Married to Mr Park

Posted on

Married to Mr Park adalah buku cetakan Penerbit Reneluv. Buku yang ditulis oleh Yeny Kristina memiliki 412 halaman, berukuran 14 x 20 cm, dan ber-ISBN 978-602-1201-84-8

Married to Mr Park ini menceritakan tentang Emma Rose, gadis yang baru saja lulus SMA, harus menghadapi kenyataan pahit saat ibunya divonis terkena leukemia. Di usia yang masih muda ia harus menikah dengan laki-laki asing hanya untuk mendapatkan warisan dari sang ayah agar ibunya bisa berobat.

Emma tidak pernah menyangka bahwa ia harus berakhir menikah dengan seorang idol grup papan atas bernama Park Chaeyeol. Bukannya bahagia, kehidupan sehari-hari Emma justru dipenuhi dengan banyak masalah karena pria yang berstatus suaminya itu.

Semua rencana, tujuan, dan cita-cita yang sudah disusun menjadi hancur berantakan karena sebuah insiden yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia hamil anak Park Chaeyeol.

Apakah keputusan yang akan diambil oleh Park Chaeyeol dan Emma? Akankah mereka mengorbankan mimpi masing-masing demi keluarga kecil mereka?

Kamu yang membeli buku ini akan mendapatkan bonus:
– 4 Photo Card
– Poster Chanyeol EXO

Hanya dengan Rp. 99.500,- kamu sudab bisa meliliki buku ini.

Yuk, buruan order dengan inbox atau WA ke http://wa.me/6285647263832

Dewasanya Usia, Profesi, dan Jabatan

Posted on

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), salah satu pengertian “dewasa” adalah matang (tentang pikiran, pandangan, dan sebagainya). Berangkat dari pengertian tersebut, “dewasa” tidak dapat diukur banyaknya usia, profesi, dan tingginya jabatan seseorang.

Pernah saya jumpai orang yang usianya boleh disebut tua, namun dari pandangan yang disampaikan dalam sebuah diskusi tidak mencerminkan kedewasaan. Pandangan yang disampaikan lebih menguntungkan dirinya sendiri, bukan kepentingan umum. Padahal, diskusi sedang membahas program yang akan dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.

Kemudian profesi seseorang tidak serta-merta akan menjadikan dia dewasa dalam bersikap. Seyogyanya, sikap yang ditunjukkan baik sedang bertugas menjalankan profesinya maupun tidak haruslah mencerminkan norma-norma/etika profesinya. Sebagai contoh, seorang polisi adalah orang yang dipandang banyak masyarakat sebagai profesi yang mengedepankan kedisiplinan. Jika dia tidak mengenakan helm saat berkendara di jalan raya tentu masyarakat akan menilai yang tidak baik.

Tingginya jabatan seseorang rupanya juga tidak menjamin kedewasaan seseorang dalam berpikir dan bersikap. Seseorang yang sedang menjabat sebuah posisi di atas idealnya mengayomi, menjaga, melindungi, dan memberdayakan orang lain yang ada di bawahnya. Namun, tak jarang mereka yang berada di atas lupa dengan hal itu.

Sebaliknya, anak muda yang tergabung di sebuah karang taruna dan masih sekolah memiliki pandangan yang baik dalam merencanakan sebuah program di masyarakat. Tidak mencari keuntungan untuk dirinya sendiri dan tidak mencari kenikmatan sesaat.

Lalu, profesinya bukan apa-apa. Beliau seorang buruh tani. Beliau tidak akan dapat penghasilan jika tidak ada orang yang meminta tenaganya untuk menggarap sawah. Beliau mengedepankan norma-norma/etika dalam bergaul di masyarakat. Berkata santun kepada siapa saja, baik muda maupun tua. Memohon ijin kepada tokoh masyarakat di tempat tinggalnya saat akan mengadakan acara di rumahnya.

Juga, ada orang biasa yang bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik. Setiap hari orang tersebut bekerja disuruh-suruh oleh pimpinannya di pabrik, namun sikap dan pandangannya sangat menyejukkan.

Dari gambaran ini, kita semua dapat mengambil pelajaran untuk dapat bersikap dan menunjukkan pandangan yang baik atas sesuatu.

3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Mengendarai Sepeda Motor

Posted on Updated on

Saat saya berpapasan dengan pengendara sepeda motor, kerapkali ada hal-hal yang menurut saya unik dilakukan oleh pengendara sepeda motor, namun sangat berbahaya bagi pengendara sendiri dan pengendara lainnya.

Saya menyimpulkan ada tiga hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang saat berkendara sepeda motor karena sangat berbahaya. Kali ini, saya akan berbagi pengalaman saya.

