Lintah

Posted on

Kini, banyak anak sekolah tidak mencatat aktifitas yang telah dilakukan semacam (????????). Namun, ternyata masih ada. Berikut ini adalah salah satunya:

 

AWAS LINTAH!

 

Bumi Perkemahan di Sekipan, Kalisoro, Tawangmangu merupakan kawasan wisata Grojogan Sewu yang terletak di Desa Kalisoro, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Pada liburan semester II lalu seluruh siswa-siswi, kakak inti, kakak purnayuda, kakak pembina pramuka SMP N 01 Tawangsari mengadakan Kemah Wisata di Tawangmangu dan rencananya kami semua akan berangkat pada tanggal 19 Juni 2010.

Pada hari Jum’at sepulang sekolah, aku sibuk mempersiapkan alat-alat pramuka, bekal minuman, bekal makanan, baju olah raga, baju pramuka, baju wisata, dan baju tidur untuk bekalku saat kemah wisata. Sore harinya, aku pergi ke sebuah warung untuk membeli odol, sabun mandi dan makanan ringan. Setelah membeli perlengkapan mandi dan makanan ringan aku segera pulang karena hari sudah sore. Sesampainya di rumah aku segera memasukkan perlengkapanku ke dalam tas.

Pada malam hari, aku memasukkan seluruh baju yang akan ku bawa ke dalam tas. Kemudian aku memasukkan selimutku ke dalam tas dan mempersiapkan tikar yang akan ku bawa besok untuk kegiatan kemah wisata. Setelah itu aku bergegas untuk tidur karena hari sudah malam. Keesokan harinya aku membantu ibu menjaga adik. Sedangkan ibuku memasak di dapur. Setelah ibu sudah selesai memasak, aku memberikan adik kepada ibu dan aku segera mandi. Setelah aku mandi, aku berganti pakaian pramuka. Kemudian aku menjaga adik lagi karena ibu sedang mandi. Sesudah semuanya siap aku dan ibu menitipkan adikku kepada tanteku yang rumahnya tidak begitu jauh. Kemudian aku dan ibu segera berangkat menuju sekolah untuk mengambil raportku. Di sekolah banyak kendaraan yang terparkir di halaman sekolah dan para wali murid kelas VII dan kelas VIII sedang menunggu pengambilan raport siswa-siswi kelas VII dan kelas VIII. Kami berdua segera memarkirkan sepeda motor, sambil menunggu aku diajak ibu pergi ke sebuah warung soto untuk sarapan pagi karena pengambilan raportnya masih jam 10.00 WIB dan ini masih jam 09.00 WIB.

Kemudian aku diajak ibu lagi ke apotek untuk membeli obat Dryimint agar aku tidak muntah di perjalanan. Lalu kami bergegas pergi ke sekolah karena jam sudah menunukkan pukul 09.45 WIB. Ternyata di sekolah para wali murid kelas VII sudah pulang dan para wali murid kelas VII sedang berkumpul karena akan ada kegiatan rapat bersama Bapak Kepala SMPP N 01 Tawangsari, yaitu Bapak Drs. Warsidi, MM. Rapat itu cukup lama dimulai dari jam 10.00 WIB sampai dengan jam 11.30 WIB. Aku dan teman-teman menunggu di depan pintu gerbang sekolah. Ada juga yang temanku yang memih untuk jajan. Pada jam 11.30 WIB, para wali murid kelas VII segera memasuki ruangan yang sudah ditentukan. Teman-temanku banyak yang memilih menunggu di depan ruangan untuk mengetahui siapa yang menjadi juara kelas. Tetapi aku memilih untuk menunggu bersama temanku di depan pintu gerbang sekolah. Di depan pintu gerbang sekolah, aku melihat temanku sedang menangis, yaitu adalah Alifah. Aku segera menghampiri temanku Erva dan bertanya kepada Erva: “Mengapa Alifah menangis?, tanyaku kepada Erva. “Karena rangking Alifah turun semula rangking 1 paralel sekarang menjadi rangking 3 paralel”, kata Erva.

Kemudian aku diajak Alifah untuk ke kamar mencuci mencuci muka agar tidak kelihatan menangis. “Al, aku sudah tau pasti aku tidak rangking 1 paralel karena nilaiku dengan Dias hanya berbeda sedikit”, kata Alifah. “Ya sudah tidak apa-apa lain kali kan kamu bisa menjadi juara kelas lagi”, kataku sambil menenangkan Alifah. Lalu kami berdua kembali lagi ke ruangan untuk melihat para wali murid yang sedang mengantri mengambil para siswa-siswi kelas VII. Kemudian aku meninggalkan teman-temanku karena ibuku sudah keluar.

