Mencoba Berpantun

Posted on

Olah raga di pagi hari.
Biar sehat naik sepeda.
Saya ucap selamat pagi.
Untuk sahabatku tercinta.

Berk’lana dapat harta karun.
Isinya emas dan permata.
Sudah lama tidak berpantun.
Merangkai kata sulit juga.

Juara karena berlatih.
Si Madun dapat sepeda.
Kalau Anda mau memilih.
Pantun nasihat atau jenaka.

Membangun Teamwork Hadapi Revolusi Industri 4.0

Posted on

Dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 sangat dibutuhkan kekompakan tim yang solid dan sinergis. Maka anggota tim harus dibekali skill dan harus mempunyai kebiasaan :

1. Menyadarkan anggota tim untuk memiliki kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang efektif.

2. Menyadarkan pentingnya menerima feedback, berjiwa besar dan memiliki Leadership yang kuat.

3. Kesadaran pentingnya teamwork untuk mencapai target bersama.

4. Menyadarkan pentingnya berfikir kreatif dan adaptif terhadap perubahan yang terjadi dalam mencapai goals.

Dan ternyata melalui Boardgame bisa dilakukan dengan cara yang asyik.

>> SIMPEL
>> SAMBIL BERMAIN
>> LOW COST
>> HANYA BUTUH WAKTU 3 JAM SAJA

Metode learning yang asyik dalam bentuk BOARDGAME dan kini telah menjadi favorit karena digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dan beberapa learning center dunia, metode ini teruji bisa membuat peserta lebih enjoy, antusias dan fun.

Nah, bila Anda serius ingin pelajari bagaimana Boardgame bisa solusi untuk membangun team bisnis yang solid.

Daftar Segera:

SMS/WA: 0856-4726-3832

Training For Fasilitator – Game Based Learning Batch 3

Posted on

Ingin Training Anda lebih efektif, menyenangkan bagi audiens, dan berdampak?

Setiap fasilitator/trainer sudah pasti menginginkan Training yang diadakannya mampu membuat semua peserta terpuaskan

Dale edgar melakukan riset bahwa 90% proses belajar yang paling efektif adalah simulasi dan praktikum

Saat ini banyak sekali metode pembelajaran yang bisa digunakan, salah satunya yang sangat digemari adalah dengan metode game based learning

Akademi Trainer mengajak Anda untuk meningkatkan kualitas para fasilitator/trainer agar mampu menyampaikan Training dengan menggunakan pendekatan game based learning

Ikuti Training For Fasilitator – Game Based Learning Batch 3

Benefit :
1. Mendapatkan ilmu menjadi Fasilitator Training menggunakan pendekatan Game Based learning (Facilitating – Mentoring – Coaching)
2. Memiliki bahan mengajar berupa materi Boardgame Interpersonal Communication skill yang bisa digunakan untuk berbagai segmen audiens
3. Mendapatkan Lisensi Facilitator Game Based Learning

Fasilitas :
1. Boardgame Kit “Speak To Change”
2. Setifikat Lisensi Fasilitator
3. Konsumsi
4. Dokumentasi Acara
5. Slide Materi

Dapatkan harga khusus untuk 3 orang pendaftar pertama melalui saya!

Atau hub. 0856-4726-3832

Nb : Seat terbatas hanya 26 orang

Pembelajaran Daring dengan Edmodo

Posted on

Untuk menyajikan pembelajaran daring di sebuah sekolah bukan urusan yang mudah dan ringan. Butuh proses yang tidak sebentar. Mulai dari menyiapkan SDM (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang capable. Pelatihan yang tidak cukup 1 kali tatap muka. Hingga perlu latihan berulang kali.

Awal Tahun 2019 ini, SMK Tunas Bangsa Tawangsari berkomitmen menyajikan pembelajaran berbasis IT dan daring (dalam jaringan). Dimulai dengan diklat yang telah dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2019 dan 2 Februari 2019.

Tidak berhenti pada diklat saja. Diharapkan para pendidik juga berlatih menyajikan pembelajaran dan evaluasi yang terstruktur dengan apik. Sehingga prestasi siswa menjadi baik.

Kemarin, tanggal 2 Februari 2019, Bapak Aden Rhendra Santanu menyajikan materi tentang Google Form for Evaluation dan URL Shortener. Dan, saya sendiri menyajikan Pembelajaran Daring dengan Edmodo.

Semoga usaha ini diberkahi Allah SWT, siswanya makin berprestasi, lulusannya berdaya saing, dan membawa kemajuan bagi SMK Tunas Bangsa Tawangsari.

#smktbskh #smktbtawangsari #sukoharjo #tawangsari #2019masuksmktb

Siap Menyajikan Pembelajaran Daring

Posted on

Sabtu, 26 Januari 2019 menjadi hari yang penting bagi bapak/ibu guru SMK Tunas Bangsa Tawangsari. Hari itu, bapak/ibu guru belajar dari narasumber agar siap menyajikan pembelajaran daring (dalam jaringan).

Mulai pukul 07:30 hingga 14:30, bapak/ibu guru penuh semangat ingin meningkatkan kompetensinya dalam pembelajaran daring menggunakan Edmodo. Namun, hal ini tentunya tidak dapat ditempuh dalam waktu yang singkat. Ada tahap-tahapannya.

Kegiatan yang mengangkat tema “Pembelajaran Daring dengan Menggunakan Edmodo” ini akan dilaksanakan 2 tahap. Tahap 1 dilaksanakan hari ini, 26 Januari 2019. Tahap 2 akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 2 Februari 2019.

Tahap 1 ini materi yang disajikan oleh narasumber adalah: Gmail for Learning, Google Drive, Microsoft Powerpoint for Presentation, Microsoft Word for E-Book, dan WhatsApp for Learning.

