Saya Lebih Ganteng Dibanding Pak A

Posted on Updated on

Pagi itu, saya sedang mengajar di kelas. Di tengah-tengah KBM berlangsung. Ada guru yang masuk kelas. Beliau adalah guru piket. Seperti biasanya memeriksa kehadiran (mengabsen) siswa setelah jam pertama.

Saya menyapa beliau dan menyampaikan bahwa ada 5 anak yang tidak hari ini. Ada 3 siswa yang sakit dan 2 siswa tanpa keterangan.

Setelah selesai guru piket, sebut saja Pak A, mencatat siswa yang tidak hadir, beliau pamit.

Namun, apa yang terjadi?

Saat menuju pintu keluar dari kelas. Salah satu siswi memuji Pak A, “Pak A ganteng banget ya.”

Kemudian salah satu temannya menyangkalnya, “Ya nggak, Pak Darwoto (nama saya) lebih ganteng.”

Saya mendengarnya. Namun pura-pura tidak dengar.

Dan saya tidak tahu apakah Pak A mendengar apa yang diucapkan oleh salah satu siswi saya tadi.

Seandainya beliau mendengar. Mungkin beliau akan bangga, senang. Tapi, akan malu, minder (mungkin) setelah mendengar salah satu siswi tadi menyangkal.

Dari sepenggal kejadian di atas, kita bisa mengetahui bahwa siswa/siswi kita menyukai gurunya, Pak A dan Pak Darwoto (nama saya).

Namun, sepertinya rasa suka kepada guru yang seperti ini kurang tepat.

Kenapa demikian?

Apabila suka kepada guru dipandang dari fisik saja, sebut saja ganteng atau cantik rasanya kurang baik. Lalu, nanti bagaimana dengan bapak/ibu guru yang sudah agak tua. Maklum di sekolah tempat saya mengajar banyak yang sudah boleh dikatakan tua.

Perlu sesekali, guru menyampaikan kepada anak bahwa tidak baik, tidak bijak bila anak-anak suka dengan guru hanya dari penampilannya saja (ganteng/cantik).

Lebih baik, menyukai guru karena:

  1. Gaya mengajarnya.
  2. Penguasaan materinya.
  3. Humornya.
  4. Motivasinya.
  5. atau yang lainnya.

Buat teman-teman guru, kalau boleh saya memberikan saran. Jangan sampai teman-teman guru hanya mengandalkan penampilan saja, tetapi bisa memaksimalkan penguasaan materi, gaya mengajar, sense of humor, motivasi, atau mungkin yang lainnya yang bisa membuat siswa/siswi suka dengan Anda sebagai guru.

Buat siswa/siswi, hadirnya guru di kelas bukan seperti artis yang hanya bermodalkan wajah dimana bila dia ganteng atau cantik kemudian kamu suka dan apabila dia tidak sesuai yang kamu bayangkan/harapkan kamu membencinya. Ini tidak benar. Kenali gurumu. Ikuti gaya mengajarnya. Tangkap/serap ilmu dan motivasinya

Semoga tulisan ini bisa memberikan pencerahan pada semua pembaca. Bukan bermaksud untuk menggurui. Namun sekedar memberikan gambaran pengalaman guru.

One thought on “Saya Lebih Ganteng Dibanding Pak A

    Rullah said:
    13 November 2014 at 08:41

    Biasanya karena guru itu santai dan cara mengajarnya enak😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s