Kenapa Yah Doa Ngak Terkabul..??? by Kang Ackmanz II

Posted on

Bismillahirahmanirahiim

Mohon jika ingin menulis komen, tulislah dengan baik dan manfaat yang mengarah kepada ketaatan dan takwa. Dapat diambil manfaat oleh kita yang sedang mencari ilmu agama. Jangan menyinggung perasaan orang lain. Pasti, sekecil apapun perbuatan ada balasannya.

BACA DULU TULISAN INI DENGAN BAIK SEBELUM MEMBERI KOMEN

MEMANG BENAR BAHWA ALLAH AKAN MENGABULKAN SEMUA DOA SEPERTI JANJI NYA. DAN TINGGAL SOAL WAKTU KAPAN DI KABULKAN.

YANG JADI MASALAH. BAGAIMANA KALAU DOA ITU TIDAK SAMPAI KE LANGIT?? KARENA TIDAK MENCUKUPI SYARAT-SYARAT DOA YANG AKAN DIKABULKAN??

Renungan Ayat dan Hadist

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Al-Mu’min: 60).

” Barang siapa tidak mau meminta kepada Allah, niscaya Allah akan marah kepadanya” (HR.Ahmad, Tirmizi, dihasankan Al-Albani)

Doa; Makanan Harian

Doa adalah makanan kesehariaan kita, doa adalah ratap tangis kita. Ketika hati penuh nestapa, dibalut kesedihan, ditertawakan oleh duka, kesulitan selalu mengintai. Doalah sebagai senjata pamungkas dan solusi terbaik.

Tapi kaget, ketika doa yang di panjatkan ternyata tidak berbuah apa2!!! Sedih hati rasanya, bagaimana bisa menyelesaikan semua yang dihadapi sedangkan apa yang dirindukan tidak kunjung tiba!!! Allah tidak mau mendengar doa???Ke dunia mana saya harus pindah, kalau Allah sudah tidak mau mendengar doa saya!!

Untuk sekedar tips, coba kita ambil kursi terus duduk dan merenung dikit aja…Mungkin saja ada ada yang terlupakan oleh kita!! Apa itu???

Pertama: Belum Bertaubat Dari Dosa-Dosa

Mungkin saja kita belum bertaubat. Bagaimana mungkin doa itu terkabul sedangkan kita masih berbalut dosa?? Masih berselimut maksiat!!!cobalah bertaubat dahulu sebelum berdoa. Salat 2 rakaat sunnah apa saja, mau salat taubat, salat sunnat wudhu, tahajud dll. Sesudah salat istighfar dulu min. 100 x.

..Ahgghhh kurang segitu mah..ya udah tambah lagi ribuan. Ingatlah dosa-dosa yang pernah dilakukan, menangislah, menjeritah…

Kedua: Jarang/Tidak Pernah Bersyukur

Mungkin saja kita jarang atau tidak sama sekali bersyukur. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

” Bila kalian bersyukur, maka niscaya kutambahkan nikmat atas kalian. Dan bila kalian mengingkari nikmatKU, sungguh siksaku amat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Bersyukur itu bukan masalah suka atau tidak, tapi wajib dan harus. Kalau nggak syukur kita diancam dengan kepedihan, nestapa ditambah siksa. Nah mana mungkin doa dikabul sedangkan bersyukur saja tidak, malah kita terancam dengan siksa lagi!!

Udah kok!! Saya sering ngucap alhamdulillah kalau dapat rezeki!!

Ntar dulu, apakah cukup dengan baca alhamdulilah?? Kita dapat rezeki misalnya sejuta terus ngucap alhamdulilah! bagus sekali itu, tapi kalau ditanya,

” Bagaimana aplikasi syukur anda itu?? Apa yang akan kita jawab???

Ketika mulut kita bersyukur, coba sedikit saja kita sisihkan uang kita untuk deposito akhirat. Itulah syukur yang mumpuni.

“Aku suka kok ngasih baju-baju ke orang lain!! Wah bagus sekali!! Bajunya baru semua mba?? Yah yang bekas,yang udah ngak terpakai!!!

Coba kira-kira bagus ngak ngasih barang bekas?? Dan kita anggap perbuatan itu sudah bagus dan hebat??? Kita masukan 10.000 ribu ke kas masjid, atau ngasih ke anak yatim piatu. Sedangkan gaji kita 10.000.000, atau kita sering hanging out, nonton, ke café, liburan ke Bali yang menghabiskan jutaan??

Tapi ketika mengaplikasikan syukur itu terkadang tidak berharga meskipun kita mendapat nikmat yang begitu besar!!!

“Wah yang penting ikhlas kan meskipun sedikit!!!

Betul tapi bagusnya kan besar sedekahnya dan ikhlas lagi…Yakinlah, Insya Allah doanya cesplenk.

Nah itulah mungkin doa kagak terkabul, karena tidak bersyukur dan aplikasinya tidak seimbang.

Ketiga: Lupa Kewajiban Terhadap Sesama

Mungkin saja kita lupa pada orang miskin, lupa pada tetangga yang kelaparan, saudara jauh kita yang mungkin ngak punya uang untuk bayaran. Padahal mugkin saja kita mampu beli motor, beli baju ratusan ribu, liburan, umrah, haji, beli majalah, beli mas, beli laptop, bisa langganan spedy, indovison dsb.

” Suka kok, kalau ada makanan ngak kemakan, aku suka kasih ke tetangga!!

