Menjauhi Pengaruh Negatif

Posted on

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kedudukan manusia adalah sebagai makhluk sosial. Hal ini saya yakin sudah diketahui sejak belajar Ilmu Pengetahuan Sosial waktu SD. Mengingatkan kembali ingatan teman-teman pembaca bahwa makhluk sosial adalah makhluk yang saling membutuhkan. Membutuhkan untuk saling membantu dan berkomunikasi.

Namanya saja saling membantu dan berkomunikasi tentunya harus saling bertemu. Bertemu baik secara fisik maupun non fisik. Saat bertemu tersebut ada dua hal yang terjadi . Apa itu? Mempengaruhi atau terpengaruh. Ada pengaruh yang positif. Ada yang negatif. Kalau pengaruh yang memancar itu positif, aduh senangnya diajak kebaikan. Dapat kenikmatan, dapat pahala pula. Sebaliknya, bagaimana kalau pengaruhnya negatif? Saran saya, jadilah orang yang responsif terhadap pengaruh yang negatif. Apa responnya? Menjauh saja.

Agak berat mungkin penjelasan di atas. Gambarannya seperi ini: Suatu saat Anda sedang chatting dengan seorang teman di sebuah Social Media. Asyik banget tuh awalnya. Kemudian di tengah perjalan chatting Anda merasakan kalau teman chatting Anda rupa-rupanya mengajak untuk berbuat sesuatu yang tidak baik (pengaruh negatif), menurut pandangan umum, agama, masyarakat, dan Anda. Responsif. Langsung saja tinggalkan percakapan dalam chatting dengan teman Anda tersebut. Bila dirasa kurang sopan, kasih saja alasan kalau Anda mau ini, mau itu, atau ada acara jadi harus off dulu.

Contoh lainnya, Anda bertemu teman kerja di sela-sela waktu istirahat jam kerja. Saling menyapa, bertanya kabar, menceritakan apa yang telah terjadi, apa yang sedang terjadi, dan apa yang akan dilakukan. Senang banget pokoknya, asyik banget kalau bercerita dengan teman. Saking asyiknya kadang sampai lupa kalau-kalau dalam percakapan tersebut mulai membicarakan orang lain. Mulai membicarakan kebaikannya sampai keburukannya. Kalau percakapan Anda sudah sampai seperti ini, saran saya adalah sama dengan yang tadi saya sarankan di awal. Apa itu? Segera menjauhlah.

Kesimpulannya adalah pengaruh negatif yang akan memancar di sekitar Anda segeralah dijauhi. Maaf, bukan sok suci. Tapi, mengurangi pengaruh negatif yang dapat membuat diri ini buruk. Bukan begitu, saudara?

Semoga bermanfaat. Jika dirasa baik artikel ini, mohon sebarkan ke teman. Jika tidak, abaikan saja.

Jika teman-teman ingin berkomunikasi/ngobrol menebarkan virus positif ke segala pancaran silahkan hubungi saya di Facebook atau Twitter.

Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s