LULUS/TIDAK LULUS ATAU BERHASIL/MENGULANG, PILIH MANA?

Posted on

Pemilihan kata dapat memberikan dampak yang sangat dahsyat bagi seseorang yang membacanya. Hal demikian dapat terjadi karena tingkat pemahaman seseorang terhadap suatu tulisan berbeda-beda. Pemahaman seseorang terhadap suatu tulisan dipengaruhi oleh:

  1. Tingkat pendidikan seseorang;
  2. Tingkat emosional seseorang saat membaca; dan
  3. Tingkat pengalaman seseorang.

Bisa kita lihat beberapa minggu ini di sekitar kita. Pada tanggal 26 April 2010 lalu untuk tingkat SMA sederajat dan pada tanggal 7 Mei 2010 untuk tingkat SMP sederajat, sekolah mengumumkan hasil UN 2010 kepada siswa dalam bentuk surat. Ada sekolah yang memberikan surat tersebut kepada siswa secara langsung dengan didampingi orang tua yang datang ke sekolah, dan kepada orang tua siswa yang sengaja diundang ke sekolah. Ada pula sekolah mengantarkan surat hasil pengumuman UN 2010 ke rumah siswa dengan pos/kurir. Dan mungkin masih ada banyak lagi cara untuk mengumumkan hasil UN.

Di dalam surat tersebut, siswa dinyatakan lulus atau tidak lulus dengan cara mencoret salah satu kata. Misalnya, jika siswa dinyatakan lulus, maka tulisan dalam surat tersebut adalah: LULUS/TIDAK LULUS. Kata tidak lulus dicoret. Kemudian sebaliknya, jika siswa dinyatakan tidak lulus maka tulisan dalam surat tersebut kata lulus di core, seperti: LULUS/TIDAK LULUS.

Menurut saya, tulisan ini perlu diganti dengan BERHASIL/MENGULANG. Karena memang kenyataannya terdapat UN Ulangan bagi siswa yang belum berhasil. Maka dengan tulisan BERHASIL/MENGULANG ini akan sesuai dengan sistem UN di Indonesia saat ini. Selain itu, dengan penulisan seperti yang saya kemukakan di atas semoga dapat mengurangi tingkat kekecewaan yang begitu berlebihan, seperti menangis meraung-raung, membenturkan kepala ke tanah maupun ke tembok, hingga bunuh diri. Antisipasi hal itu terjadi dapat dilakukan dengan penulisan, yaitu apabila siswa berhasil maka kata dalam surat pengumuman hasil UN “MENGULANG” di coret, seperti: BERHASIL/MENGULANG. Sebaliknya, jika siswa belum berhasil dan harus mengulang maka kata dalam surat pengumuman hasil UN “BERHASIL” di coret, seperti: BERHASIL/MENGULANG.

Saya yakin beberapa sekolah telah memilih kata yang sesuai untuk tujuan yang baik. Namun, hal ini perlu disosialisasikan kepada semua sekolah untuk tujuan yang baik pula. Dan ini bukanlah satu-satunya untuk mencegah terjadinya hal-hal negatif yang mungkinnsaja terjadi seperti saya ungkapkan di atas, namun hanya salah satu dari cara antisipasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s