Di tengah perjalanan, ibu berkata kepadaku, “Tadi Bapak Kepala Sekolah bilang bahwa baju batik dan baju OSIS akan diganti yang baru, bagi kelas VII disuruh membayar pembangunan lapangan aula  seikhlasnya”, kata ibu. “Biayanya berapa bu,” tanyaku. “Ibu belum tahu karena belum diumumkan,” kata ibu. Sesampainya di rumah aku segera mengambil tasku yang berada di kamar. Kemudian aku segera makan siang karena jam sudah menunjukkan pukul 12.30 WIB. Lalu aku diantar oleh ibu dan adikku menuju ke sekolah, setelah kami sudah sampai di sekolah aku segera meletakkan tasku di sebelah teman-temanku. Sedangkan ibu dan adikku sedang menunggu di depan kantor guru. Kemudian aku segera berkumpul karena ada bunyi peluit tanda perintah untuk berkumpul.

Pada waktu berkumpul ada yang ingin bertukar bis denganku. Setelah berkumpul aku segera menuju bis nomor 13 karena tadi aku telah setuju untuk bertukar bis dengan temanku Oktiya. Setelah kami semua sudah memasuki bis masing-masing, kami segera berangkat. Di tengah perjalanan kami bercerita, bercanda, dan bernyanyi dengan salah satu kakak purnayuda dengan riang gembira. Di tengah perjalanan, bis nomor 13 ketinggalan, lalu kami menunggu bis nomor 13. Di dalam bis nomor 13 ada kakak purnayuda dan kakak pembina pramuka. Setelah menunggu selama beberapa menit akhirnya bis itu muncul juga. Kami segera menyusul dari belakang karena bis nomor 13 sudah mendahului kami.

Di dalam bis kami bercanda, bercerita dan bernyanyi kembali. Setelah menunggu cukup lama akhirnya pada jam 15.00 WIB, aku segera mengsms ibu bahwa aku sudah sampai di Bumi Perkemahan  kami sampai dan kami segera mengambil tas kami dan segera turun dari bis. Kami semua disuruh oleh kakak pembina pramuka yaitu Pak Suminto untuk berkumpul dahulu. Saat berkumpul aku melihat banyak temanku yang muntah saat tadi berada di dalam bis. Setelah berkumpul kami segera berjalan menuju tempat yang sudah ditentukan. Setelah kami semua sampai kami segera mendirikan tenda dan menggelar tikar satu per satu. Setelah semua sudah siap aku, Niken, dan Pavenny pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Di kamar mandi airnya sangat dingin sekali, kemudian kami bertiga pergi ke sungai di belakang tenda temanku, Kami bertiga bermain air.

Setelah kami bermain air di sungai. Kami membeli makanan dan memakan makanan itu di dalam tenda kami bersama teman kami satu tenda. Pada malam harinya aku dan teman-temanku bergantian untuk sholat di dalam tenda. Setelah itu ada panggilan untuk pinru dan wapinru per regu untuk segera mengambil nasi bungkus untuk makan malam. Kemudian Erva dan Gita segera mengambil makanan itu ke tenda kakak pembina. Setelah Erva dan Gita datang kami segera membagikan makanan itu satu per satu dan kemudian kami makan bersama-sama.

Setelah makan malam ada salah seorang temanku yang menyalakan api unggun. Banyak temanku yang memilih untuk keluar dari tenda untuk menghangatkan badan di depan api unggun karena di sana sangat dingin kalau tidak di depan api unggun. Pada jam 19.30 WIB kakak inti tiba-tiba datang membawa informasi bahwa mereka akan mengajari menyanyikan lagi saat berpisah untuk besok saat kegiatan upacara. “Dik, kakak ke sini mau mengajari kali lagu Saat Berpisah,” kata kakak inti. “Lagunya bagaimana?” tanya salah seorang temanku. “Nanti kakak nyanyikan, tolong dicatat karena nanti kita akan nyanyikan bersama,” kata kakak inti. “Ya”, jawab kami serempak. Kemudian kakak-kakak inti itu menyanyikan lagunya secara perlahan-lahan agar kami bisa menirukan dan bisa mencatat lagu itu.

Setelah kami semua sudah mencatat lagu itu kami segera menyanyikan lagu itu.

