Belajar dari Kejahatan dan Kebaikan

Posted on

Suatu hari di dalam sebuah kelas ada pertanyaan dari salah satu seorang murid kepada sang guru.

“Pak, apa kita harus diam saja kalau ada orang lain yang bertindak jahat (menjahati) kepada kita?”

Guru menjawab, “Betul. Kita tidak boleh diam saja.”

Siswa berargumen, “Berarti kalau ada orang lain yang menjahati saya, saya boleh membalasnya dengan menjahatinya pula, pak.”

Guru menjelaskan, “Tidak demikian. Maksud saya, kamu tidak boleh diam ketika dijahati orang lain bukan berarti kamu membalas orang tersebut dengan menjahatinya. Kamu tidak diam dengan cara mendoakannya, merenungkan kalau dijahati orang lain itu tidak enak, mengingatkannya agar dia sadar kalau perbuatannya itu menyakiti orang lain. Kalau kamu membalas dengan kejahatan berarti kamu sama halnya dengan orang yang berbuat jahat tersebut dong. Kalau kamu bisa memposisikan demikian kan enak. Coba bayangkan, kalau berbuat baik, kan lebih enak. Banyak teman, didoakan, disukai, disanjung, dll. Sekarang tinggal pilih tuh. Pilih bertindak JAHAT atau BAIK.”

Renungkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s