5 Cara Siswa Mencari Perhatian Guru

Posted on

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa salah satu indikasi keterampilan anak bisa dilihat dari daya kreatifitasnya. Berbicara KREATIFITAS anak di sekolah akan berbeda dengan di rumah. Kali ini, saya akan membagikan pengalaman saya di sekolah tentang salah satu perkembangan daya kreatifitas anak di sekolah. Saya menyebut anak di sekolah dengan SISWA.

Nah, kalau kita jeli dengan perilaku siswa-siswi kita di kelas/sekolah ya seperti ini:

  1. Datang TERLAMBAT. Kalau ada siswa yang datang terlambat 1 atau 2 kali dalam 1 bulan, ini masih bisa dikatakan wajar. Mungkin ada sesuatu yang menyebabkan datang terlambat. Entah bangun kesiangan atau ban motornya bocor. Lha ini, ada siswa yang bukan asal datang terlambat, tapi sering datang terlambat. 1 atau 2 atau 3 kali dalam 1 minggu. Bahkan pada hari-hari tertentu pasti siswa datang terlambat.
  2. Memakai SEPATU BEDA. Sudah menjadi aturan di setiap sekolah bahwa siswa-siswi WAJIB mengenakan sepatu berwarna hitam. Nah, ini ada siswa/siswi yang dengan sengaja memakai sepatu yang warnanya mencolok (beda) dari teman-temannya, sepatu hitam. Bukan karena tidak mampu beli sepatu hitam, lha sepatunya ini bermerek. Sekali memakai sepatu warna yang beda, kemudian diingatkan. Besoknya mau memakai sepatu hitam. Besoknya lagi pakai sepatu yang tidak hitam lagi. Ini adalah gejala siswa/siswi sedang mencari perhatian guru.
  3. Memakai KERUDUNG BEDA. Siswi memakai kerudung yang berbeda dari aturan yang sudah ditetapkan. Kemudian warnanya sangat mencolok. Misalnya, di sekolah ada aturan siswi memakai kerudung yang berwarna putih pada hari Senin sampai dengan Kamis. Namun, siswi tersebut memakai kerudung berwarna, biru/hijau/merah/jingga/dll.
  4. Baju tidak dimasukkan (DIKELUARKAN). Sering kita jumpai bila siswa-siswi tidak memasukkan bajunya. Mereka menunggu diingatkan gurunya. Setelah diingatkan baru dimasukkan. Kali lain sama, baju dikeluarkan lagi. Akan dimasukkan setelah diingatkan oleh gurunya.
  5. Memancing KEGADUHAN di dalam kelas. Saat guru mengajar siswa/siswi ini mengganggu temannya sedang konsentrasi pada penjelasan guru. Agar konsentrasi kelas pecah. Menunggui gurunya marah atau mungkin mengingatkan, “Siapa yang bikin gaduh?” Kemudian teman-temanya menyebutkan namanya.

 

Dari ke-5 cara siswa mencari perhatian guru di atas, guru diharapkan peka untuk tidak segera marah-marah kepada siswa atau siswinya, atau mungkin mungkin memberikan sanksi. Karena bisa jadi, itulah cara yang dipahami siswa kita untuk mencari perhatian gurunya. Padahal ada cara lain yang lebih baik untuk mencari perhatian guru, seperti: aktif di dalam kelas, selalu bersalaman dan menyapa guru saat bertemui di luar kelas, berusaha mendapatkan nilai baik di setiap tugas dan ulangannya, sering mengajukan pertanyaan, dan lain sebagainya. Boleh jadi, cara yang lebih tidak bisa atau belum dapat siswa lakukan.

Nah, sekarang tugas guru adalah bagaimana guru dapat memancing siswa untuk senantiasa melakukan cara-cara positif mendapatkan perhatiannya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s