Dan, rencananya materi pada tahap 2 adalah Google Forms for Evaluation, URL Shortener, dan Edmodo.

Memang tidak mudah untuk menuju pembelajaran daring. Tapi, bermodal semangat, keyakinan, cita-cita luhur, dan kemauan yang keras, kami yakin kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyajikan pembelajaran daring. Sehingga kompetensi yang dimiliki guru ini menumbuhkan semangat belajar siswa-siswi di SMK Tunas Bangsa Tawangsari. Dan, lulusan siswanya berkualitas.

#SMKBisa #SMKHebat #smktbskh #smktbtawangsari #smktunasbangsatawangsari #sukoharjo #tawangsari

Menunggu Temanku

Posted on Updated on

Seperti biasa, aktifitas saya di siang hari adalah menjemput Galang pulang sekolah. Sepanjang perjalanan menuju sekolah anak saya, tampak beberapa anak sekolah yang mengenakan seragam ciri khusus sekolah Galang diboncengkan orang tuanya. Ini artinya anak saya sudah menunggu kedatangan saya.

Setibanya di sekolah, saya berhenti di bawah pohon yang ada di tengah halaman sekolah anakku. Saya matikan mesin sepeda motor dan melihat ke arah tempat biasa anakku menunggu. Tapi, saya tidak melihatnya di sana.

Saya meihat-lihat sekeliling. Saya masih tidak menjumpai anak saya. Kemudian, saya melihat ke arah kelas anak saya yang berada di lantai 2. Masih terdengar aktifitas di sana dan terlihat 1 siswa keluar dari kelas itu. Saya lega. Itu artinya anak saya belum keluar dari kelas.

Kurang lebih 5 menit saya menunggu, anak saya keluar. Dia tersenyum melihat saya yang sudah menunggu. Saat menuju ke arah saya, salah satu temannya memanggilnya, “Lang, ojo lali, ya.”

Galang langsung menjawab sambil mengacungkan ibu jarinya ke arah temannya, “OK.”

Galang langsung membonceng dan saya nyalakan mesin sepeda motor.

Saat perjalanan pulang, saya bertanya, “Ada apa e, Lang?”

Dia menjawab, “Tadi, temanku janjian besok beli bola di Pasar Tawangsari”. Pasar Tawangsari jaraknya tidak terlalu jauh dengan lokasi sekolah anak saya. Kurang lebih 100 m.

Kemudian, saya bertanya, “Kenapa kamu pulangnya terakhir?”

Dia menjelaskan, “Tadi, tuh. Bu guru nyuruh anteng-antengan. Yang anteng pulang duluan. Terus dikasih pertanyaan. Yang bisa jawab bisa pulang duluan.”

Saya memancing dia bercerita lagi, “Lha, kamu bisa jawab, nggak?”

Dia lanjut bercerita, “Bisa.”

Kemudian, Galang bertanya kepada saya, “Pa, apa bahasa Inggrisnya ‘tetapi’?”

Saya pura-pura tidak tahu dan balik bertanya, “Nggak tahu, tuh?”

Dia menjawab, “Bat, tapi tulisannya ‘but’. Betul kan, pa?”

Saya memujinya,”Keren.”

“Tapi, kenapa kamu pulangnya akhir kalau bisa menjawab?”, tanya saya.

Dia menjelaskan, “Aku sudah bisa jawab. Terus salim sama bu guru. Teus aku tadi nunggu temanku. Kasihan. Dia nggak bisa jawab-jawab.”

“Oooo….”, saya tersenyum-senyum.

Di batin saya, “Hebat sekali kamu, Lang. Kamu peduli dan perhatian sama teman.”

Kemudian, saya memujinya, “Hebat kamu, Lang. Kamu perhatian sama temanmu.”

Dia membalas, “Makasih, pa. Iya, pa. Dia kan temanku.”

Itulah cerita anak saya, Galang, saat pulang sekolah beberapa hari yang lalu.

Wujudkan Kinerja Tim yang Terukur

Posted on Updated on

Pada tahun 1996 oleh David P Norton dan Robert Kaplan memperkenalkan Balanced Scorecard (BSC) . BSC merupakan pengembangan dari riset “Pengukuran kinerja dalam organisasi masa depan.” BSC terdiri dari dua kata yaitu balanced (berimbang) dan scorecard (kartu skor), perlu adanya keseimbangan antara keuangan dan non keuangan.

Dari riset tersebut disimpulkan bahwa untuk mengukur kinerja masa depan, diperlukan pengukuran yang menyeluruh mencakup 4 aspek yaitu : keuangan, konsumen, proses bisnis dan pembelajaran atau pertumbuhan.

Balanced Scorecard bisa sebagai dashboard kinerja tim. Membiasakan mempresentasi dan mengukur tim, akan membantu tim berjalan sesuai dengan jalurnya. Bagaimanapun skill presentasi adalah keahlian basic yang harus dimiliki seorang leader untuk memastikan apakah tim masih pada jalur semestinya atau tidak ?

Sekarang, apakah tim Anda masih sesuai ekspektasi yang diharapkan atau tidak. Penting bagi Anda yang memiliki tim bisnis atau organisasi, bila ingin kinerja tim Anda terukur dan makin melaju. Perbaiki cara presentasi Anda.

Dengan berlatih presentasi yang powerful bersama Akademi Trainer dalam acara

“ONEDAY WORKSHOP INFLUENCE YOUR AUDIENCE”

Menyajikan Presentasi Yang Powerful dan Berdampak.

Balikpapan, 20 Januari 2019

Dipandu oleh :
Ners Anwar dan M. Dzulfikirullah

Segera daftarkan tim Anda sekarang dengan klik tautan ini: https://s.id/2-UH3 untuk mendapatkan harga promo terbaik.