, konsumen, proses bisnis dan pembelajaran atau pertumbuhan.

Balanced Scorecard bisa sebagai dashboard kinerja tim. Membiasakan mempresentasi dan mengukur tim, akan membantu tim berjalan sesuai dengan jalurnya. Bagaimanapun skill presentasi adalah keahlian basic yang harus dimiliki seorang leader untuk memastikan apakah tim masih pada jalur semestinya atau tidak ?

Sekarang, apakah tim Anda masih sesuai ekspektasi yang diharapkan atau tidak. Penting bagi Anda yang memiliki tim bisnis atau organisasi, bila ingin kinerja tim Anda terukur dan makin melaju. Perbaiki cara presentasi Anda.

Dengan berlatih presentasi yang powerful bersama Akademi Trainer dalam acara

“ONEDAY WORKSHOP INFLUENCE YOUR AUDIENCE”

Menyajikan Presentasi Yang Powerful dan Berdampak.

Balikpapan, 20 Januari 2019

Dipandu oleh :
Ners Anwar dan M. Dzulfikirullah

Segera daftarkan tim Anda sekarang dengan klik tautan ini: https://s.id/2-UH3 untuk mendapatkan harga promo terbaik.

Menghadapi Kenyataan

Posted on Updated on

Selamat pagi, teman-teman. Semoga hari Minggu ini menyenangkan buat semuanya. Sebelum beraktifitas jangan lupa sarapan. Biar kuat menghadapi kenyataan.

Ini dapat salam dari para guru tamvan di SMK Tunas Bangsa Tawangsari. Ini adalah gambar kami saat mengadakan #family gathering di Pulau Bali beberapa hari yang lalu.

Kami tidak lupa sarapan sebelum mengunjungi objek-objek wisata yang super indah. Dan tentunya selalu bikin baper. Baper kenapa?

Banyak pengunjung yang datang bersama keluarga lengkap. Ada papa, mama, dan anaknya. Lha, kita bersama teman-teman. Jadi ingat sama istri dan anak di rumah.

Tapi, nggak masalah. Ini adalah cara Allah SWT untuk mempererat partner kerja agar bisa kompak untuk meraih cita-cita perusahaan.

Buat keluarga piknik after this.

Nah, buat yang belum bisa piknik jangan galau. Tidak bisa piknik itu juga anugerah tersendiri dari-Nya. Kok, anugerah?

Iya.

Kamu bisa membersamai keluarga all time in holiday. Dan buat teman-teman yang muslim bisa menikmati sholat tepat waktu dan berjama’ah di masjid.

Sudah dulu, ya. Selalu bersyukur dan bersabar serta sarapan agar makin kuat menghadapi kenyataan. 😁

Celengan Superman

Posted on

Celengan Superman ini adalah hadiah yang diperoleh anak saya, Galang, saat mengikuti malam tirakatan HUT Kemerdekaan RI bulan Agustus 2018. Sejak saat itu, dia berkomitmen untuk menabung. Saya dan istri mengiyakan saja. Ini bisa melatih dia untuk berhemat.

Setiap uang saku yang didapat dari pakde, bude, dan simbahnya dia masukkan ke dalam celengan tersebut.

Hari Sabtu pekan lalu, Galang minta ijin ke kami untuk membuka celengan itu. Dia berniat untuk membeli sepatu futsal dari uang di celengan. Dia punya keinginan itu karena wali kelasnya memintanya ikut tim futsal mewakili kelas 4A.

Kami memenuhi permintaannya dan tentu mamanya menyemangatinya dengan niatan akan menambah kalau tabungannya di celengan masih kurang.

Saya buka celengan dan melihat isinya. Saya kaget, “Lang, kok seratus ribuannya cuma 1 lembar? Lima puluh ribuannya mana?”

Isinya banyak yang recehan dan beberapa lembar 5.000 an dan 10.000 an.

Mamanya mendengar komentar saya langsung mendekat ke kami yang sedang mengecek uang yang berhasil dikeluarkan dari celengan. Mamanya tidak percaya. Karena seingatnya, pakde, bude, dan simbahnya pernah memberinya beberapa lembar 50.000 an.

Mamanya meminta penjelasan Galang.

Galang menjawab, “Uangnya sudah kumasukkan ke celengan, kok. Aku nggak tahu. Pokoknya sudah kumasukkan.”

