Boediono: Selain Keterampilan, Pemimpin Bangsa Harus Punya Kejujuran

Posted on Updated on

Pemimpin bangsa tidak hanya semata mengandalkan keterampilan, tapi juga pengetahuan, kejujuran, kecintaan terhadap negeri, dan seiya sekata dalam perbuatan. Ini dikemukakan oleh Wakil Presiden Boediono dalam pengarahannya saat melakukan kunjungan kerja di SMA Negeri 40, Jakarta, Kamis (11/3) pagi.

“Selain keterampilan untuk menjadi pemimpin bangsa, seseorang juga harus memiliki kecintaan terhadap tanah air, kejujuran, dan seiya sekata dalam perbuatan,” ujar Boediono. Dalam kunjungan itu, Boediono didampingi oleh Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali, dan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih.

Keterampilan itu dapat diperoleh melalui pendidikan yang diterima di sekolah. Sedangkan watak dan karakter seperti kejujuran, kecintaan terhadap negera, dan seiya sekata dibentuk melalui lingkungan, keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Pembentukan karakter dan watak dilakukan dengan melalaui interaksi di rumah. Peran orang tua sejak kecil sangat krusiasal. Setelah itu baru lingkungan yang lain. Namun yang paling penting dalam pembentukan karakter, kata Boediono, ialah diri siswa itu sendiri.

“Tanggung jawab yang terbesar ada di siswa sendiri. Maunya jadi apa? Tanya diri sendiri. Bangsa akan runtuh kalau pemimpin masa depannya tidak bisa memimpin dengan baik,” tukas Boediono.

Selain itu, Boediono juga mengatakan pendidikan tidak semata untuk mendapatkan selembar ijazah. “(Pendidikan) tidak hanya mengikuti arus untuk dapat lembaran yang namanya ijazah. Itu baik, (karena) tahapan-tahapan evaluasi dari keterampilan dan sebagainya di secarik kertas,” ujar Boediono.

Siswa juga harus siap menjadi calon pemimpin yang berpengaruh pada era globalisasi. Bukan hanya semata masalah lokal. Masalah global bisa datang dari negeri yang jauh sekalipun, termasuk krisis. “Krisis bisa tiba-tiba datang, tidak bisa kita hindari. Harus ada standar pengetahuan untuk menghadapi ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu sejumlah bantuan juga diberikan. BNI menyerahkan Rp50 juta berupa komputer kepada SMA 18. SMA 40 sebagai tuan rumah mendapatkan Rp50 juta berupa komputer dari BRI. Bank Mandiri menyerahkan Rp50 juta kepada SMA 114. BTN menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah kepada SMA 55. Mandiri Syariah menyerahkan Rp25 juta berupa komputer.

Menteri Agama menyerahkan Rp600 juta kepada madrasah. Mendiknas memberikan bantuan Rp27 miliar untuk SD, SMP, dan SMA se-DKI Jakarta.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s