Merayakan Kelulusan Sekolah

Posted on Updated on

Coret-coret baju, mewarnai rambut, dan naik motor dengan suara keras di jalan sepertinya sudah mendarah daging di benak siswa-siswi yang merayakan kelulusan sekolahnya. Meskipun, pihak sekolah sudah mengingatkan siswa-siswinya untuk bergembira (bersyukur) dengan cara lain, misalnya: mengumpulkan baju untuk disumbangkan, mengadakan bakti sosial, dll. ternyata pesan itu diabaikan. Mendengar cerita dari beberapa orang, para siswa beralasan, “Ini kan hanya kali ini saja.”, “Yang penting tidak mengganggu kamu.”, “Nggak setiap hari kok. Cuma hari ini saja.”, dan seterusnya.

Itu adalah salah satu gambaran perayaan kelulusan. Namun ada yang unik. Ternyata ada sekelompok anak yang merayakan kelulusan dengan cara yang bersepeda keliling (sepeda onthel) di sekitar sekolah dengan berboncengan. Walaupun masih diwarnai dengan aksi coret-coret baju. Tapi, ini lebih baik daripada gambaran yang pertama tadi, sudah corat-coret baju dan rambut ditambah membunyikan motor dengan suara yang keras. Yang suaranya mengganggu ketenangan suasana. Aksi naik sepeda justru menjadi pusat perhatian masyarakat. Mereka dengan penuh kesederhanaan merayakan. Tapi, apa karena mereka tidak punya sepeda motor, ya? Yang penting baik sangka saja.

Selain aksi naik sepeda motor dan sepeda onthel, ada juga merayakan kelulusan dengan aksi foto-foto setelah mereka mencoret-coret baju dan rambut. Ada yang berfoto bersama teman-teman sekolah, foto dengan teman dekat (pacar), dan lain sebagainya. Yang ekstrim adalah berfoto dengan pose yang hot, menggoda, panas, porno, terutama para siswi. Sungguh memprihatinkan.

Kelulusan sekolah bukanlah akhir dari segalanya. Justru itu adalah awal dari hidup untuk memulai dunia kerja, masyarakat secara langsung. Karena biasanya hari-hari para siswa menghabiskan waktu dengan sekolah. Seharusnya siswa merayakan kelulusan dengan cara-cara yang wajar. Dan bersiap untuk terjun ke dunia kerja atau masyarakat.

Lain kali kalau mau merayakan kelulusan yang DAMAI ya. Peace!!!

Daripada bajunya dicoret-coret, kumpulin saja untuk disumbangin ke orang-orang atau ke masyarakat yang kurang mampu. Masih ada banyak orang yang nggak sekolah lho.

Setuju????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s