Saat Berpisah

Sudah tiba saat berpisah

Pisah hanya di lahirnya

Di hati kita tetaplah satu

Karena Trisatya ku satu

Dalam hati kita tetap ingat

Pada Dasa Dharmaku

Pun tak lupa aku bersyukur

PadaMu Tuhanku yang Luhur.

Kami bernyanyi bersama kakak inti dengan riang gembira. Pada jam 20.00 WIB kakak inti segera berpamitan ke tenda karena semua sudah bisa menyanyikan lagu “Saat Berpisah”. Kemudian setelah bernyanyi banyak sekali temanku yang keluar lagi untuk menghangatkan badan lagi di depan api unggun. Sekitar jam 22.00 WIB kami disuruh oleh kakak pembina pramuka untuk tidur agar besok bisa bangun pagi untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.

Keesokan harinya kami disuruh oleh kakak pembina pramuka untuk bangun dan segera melaksanakan sholat Subuh, mandi, dan segera berganti pakaian baju wisata Tawangmangu. Aku dan temanku, yaitu Pavenny segera bergegas pergi ke kamar mandi untuk berganti baju dan juga mandi pagi. Di sana kami berdua harus mengantri dahulu karena banyak siswa-siswi sekolah lain yang mengantri di kamar mandi untuk mandi. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya antriannya sudah selesai. Kami pun bergantian untuk berganti baju. Aku pun segera masuk dan segera berganti baju dan kemudian Peny yang masuk untuk berganti baju. Setelah berganti baju kami berdua segera menuju tenda untuk membersihkan dan merapikan peralatan mandi dan peralatan tidur.

Pada jam 07.00 WIB kakak pembina pramuka mengumumkan untuk segera berkumpul karena akan ada kegiatan senam simaphore. Setelah jam 07.30 WIB kami semua sudah berkumpul dan tidak ada lagi yang berada di tenda. Senam pun sudah dimulai dan mulai segera mengikuti contoh gerakan kakak inti. Pada saat senam banyak sekali yang salah gerakannya. Aku pun juga ikut salah karena lupa gerakan senamnya. Setelah jam 08.30 kami disuruh oleh kakak pembina pramuka untuk berkumpul/beristirahat di tenda masing-masing. Sedangkan bagi pinru dan wapinru per regu disuruh segera mengambil nasi bungkus di tenda kakak pembina untuk sarapan pagi. Kemudian kakak pembina mengumumkan kepada para peserta penyerah dan penerima tongkat estafet kepemimpimpinan disuruh berkumpul karena akan diadakan kegiatan latihan serah terima tongkat estafet kepemimpinan beserta para peserta upacara juga disuruh berbaris rapi untuk menyaksikan latihan itu. Aku pun bersama teman-temanku berkumpul untuk latihan upacara serah terima tongkat estafet kepemimpinan.

Pada jam 09.15, kami disuruh oleh kakak inti untuk membawa tas kecil dan segera berkumpul karena akan ada kegiatan jalan-jalan ke Grojogan Sewu. Kami melewati alas-alas, melewati jalan menanjak dan menurun. Beberapa kali tali sepatu lepas dan aku pun harus segera membenarkannya karena kalau tidak segera dibenarkan nanti sewaktu melanjutkan perjalanan aku akan jatuh. Pada saat berjalan aku sempat terjatuh untung ada temanku yang membantuku untuk berdiri. Sekitar jam 09.50 WIB kami telah sampai di tempat Air Terjun Tawangmangu. Disana, aku sangat kagum dengan pemandangan air terjun, aku sempat memfoto kemudian aku berjalan-jalan lagi ke tempat yang lain bersama temanku Pavenny. Aku bersama Pavenny pergi ke kamar mandi. “Pen, yuk kita ke kamar mandi dulu karena aku mau cuci muka,” kataku. “Yuk, aku juga mau cuci muka,” jawab Peny. Lalu kami segera bergegas menuju ke kamar mandi.

