3 Obrolan Menjelang Pilgub Jateng 2013

Posted on Updated on

Adalah sebuah cerita di tengah masyarakat menjelang Pemilihan Umum Gubernur Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2013. Ada 3 pasangan Calon Gubernur Provinsi Jawa Tengah, yaitu 1. HP-DON, 2. BISSA (Bibit), dan 3. GANJAR-HERU (GARU).

3 pasangan

Kebetulan menjelang Pilgub Jateng 2013 saat itu adalah musim panen padi di sekitar tempat tinggal saya. Lalu apa hubungannya panen padi dengan Pilgub Jateng 2003? Karena cerita yang pertama ini berasal dari buruh tani panen padi. Candaan masyarakat menjelang Pilgub adalah:

1. Sawahe diGARU. Terus diwenehi BIBIT. Iso panen. Terus di nggo tuku HAPE. HAPE ne jiglok. Terus DON.

Arti dari candaan masyarakat ini adalah pasangan GARU adalah nomor 1, BIBIT nomor 2, dan HAPE-DON adalah nomor 3 untuk urutan kemenangan.

Dan ternyata hasilnya bisa kita lihat bersama kalau GARU memang menang pada Pilgub Jateng 2013 ini.

Di lain tempat untuk cerita kedua, adalah:

2. “Wong coblosan ora ono duwite we … mending kerjo oleh duwit.” Sambil guyonan seorang berpendapat di tengah-tengah perkumpulan.

Arti dari penggalan cerita kedua ini adalah Pemilihan ini, kita tidak dapat uang. Lebih baik kerja dapat duit.

Dari penggalan cerita kedua ini memang sudah terbukti. Di beberapa TPS yang berada desa tempat tinggal saya, Hampir setiap TPS hanya + 50% pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Menurut berita acara dari TPS banyak warga masyarakat yang berada di luar kota, sedang bekerja. Kalaupun tidak sedang kerja di luar kota, masyarakat ada di rumah tapi tidak menggunakan hak pilihnya di TPS.

3. “Masyarakat sudah bosan dengan coblosan. Setiap tahun masyarakat harus datang ke TPS untuk memilih wakil rakyat. Beberapa tahun lalu memilih presiden. Tahun berikutnya memilih bupati. Tahun lalu memilih kepala desa. Tahun ini memilih gubernur. Tahun depan memilih DPRD dan DPR. Tahun berikutnya memilih presiden. Tahun berikutnya memilih bupati. Tahun berikutnya lagi kepala desa. Setiap tahun coblosan untuk memilih wakil rakyat. Tapi wakil rakyat yang dipilih tidak dapat mewakili rakyatnya.”

Obrolan yang ketiga ini rasanya cukup berat bagi saya untuk menemukan artinya. Artinya silahkan Anda berpendapat sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s