Hakikat Sakit

Posted on Updated on

Semasa hidupnya, Nabi Ayub AS dilimpahi banyak nikmat oleh Allah SWT. Tapi ia tetap menjadi hamba yang taat kepada-Nya.
Melihat kondisi Ayub yang taat itu, setan pun iri. Menurut mereka, pantas saja Nabi Ayub selalu taat karena dia diberikan banyak nikmat oleh-Nya. Lalu setan pun meminta izin kepada Allah SWT untuk menggoda Nabi Ayub.
Kisah pembuka itu disampaikan Manajer Syiar, Dakwah dan Marketing (Syidamar) Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS), Sunawi, saat ditemui Espos di ruang kerjanya belum lama ini.
Mubalig yang juga salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Boyolali, ini menjelaskan dengan izin Allah SWT segala kenikmatan yang diperoleh Nabi Ayub pun hilang. Hartanya habis, anak-anaknya meninggal dan ia menderita sakit yang sangat parah.
”Jika awalnya isteri Nabi Ayub tetap setia menemani Nabi Ayub meski ia tak lagi kaya dan sakit-sakitan, isterinya kemudian pun berusaha merayu Nabi Ayub AS agar memohon kepada Allah SWT sehingga dirinya segera dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang meletihkan itu,” terangnya.
Tapi Nabi Ayub enggan memenuhi saran isterinya. Ia mengaku malu memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Menurut Nabi Ayub, nikmat yang ia peroleh jauh lebih banyak dari penderitaan yang ia rasakan. Sehingga ia merasa tak pantas memohon kesembuhan.
”Hingga akhirnya setelah menurut Allah SWT Nabi Ayub berhasil mendaki tingginya puncak kesabaran dan keteguhan iman serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan iblis, dengan izin Allah SWT, penyakitnya sembuh. Allah pun kemudian berkenan mengaruniakan harta dan anak yang banyak,” ungkapnya.
Kisah di atas, terangnya, sesungguhnya mengandung pelajaran berharga tentang bagaimana seharusnya seorang muslim menyikapi sakit. Bahwa sebenarnya sakit tak sekadar penderitaan. Melainkan sebuah ujian yang bisa mengangkat derajat seseorang.
”Penyakit merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya dan merupakan sunatullah yang telah ditetapkan berdasarkan rahmat dan hikmah-Nya. Tentu saja Allah SWT tidak akan menetapkan sesuatu, melainkan terkandung kebaikan dan rahmat bagi hamba-Nya,” ungkapnya.
Penjelasan senada disampaikan psikolog dari Fakultas psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Ia mengatakan sakit yang diderita manusia merupakan suatu ujian dari Allah SWT. ”Ketika sakit, sebaiknya seorang muslim tidak menganggapnya sebagai beban. Sehingga terasa lebih ringan. Jika sakit dianggap sebagai beban, secara psikologis hal itu akan semakin memperburuk kondisi jiwanya. Bahkan tak jarang beban psikologis yang berat itu justru semakin memperburuk kondisi fisik,” jelasnya.

Berpikir positif
Caranya, kata Susatyo, dengan berpikir positif bahwa sakit merupakan cara Allah SWT mencintai dirinya. Sehingga dia bisa istirahat total.
Agar orang yang sakit memilikipemahaman yang benar tentang hakikat sakit, Sunawi mengatakan pasien-pasien yang sakit dan dirawat di rumah sakit, biasanya diberikan tauziyah untuk memantapkan pemahaman tentang apa yang dijalani berupa sakit. Harapannya pasien itu tidak terlalu larut dalam kesedihan.
Jika seseorang memiliki pemahaman akan hakikat sakit, meski ia menderita atau hatinya terasa sangat berat, menurut Sunawi, orang itu akan memiliki ketahanan mental yang baik.
”Meski beberapa orang terkena penyakit yang sama, penerimaan terhadap penyakit itu berbeda-beda. Ada muslim yang tetap bisa tersenyum bahkan bersyukur karena ia berharap dengan kesabarannya saat diberikan penyakit, hal itu bisa menghapus dosa-dosanya. Orang itu menyadari sepenuhnya bahwa penyakit yang diderita juga berasal dari Allah SWT. Tapi ada juga mereka yang sebenarnya sakitnya tidak terlalu parah, justru sering mengeluh,” urainya.
Jika ingin dosanya diampuni, imbuh Sunawi, terimalah ujian sakit itu dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Caranya dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah wajib dan sunah.

Sumber: Widiastuti, Eni. 2009. Hakikat Sakit. Khazanah Keluarga. Solo Pos.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s