Di sana aku harus mengantri karena banyak sekali anak yang berganti baju sehabis berenang tadi. Setelah dari kamar mandi aku dan Peny pergi ke sebuah toko untuk membeli baju. Di toko itu banyak kakak-kakak inti yang juga sedang membeli baju. Di samping toko itu ada sebuah kolam renang. Di sana banyak sekali temanku yang berenang. Setelah memilih-milih baju akhirnya dapat juga dan setelah membeli baju aku dan Peny dipanggil oleh temanku ternyata temanku mengajak kami berdua untuk berenang. Peny pun ikut berenang sedangkan aku menolak karena rok yang aku pakai akan dipakai untuk upacara serah terima tongkat estafet kepemimpinan walaupun banyak temanku yang memakai rok pramuka itu untuk berenang. “Al, yuk kita berenang bersama-sama,” ajak Rosita. “Enggak ah nanti rokku basah. Kan nanti roknya untuk upacara serah terima estafet kepemimpinan,” jawabku. Lalu aku menunggu temanku yang sedang asyik berenang di tepian kolam renang. Tiba-tiba kakak pembina pramuka mengumumkan agar kami berkumpul di atas, di sebelah parkiran, aku bersama Pavenny, dan Alifah segera menuju tempat penitipan sepatu dan tas. Kemudian kami segera melewati jembatan dan mencuci kaki di pancuran air di dekat air terjun. Lalu kami segera memakai sepatu dan segera berlari menuju ke atas. Di atas aku melihat teman-temanku banyak yang membeli oleh-oleh, asesoris, dan baju. Aku pun juga membeli lagi untuk oleh-oleh adikku. Setelah itu aku dan Penny melanjutkan perjalanan. Aku melihat botol minuman temanku diambil oleh monyet dan dia pun sangat terkejut dan berlari. Kemudian setelah sampai di parkiran kami semua disuruh berkumpul dan menghitung jumlah anggota per regu kalau mungkin ada yang masih ketinggalan. Setelah semua sudah lengkap kami disuruh pulang ke Bumi Perkemahan di Sekipan, Kalisoro, Tawangmangu. Kami semua melewati jalan yang menanjak dan menurun, tetapi kami melewati jalan raya.

Pada jam 12.00 WIB kakak pembina pramuka mengumumkan agar para siswa berganti pakaian pramuka karena akan ada kegiatan upacara serah terima tongkat estafet kepemimpinan. Aku bersama Pavenny menaruh tas di tenda dan segera ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian pramuka. Untungnya di sana tidak mengantri dan aku pun segera bergantian dengan Pavenny. Setelah kami bersiap-siap/berganti baju, terdengar bunyi peluit tanda akan segera dilaksanakan kegiatan upacara serah terima tongkat estafet kepemimpinan. Sekitar jam 13.00 WIB kami semua sudah bersiap dan berbaris. Setelah kami semua sudah berbaris upacara segera dimulai. Satu persatu acara dilaksanakan acara yang kutunggu-tunggu akhirnya muncul juga yaitu adalah serah terima tongkat estafet kepemimpinan. Para penyerah tongkat estafet kepemimpinan datang untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan. “Kami serahkan tongkat estafet kepemimpinan untuk diteruskan”, kata ketua penyerah tongkat estafet kepemimpinan dan diikuti anggota penyerah tongkat estafet kepemimpinan. “Kami terima tongkat estafet kepemimpinan siap diteruskan”, kata ketua penerima tongkat estafet kepemimpinan.

Setelah itu penyerah tongkat estafet kepemimpinan kembali ke tempat dan dilanjutkan acara berikutnya. Kemudian seusai kegiatan upacara kami semua disuruh kembali ke tenda untuk beristirahat. Tiba-tiba kakak pembina mengumumkan bahwa pinru dan wapinru disuruh segera berkumpul untuk mengambil nasi bungkus untuk makan siang. Kemudian Erva dan Gita segera mengambil makanan itu di tenda kakak pembina. Setelah Erva dan Gita datang kami segera membagikan makanan itu satu per satu dan kemudian kami makan siang bersama-sama.

Setelah makan siang kami beristirahat sampai malam. Pada jam 18.05 WIB kami disuruh kakak pembina untuk sholat Maghrib dan pengumuman selanjutnya adalah agar masing-masing pinru dan wapinru segera mengambil nasi bungkus untuk makan malam. Temanku Erva dan Gita segera pergi untuk mengambil bungkusan nasi itu. Kemudian kami semua makan malam bersama-sama sambil bercanda dan bercerita tentang kesibukan kemah di Tawangmangu. Setelah makan aku bersama teman-temanku menyalaka api unggun bersama. Sampai pukul jam 24.00 WIB kami masih menghangatkan badan sambil bercerita . Sekitar pukul 24.01 WIB kami segera masuk tenda masing-masing. Di dalam tenda terdengar suara kakak purnayuda yang sedang bernyanyi dengan riang gembira. Mereka juga bilang agar kami disuruh tidur karena besok akan diadakan kegiatan jalan-jalan pagi.

