MENJADI PEMBUKA JALAN KE SURGA

Posted on Updated on

Rasa sakit yang diderita seorang muslim pada hakikatnya mengandung banyak keutamaan. Tapi keutamaan itu hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang mampu menyelami makna sakit yang sesungguhnya.
Hal itu disampaikan Manajer Syiar, Dakwah dan Marketing (Syidamar) Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS), Sunawi. Agar seorang muslim bisa menyelami makna sakit, katanya, diperlukan pengetahuan tentang hakikat sakit dan kuatnya iman kepada Allah SWT.
Ia menjelaskan, Ibnul Qoyyim mengisyaratkan bahwa berbagai penyakit dan penderitaan mempunyai manfaat dan hikmah yang sangat banyak. Pertama, sebagai jalan pengampunan atas dosa yang pernah dilakukan. Kedua, berbagai kebaikan ditulis dan derajat ditinggikan. Hal ini bisa terwujud jika manusia bersabar dalam menghadapinya. Rasulullah SAW bersabda, ”Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih kecil dari duri, melainkan ditetapkan baginya satu derajat dan dihapuskan darinya satu kesalahan,” (HR Muslim).
”Sakit juga bisa menjadi pembuka jalan ke surga. Hal ini didasarkan pada sebuah hadis. Rasulullah bersabda, ’Surga dikelilingi hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi berbagai syahwat.’ Artinya surga menuntut usaha untuk meningkatkan ketaatan dan menjauhi kedurhakaan, sabar menghadapi musibah dan tunduk kepada ketentuan Allah SWT,” jelasnya seraya mengutip salah satu hadis. ”Allah Yang Maha Suci berfirman, ’Hai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridaan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridai pahala bagimu selain surga.”
Hikmah sakit lainnya, kata Sunawi, yakni dapat menyelamatkan seseorang dari api neraka. Hikmah selanjutnya yaitu mengembalikan hamba kepada Rabb dan mengingatkan kelalaian.
”Tak bisa dipungkiri, terkadang manusia jauh dari Allah SWT. Sehingga rasa sakit yang diderita bisa mengembalikan seorang hamba ke jalan yang benar,” jelasnya.
Faedah lain dari penyakit yaitu mengingat nikmat dan karunia Allah yang dilimpahkan kepada hamba-Nya. Berapa banyak nikmat yang diberikan Allah dan berapa banyak malapetaka yang dihindarkan.
”Sakit yang diderita seseorang juga bisa mensucikan hati dari berbagai penyakit. Hal ini karena tak jarang kesehatan akan menjadikan seseorang bersikap sombong, bangga dan takjub kepada diri sendiri. Namun ketika sakit, jiwa bisa menjadi lemah dan hati menjadi lembut. Segala macam penyakit hati pun bisa sirna lalu ia menjadi hamba yang tunduk dan pasrah kepada Allah SWT. Melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya” ungkapnya.

Sumber: ewt. 2009. Menjadi Pembuka Jalan ke Surga. Khazanah Keluarga: Solo Pos.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s