Terinspirasi Prestasi Sang Ayah

Posted on

ADA pepatah mengatakan “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” yang artinya bakat anak tidak jauh berbeda dengan prestasi orang tuanya. Itulah yang mengalir pada pebolabasket putri junior Kota Semarang Yoseba Joan atau yang akrab disapa Bebe.

Yoseba Juan
Yoseba Juan

Hobi ayahnya sejak muda sebagai atlet bola basket klub Sahabat Semarang dan tim Jateng, menginspirasi Bebe untuk menekuni olahraga tersebut. Anak pertama pasangan Yosua Chandra dan Lydiawati yang beralamatkan di Jl Pamularsih No. 111 Semarang itu mempunyai dua orang adik yang juga sama-sama hobi bermain basket yaitu Isak dan Debora (SD Kristen Tri Tunggal Semarang).

Awalnya, dara yang lahir di Semarang, 10 Desember 1995 ini, sejak SD punya hobi bulu tangkis namun karena bosan, ia mencoba melirik bola basket atas bimbingan ayahnya. “Aku ingin seperti ayah yang bisa berprestasi sebagai atlet basket.  Rasanya sungguh membanggakan bisa berbakti untuk daerah.” Kata Bebe yang bercita-cita menjadi pebisnis itu.

Bakatnya mulai terasah sejak bergabung di sekolah bola basket Sehati dan klub Sahabat Semarang. Di tim sekolahnya, SMP Kristen Tri Tunggal Semarang ia menjadi pilihan utama.

Di bawah asuhan pelatih sekolahnya, Xaverius Wiwid dan pelatih sekolah basket Sehati yitu coach Aprijadi, Bebe yang berpostur  ideal  170 cm dan berat  56 kg, berubah menjadi atlet yang bersinar.

Bebe telah mengemas beberapa prestasi event pelajar SMP seperti juara putri Walikota Cup Semarang 2008-2009, juara  Gubernur Cup Jateng 2009, juara Udinus Cup 2009 bersama tim sekolahnya.

Potensinya mulai dilirik banyak pelatih ketika ia terpanggil sebagai tim putri Popda SMP kota Semarang dan menjadi juara Popda SMP tingkat eks Kares Semarang di Kabupaten Semarang. Selanjutnya menjadi juara putri Popda SMP tingkat Jateng 2009 di Purwokerto.

Pada kejurda KU-16 tahun Jateng 2009 di Salatiga, bersama tim putri klub Sahabat Semarang berhasil menjadi kampiun. Bebe terpilih menjadi salah satu wakil Jateng bersama klub Sahabat untuk berlaga di kejurnas KU-16 di Jakarta baru-baru ini. Sayang di final timnya belum berhasil dan menjadi juara kedua setelah kalah atas tuan rumah DKI.

Lalu apa kiat-kiat pemilik nomor kostum 9 tersebut menjalani kegiatannya sehari-hari. “Aku harus bisa membagi waktu  dengan baik kapan belajar dan kapan berlatih bolabasket. Karena studi tetap nomor satu bagiku,” ujar Bebe yang punya moto hidup kegagalan adalah proses prestasi yang tertunda.

Ia berharap dapat maju dengan latihan yang serius, penuh disiplin dan tanpa mengenal lelah. Harapan utamanya untuk memperkuat tim Porprov kota Semarang, Popnas dan PON Jateng menjadi lecutan tersendiri buat Bebe untuk terus berlatih seiring usianya yang masih muda dan panjang.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s