Ketiga hal itu apa saja?

Pertama, merokok. Terlepas akan kena denda atau tidak, mengendarai sepeda motor sambil merokok. Mengendarai sepeda motor sambil merokok sangat berbahaya. Bagaimana ini tidak berbahaya? Bagi pengendara sendiri, besar kemungkinan pengendara bisa terkena percikan api dari rokok yang sedang dihisap. Bagi orang yang membonceng bersar kemungkinan terkena asap dan percikan api rokok. Pernahkah Anda melihat orang yang sedang mengendarai sepeda motor sambil merokok?

24077835

Kedua, membuka gawai (smartphone). Di zaman ini, jika disuruh memilih, orang memilih ketinggalan dompet daripada ketinggalan gawai. Orang kerapkali mengabaikan hal penting lain seperti kesopanan, keselamatan saat membuka gawai. Tahukah Anda? Dibutuhkan tangan dan konsentrasi pikiran untuk membuka gawai. Jika orang mengendarai sepeda motor sambil membuka gawai, maka tangan dan konsentrasi pengendara akan terbagi. Lihat gawai, lihat jalan. Satu tangan pegang setang, satu tengan pegang gawai. Ini sangat berbahaya.

Ketiga, membuka mulut. Coba bayangkan! Anda mengendarai sepeda motor, akan ada angin yang menerjang tubuh kita. Kalau Anda buka mulut, angin bisa masuk ke dalam mulut. Apa yang dirasakan? Mulut jadi kering dan perut jadi kembung. Itu artinya Anda terkena masuk angin, he… he… Tidak hanya angin, serangga, debu bisa masuk ke dalam rongga mulut. Ini bisa menyebabkan penyakit yang berkaitan dengan rongga mulut dan pernapasan.

Apakah teman-teman pembaca menemukan hal lain yang tidak boleh dilakukan saat orang mengendarai sepeda motor? Jika ada, silahkan dibagikan di komentar. Monggo.

Tiga Alasan Gagal Presentasi

Posted on

Pernahkah Anda mengalami saat melakukan presentasi, Anda mencoba meyakinkan klien berkali-kali, tapi klien tidak yakin terhadap Anda. Padahal Anda sudah menyajikan presentasi dengan berbagai cara terbaik dan tetap saja tidak ada dealing dengan klien.

Bila hal ini sering Anda alami, jangan-jangan presentasi Anda GAGAL.

Ciri-ciri presentasi yang GAGAL itu seperti apa, sih?

Pertama, Anda memberikan kesan pertama yang buruk. Saat GAGAL memberikan kesan pertama untuk membuat audiens mau mendengarkan Anda, maka pembicara akan kesulitan untuk sesi selanjutnya.

Kedua, penyampaian isi presentasi yang terlalu berbelit-belit. Sehingga membuat pesan utama tidak tersampaikan kepada audiens. Akibatnya tidak powerful seperti yang diharapkan.

Ketiga, teknik penyampaian yang kurang menarik. Karena presentasi yang disampaikan tidak menarik, kalimat-kalimat yang disampaikan tidak persuasif akan membuat peserta bosan dan tidak mau action sesuai dengan tujuan Anda.

Harusnya presentasi adalah sesuatu yang simpel dalam dunia public speaking, maka perbaikilah dan upgrade skill presentasi Anda karena dampaknya akan berpengaruh dalam karir dan kualitas hidup Anda.

Caranya?

Yuk ikutan one day workshop Influence Your Audience di Jakarta besok hari Minggu, tanggal 19 Januari 2020.

Chat saja ke WhatsApp ini.

Dijamin Anda puas karena Anda akan dilatih bagaimana cara memunculkan kesan pertama yang menarik, menyusun struktur presentasi yang apik, dan menyajikan presentasi yang persuasif.

Buruan chat ke WA di atas biar dapat kursinya.

Awali Hari Ini dengan Bersyukur

Posted on

Sobat peduli, setiap manusia diuji sesuai dengan kekuatan dan kemampuannya. Terkadang kita merasa bahwa masalah datang silih berganti, tak sebahagia seperti orang lain di sekitarnya. Merasa susah, sedih, dan banyak masalah adalah sesuatu yang wajar. Hanya saja tidak semua orang akan mengeluh dengan hal itu. Sebagian orang tetap bersabar dan bersyukur dengan segala kesusahan yang mereka terima.

Allah mengingatkan dan memberikan penyemangat kepada kita, bahwa masalah sudah sesuai dengan takaran kualitas seseorang : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Q.S Al Baqarah : 286)

Yok sobat awali hari ini dengan bersyukur, berbagi kepedulian untuk saudara kita yang membutuhkan.