Aduh maaf yah, pantas ngak ngasih makanan yang tidak termakan???

Mau enak hati!! Mau enak hidup?? Coba beli makanan  terus langsung kasih ke anak yatim atau orang yang ngak mampu, pasti mereka ada yang nangis, gembira dll. Sambil makan dikit-dikit sambil dinikmati. Atau beli KFC dan bagikan ke mereka. Bungkusnya pun pasti mereka simpan baik-baik di lemari.

Padahal sering sekali kita makan ngak habis. Dijamin kalau dikasih ke mereka pasti habis dengan tulang-tulangnya.

Keempat: Tidak Memperhatikan Ke Halalan Makanan

Mungkin saja kita sering makan makanan yang haram.

Lah nggak lah, saya nggak pernah makanan yang diharamkan kok!!!

Coba periksa dulu, pernah ke food court di mall? Sering donk!!!

Sering makan ke resto2 bersama keluarga??? Wah itu mah mingguan atuh…

Apa pernah memeriksa apakah resto-resto itu sudah ada SERTIFIKAT MUI nya???

Emang kenapa??? Kan banyak sekali makanan yang dimasak dengan ANG CUI (arak Cina) agar makanan gurih dan kering, ada steak yang dicampuir RUM (sejenis miras), ada black forest yang menggunakan alcohol…

Astaghfirullah al-adzim…kan saya nggak tahu...

Lah kan sudah ada seruan agama bahwa kita harus menjaga perut kita dari yang haram!! Lah saya kan cuman lihat di resto itu ada yang berjilbab yah masuk aja gitu loch?

Lah masa pengetahuan agama akan mengetuk pintu rumah kita tiap hari, kalau kita tidak mencarinya???

Kelima: Tidak Mau/Malas Mencarei Ilmu-Ilmu ALlah

Mungkin saja kita lupa dengan kewajiban. Misalnya kita malas atau tidak mau mempelajari agama. Ada seseorang bertanya kepada seorang ustadz:

” Ustadz, dimana yah cari guru ngaji?” Si ustadz diam sejenak, karena bingung jawabnya gimana. Kemudian ditanya:

“Ibu dari mana? Oh saya dari solo! Di Jakarta saya kerja dah setahun. Tahu ngak tadz! Saya tuh dah cari kerja kesana kemari, buka internet, beli koran, majalah tiap hari, saya di interview ke bandung, jogja, ke Surabaya, bahkan pernah ke Batam.” Ujar si ibu..

Kemudian si ustadz menjawab, ” Ibu sudah ke sana kemari bahkan pergi ke kota2 yang sebelumnya belum pernah dikunjungi. Tapi kenapa bertanya nguru ngaji ada dimana??? Kenapatidak berusaha mencarinya ?? Waktu mencari kerja rela kesana kemari, padahal ngaji itu untuk bisa baca Al-Qur’an itu penunjuk jalan yang akan menuntun kita kelak!!

Pantaskah hati akan bahagia? Banyak solusi dalam kehidupan!!!!

Boleh jadi kita sering salat wajib, banyak salat sunah..tapi maaf apakah batin dan jiwa kita sudah terisi dengan pengetahuan!! Dalam fikih begini, seseorang yang taat malaksanakan kewajiban agama bertahun-tahun tanpa pergi ke majelis taklim, ngak pernah baca buku agama, ngak peduli ceramah di TV, radio dll, dan ternyata ketika tahu bahwa gerakan salatnya banyak yang salah, pasti ngomong begini:

” Wah saya ngak tahu kok,” atau begini ” Pasti deh Allah terima, wong nggak tahu!!” Ntar dulu kata fikih, “ Apakah anda belajar untuk menghilangkan ketidak tahuan itu? Apakah anda tahu mencari ilmu agama itu wajib?? Kalau tahu berarti selama itu pula anda salah, kalau salah mana diterima doanya!!

Sudah deh kita sering nonton sinetron, mendatangi Café, resto2, liburan , week end kemana mana, jalan-jalan, sering ke acara pernikahan, sunatan, meeting de el el.

Dah deh sekarang kita juga pergi majelis2 taklim, masa ngak bisa siiiih…!!!.

Jadi Gimana Dunk..!!!

Yuk kita belajar agama, dah bosan kita jalan2 kemana-mana, saatnya sekarang menata hati, memperbaiki jiwa, membangun kesuksesan, memerangi kehampaan kalbu.

Itulah sekelumit mengapa doa tidak terkabul masih ada beberapa dan Insya Allah dalam kesempatan lain.

“Ya Allah, jadikan kami hamba yang selalu bersyukur, jangan jadikan kami hamba yang tidak pernah bersyukur karena kami yakin bahwa kemarahan-Mu sakit dan pedih rasanya. Ya Allah, jadikan keluarga kami, anak-anak kami yang selalu menegakan shalat, rajin membaca Al-Qur’an. Betapa malu rasanya sekolah terbaik kami berikan, pendidikan terbaik kami usahakan. Namun kami lupa pendidikan Islam bagi anak-anak kami. Ya Allah, aku malu kemanapun kami bisa pergi, namun ke majelis yang selalu menyebut namaMu, tidak sekalipun kami injak. Ya Allah jangan karena itu doa kami tidak dikabulkan. Ke dunia mana kami akan pindah, jika Engkau sudah tidak sudi mendengar doa kami.”

Semoga bermanfaat

Kang Ackmanz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s