Saya tidak percaya begitu saja. Begitupun mamanya.

Sambil merapikan uang, mamanya teringat beberapa waktu yang lalu komentar ibunya Dana. Dana itu teman sekelas Galang. Ibunya Dana bercerita sama mamanya kalau Galang sering traktir Dana dan teman-temannya dan pernah ngasih uang 10.000 ke Dana.

Kemudian, beberapa hari yang lalu, saya, istri, dan Galang melawati sebuah warung makan. Kemudian, saya membaca tulisan papan namanya. Dan menawari istri dan Galang makan di sana kapan-kapan.

Istri setuju dan Galang menyahut, “Aku sudah pernah ke sana sama teman-teman.”

Mamanya kaget. Lalu, dia bertanya, “Kapan Galang ke situ?”

“Pas hari Jum’at sebelum ekstra Pramuka.” Galang menjawab sambil senyam-senyum.

“Sama siapa?”, mamanya tanya penasaran.

Dengan polosnya Galang menjelaskan, “Sama teman-teman.”

Saya ikut bertanya, “Ke situ jalan kaki?”

“Enggak. Pinjam sepeda kakak kelas.” Galang menjelaskan.

“Terus bayarnya bagaimana? Iuran?” Mamanya mencoba mengulik.

“Aku yang bayarin. Terus uangnya kurang. Terus ditambahin temanku.” Galang menceritakan.

Kemarin, saat mengambil raport, mamanya Galang bertemu mamanya Syahrul.

Mamanya Syahrul bercerita kalau Galang sering traktir Syahrul dan teman-temannya dan pernah kasih uang.

Terjawab sudah apa yang terjadi dengan celengan Superman Galang.

Jadi, selama ini uang saku dari pakde, bude, dan simbah tidak dimasukkan ke celengan. Tapi, dibawa ke sekolah untuk traktir dan dikasihkan ke teman-temannya.

Dari pengalaman di keluarga kecil saya ini, bisa dijadikan pelajaran buat ayah dan bunda yang punya anak kecil untuk tetap memantau dan membimbing semua niat baiknya.

Suka menabung dan berderma dimiliki oleh anak. Siapa yang tidak suka?

Kita sebagai orang tua harus mengawasi dan membimbing agar anak minta ijin dulu walaupun menggunakan miliknya (uang) sendiri.

Teknologi dan Guru

Posted on

Hadirnya teknologi adalah sebuah keniscayaan di abad 21 ini. Cepat, tepat, dan otomatis adalah ciri-ciri kemajuan teknologi. Banyak yang suka dengan hal itu. Termasuk dunia pendidikan. Karena dengan teknologi pembelajaran akan lebih menarik.

Pembelajaran di masa kini tidak dapat terlepas dari teknologi yang terus berkembang. Hadirnya berbagai teknologi yang dapat digunakan oleh guru sebagai media pembelajaran diharapkan mampu menjadi pemompa semangat guru berkreasi menyajikan ilmu kepada para siswa. Dan siswa menjadi lebih semangat untuk menuntut ilmu.

Namun, kemampuan guru menggunakan teknologi untuk pembelajaran belum sepenuhnya dikuasai. Dalam hal ini guru dituntut untuk senantiasa belajar. Tidak mudah puas dengan satu ilmu dikuasai. Guru selalu menambah ilmu di luar kompetensi/bidang nya, seperti teknologi.

Di lain sisi, ada kekhawatiran kalau teknologi yang tumbuh begitu cepat akan menggantikan peran guru. Hal ini tidak perlu ditakutkan karena guru masih dibutuhkan untuk membimbing siswa dalam belajar dan menanamkan nilai-nilai karakter.

Sehingga, guru memiliki tuntutan untuk menjaga profesinya dengan baik, profesional, dalam melaksanakan tugasnya di masanya dengan sebaik-baiknya. Karena saat ini adalah masanya, era digital, guru dituntut untuk menguasai teknologi saat ini.

Selamat Hari Guru Nasional 2018. Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21.

Mari selalu belajar dan mengajar.

Artikel ini ditulis pada Hari Guru Nasional 2018

Mau Belajar Bisnis Online GRATIS Dari Para Ahlinya

Posted on

Bayangkan, kalau bisnis yang baru digeluti bisa melonjak omzetnya berkali lipat.
Pasti akan lebih bermanfaat bagi banyak orang dan pasti hidupnya lebih sejahtera.