Pada jam 01.00 WIB, aku dan temanku baru bisa tidur. Pada jam 04.00 WIB aku dibangunkan oleh temanku. “Al, ini sudah jam 05.00 WIB lho”, kata Riza. Aku dengan temanku segera bangun tapi ternyata masih jam 04.02 WIB, perasaanku pun sedikit jengkel karena dia hanya menipuku. Sekitar jam 05.00 WIB, kamu semua disuruh bangun dan segera melaksanakan sholat Subuh. Setelah semua sudah melaksanakan sholat subuh kakak pembina pramuka mengumumkan lagi untuk segera bergantian pakaian wisata dan segera berkumpul. Aku bersama Niken pergi ke kamar mandi untuk berganti baju wisata.

Di kamar mandi banyak sekali yang mengantri untuk ganti baju dan mandi. Aku bersama Niken bergantian untuk ganti baju dan mandi. Setelah semua siswa sudah memakai seragam wisata Grojogan Sewu kami segera berkumpul per regu dan melaksanakan kegiatan jalan-jalan. Di tengah perjalanan banyak sekali kakak inti dan teman-temanku yang digigit lintah. “Hati-hati dik, Awas lintah!” kata salah seorang kakak inti. Pada saat perjalanan aku sempat terpeleset karena jalannya licin akibat hujan tadi malam. Setelah memakan waktu 30 menit kami sampai juga di air terjun. Tapi air terjun ini sangat berbeda. Ini adalah air terjun kecil di sana temanku ada yang bermain air. Sekitar 5 menit kami melanjutkan perjalanan lagi. Tiba-tiba kakak inti ada yang digigit lintah. Kakak inti itu namanya Mbak Aida. Setelah sampai di tenda, luka kakak inti dan teman-temanku diobati oleh kakak pembina. Kemudian kami disuruh beristirahat sejenak, lalu kakak pembina mengumumkan agar para pinru dan wapinru per regu segera mengambil nasi bungkus untuk sarapan pagi. Temanku Gita dan Erva beserta para pinru dan wapinru segera mengambil nasi bungkus untuk sarapan pagi. Setelah Gita dan Erva datang mereka segera langsung membagi nasi bungkus itu satu per satu. Lalu kami makan bersama dengan lahapnya. Kemudian kakak pembina mengumumkan agar kami semua membersihkan daerah sekitar tenda yang kotor akibat bungkusan jajanan yang dibuang sembarangan. Dan setelah kami membersihkan daerah sekitar tenda kami disuruh bersiap-siap untuk pulang. Kami semua segera membersihkan sekitar tenda, ternyata di sekitar tenda banyak sekali sampah-sampah yang berserakan.

Segera kubersihkan dan kukumpulkan sampah itu. Setelah itu kami mengambil tas masing-masing, dan kemudian melipat tikar dan melipat tenda. Kemudian kami berkumpul dan sambil menunggu bis. Setelah satu per satu datang segera kami naik dan segera pulang menuju sekolah. Di dalam bis nomor 12 tidak seperti waktu berangkat kemarin kami semua tertidur karena kecapekan dan di tengah perjalanan aku terasa ingin mual karena perutku dari tadi sakit. Tapi aku berusaha untuk tidur tetapi tidak bisa. Lalu aku ngobrol dengan temanku. Di tengah perjalanan, aku meng-sms ibu agar segera menjemputku di sekolah. Pada jam 11.00 WIB aku telah sampai di sekolah. Aku segera turun dan duduk bersama temanku di depan kantor. Kemudian aku melihat kakakku di sebelah kelasnya. Ternyata hari ini adalah jadwal piketnya. Setelah menunggu beberapa menit, ibuku datang dan aku pun langsung menghampiri ibu dan meletakkan tasku di atas sepeda motorku. Lalu kami segera pulang. Di tengah perjalanan aku dan ibu mampir ke warung bakso untuk makan siang. Setelah makan siang, aku dan ibu segera pulang ke rumah. Di rumah aku segera turun dan mengambil tasku dari sepeda motor da membereskan semua barang-barangku. Setelah itu, aku mandi dan beristirahat.

Perkemahan kali adalah perkemahan yang sangat menegangkan dan menyenangkan. Beberapa minggu kemudian foto-foto pada saat kemah wisata di Sekipan, Kalisoro, Tawangmangu dipasang di majalah dinding sekolahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s