Tidak Boleh Menyesal

Posted on Updated on

Sekarang, dia sudah lulus SMK ternama di Kabupaten Sukoharjo. Beberapa waktu lalu bertemu dengan saya. Dia bercerita banyak hal setelah lulus dari SMK. Kebetulan saya adalah salah satu guru mengajar di sekolah tersebut.

Dia curhat, “Saya pergi ke Kediri beberapa waktu lalu, pak. Saya merasa iri kepada warga di desa tersebut. Dari anak-anak sampai kakek-kakek/nenek-nenek bisa ngomong bahasa Inggris. Dibandingkan dengan saya yang sudah lulus SMK jauh di bawahnya kemampuan bahasa Inggrisnya. Mereka mahir speaking English.” Kurang lebih seperti ini curhatnya kepada saya.

Tanggapku, “Bapak pernah dengan informasi tempat itu.”

Dia melanjutkan curhatnya, “Saya merasa menyesal sekali. Saat aku sekolah di SMK malas, jarang memperhatikan penjelasan guru. Bahkan aku acuh mendengarkan contoh speakingnya. Pada saat itu, pikirku apa gunanya mahir bahasa Inggris. Aku kan anak SMK. Yang penting adalah kemampuan teknik produktifnya.”

Saya pun merespon, “Bapak senang mendengarnya. Alangkah baiknya jikalau adik-adik kelas kamu menyadari akan hal itu, pasti mereka akan lebih serius belajarnya.”

Tak perlu menyesali kalau kita belum mahir speaking English. Yang penting, kita memperbaiki kealfaan kita itu. Kemudian melakukan perbaikan. MENYESAL saja tidak cukup. PERLU ada aksi PERUBAHAN SIKAP, tegasku padanya.

Itu adalah catatan curhat dari murid saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s