Ribuan Pasukan Reseller Mas hermas sudah membuktikan betapa bermanfaatnya Ilmu Bisnis Online yang disampaikan mas hermas..

Ah masa sih?
Emang gimana caranya?

Akademi UKM bersama Dreamfest dan Boombastis.com
akan memberikan tips-tips memulai dan menjalankan bisnis online dengan praktikal yang sangat mudah diaplikasikan.

Jangankan anak muda Jaman Now, Emak-emak Gaptek pun bisa melakukannya
Bersama Hermas Puspito dan para praktisi bisnis online lainnya, Kami mengajak Anda untuk bisa bersaing di era industri 4.0

Dalam Gebyar Wirausaha Online di Auditorium BPPT Jakarta Pusat. Sabtu, 8 Desember 2018.

GRATIS

Format pendaftaran
GWO#NAMA#EMAIL

P.S
– Segera daftarkan diri anda ke Admin Akademi UKM wa.me/6281360813856

Kami Memperingati #HariSumpahPemuda

Posted on

Memperingati Hari Sumpah Pemuda pada hari ini tanggal 28 Oktober 2018, siswa-siswi SMK Tunas Bangsa Tawangsari mengikuti Upacara Bendera di halaman Kantor Kecamatan Tawangsari.

Beberapa siswa SMK Tunas Bangsa Tawangsari yang menjadi petugas upacara mengenakan pakaian adat dari beberapa daerah di Indonesia.

Mengenakan pakaian adat yang berbeda-beda sebagai wujud persatuan di antara kebhinekaan yang ada di Indonesia.

Tampak siswa-siswi yang menjadi peserta mengikuti upacara bendera dengan penuh khidmat.

Dengan menyelenggarakan upacara bendera pada Hari Sumpah Pemuda tahun ini semoga bisa mengingatkan pemuda untuk senantiasa bersatu membangun Indonesia.

Ada Apa dengan Tugas Sekolah?

Posted on

PERTANYAAN:
Kenapa tugas sekolahnya tidak dikerjakan?
JAWAB:
1. Tugas terlalu sulit untuk dikerjakan.
2. Banyak tugas yang menumpuk bersamaan jadwal aktifitas yang lain.
3. Rasa malas yang sudah datang.
4. Tidak bisa mengelola waktu dengan benar.
5. Kurangnya motivasi.
Menyikapi hal di atas, sebagai guru harus pintar-pintar memberikan tugas sebagai alat ukur perkembangan siswa yang tepat. Tugas yang diberikan dengan mempertimbangkan kaidah penilaian yang baku. Seperti memperhatikan prosentase tingkat kesulitan, sesuai dengan kompetensi dasar yang sedang dibahas, dan ada hubungannya dengan kehidupan sehari-hari siswa kita.
Selain itu, guru tidak hanya mengajar bidang keahliannya saja, tapi juga motivasi pribadi. Bidang keahlian atau mata pelajaran yang diampu oleh seorang harus disampaikan sesuai dengan porsinya. Dan guru juga harus menyelipkan nilai-nilai karakter agar dimiliki anak, seperti tanggung jawab, disiplon, relijius, gotong royong, dan sebagainya.

Sebagai orang tua, perlu ada pendampingan anak untuk senang belajar. Memang tidak mudah, tapi perlu diusahakan dengan tidak mudah menyerah. Menanyakan ke anak apakah ada tugas dari sekolah, memeriksa buku anak agar bisa memantau perkembangan anak di sekolah, memberikan fasilitas kepada anak agar senang belajar, dan usaha lainnya yang bisa memberikan dampak positif bagi anak.

Sebagai siswa sendiri, dia harus pintar-pintar menyiasati agar semua tugas terselesaikan dengan cara-cara yang benar. Bisa dilakukan dengan belajar kelompok dengan teman yang kemampuannya di atas kita, membagi waktu dengan baik antara waktu ibadah, belajar, bermain, berolahraga, dan hobi, serta memotivasi diri dengan mengikuti kegiatan kerohanian.

Semoga bermanfaat. Tugas sekolahnya dapat terselesaikan semuanya dengan baik.