Transfer Donasi :
BSM : 704 444 111 4
Muamalat : 521 003 3456
A.n Yayasan Solopeduli Ummat

Konfirmasi :
085 727 403 319

http://www.solopeduli.com

Seperti Seorang Manajer

Posted on Updated on

Di setiap akhir waktu, seorang manajer mengajak timnya untuk membahas kinerja dalam kurun waktu tertentu, seperti akhir minggu, bulan, dan tahun. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah mengukur tingkat keberhasilan manajer mengelola dan menggerakkan tim dalam mencapai program.Mungkin Anda pernah menyaksikan atau mengalami sendiri bahwa pemimpin yang suka mengevaluasi kinerjanya dalam waktu tertentu memiliki tingkat keberhasilan lebih tinggi dibandingkan dengan yang kerja asal jalan. Betul apa betul? 😁

Mengevaluasi diri di akhir waktu seperti akhir tahun ini adalah saat yang tepat untuk dilakukan jika kita ingin menjadi pribadi yang baik. Tentu kita tidak ingin menjadi orang yang begitu-begitu saja, kan?

Cara mengevaluasi yang bisa dilakukan adalah mengingat hal-hal yang pernah dilakukan. Apakah itu membuat hidup kita lebih baik atau sebaliknya?

Jika kita temukan hal-hal yang menyebabkan kita terpuruk hendaknya kita memperbaiki diri. Merencanakan kegiatan positif agar dapat memperbaiki diri.

Jika kita temukan hal-hal yang menjadikan kita pribadi baik dan disukai orang di sekitar kita, maka kita bisa pertahankan itu. Kita teruskan.

Saya tidak bisa memberikan solusi untuk melakukan hal-hal yang lebih spesifik karena yang lebih tahu kondisi Anda saat ini dan yang pernah Anda lakukan adalah Anda sendiri.

Yuk, kita evaluasi apa saja yang pernah kita lakukan dan rencanakan apa saja yang akan kita lakukan seperti seorang manajer menginginkan keberhasilan mencapai program yang direncanakan!

Tidak Saya Jawab

Posted on

Salah satu hal yang sering dialami oleh pembelajar adalah ditanya oleh siswanya. Terlebih lagi guru bahasa Inggris.

Saya sebagai guru bahasa Inggris kerap kali ditanya siswa arti dari sebuah kata. Untuk beberapa kasus saya langsung menjawabnya. Pada kesempatan tertentu, saya betul-betul tidak mau menjawab pertanyaan siswa.

Saya tidak menjawab bukan berarti tidak tahu artinya, tapi karena saya tahu kata dalam bahasa Inggris yang ditanyakan oleh siswa kepada saya itu memiliki arti lebih dari satu. Kata itu akan memiliki arti yang berbeda jika berada di konteks yang berbeda.

Selain itu, saya tidak menjawab pertanyaan siswa karena sedang membelajarkan siswa, membiasakan siswa untuk mencoba dulu sebelum meminta bantuan, membaca dulu sebelum bertanya, membuka kamus bahasa Inggris sebelum bertanya arti kata tertentu kepada guru.

Tak dipungkiri, saat ini, banyak siswa enggan membuka kamus, padahal di sana tersaji lengkap. Ketika kita mencari arti kata di kamus tanpa disadari kita juga menemukan kata lain. Ini dapat menambah kosakata.

Mungkin siswa terbiasa dilayani jika menginginkan sesuatu. Jadi, tidak mau mencoba mencari kata di kamus, melainkan memilih langsung bertanya kepada guru di kelasnya atau karena ingin cepat menemukan arti kata yang diinginkan.

Sebelum siswa bertanya, saya mengondisikan untuk bertanya dulu ke Google, khususnya Google Translate, apabila mau menanyakan arti kata. Ini mengandung maksud siswa berusaha dulu.

Kalau ada internet ini beres. Kalau sedang tidak punya paketan internet, saya rekomendasikan siswa untuk memasang (install) aplikasi kamus offline di smartphone masing-masing. Aplikasi tersebut bisa didapatkan dari Playstore. Ini GRATIS.

Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa guru bahasa Inggris saya tidak tahu arti kata atau guru bahasa Inggris saya malas, tidak ramah dalam membelajarkan siswa.

Apa yang diperankan guru di dalam kelas bisa jadi mengandung maksud sangat mulia. Ini biasanya disadari siswa setelah beberapa tahun lulus dari sekolah tempat dia belajar.

Maaf, ya. Pertanyaan kalian pernah tidak saya jawab. πŸ™πŸ˜ (Ingat dengan bermacam-macam tanggapan siswa yang tidak tahu arti kata).