Ikut Sholat, Pa

Posted on

TERCENGANG. Adalah perasaanku sore itu. Saya pamit sholat ke masjid pada istriku tercinta yang baru saja selesai menyuapi jagoan kecilku, Galang. Istriku menjawab salamku. Tak ku kira, tak ku sangka, Galang meminta ijin padaku untuk ikut saya ke masjid. Padahal, biasanya Galang menolak ketika saya ajak sholat di masjid. Saya langsung mengambil keputusan cepat, “Ayo dik, cepet.” Tak menyadari kalau sebenarnya Galang masih memakai celana pendek. Dalam hati, saya berucap, “Ora opo-opo, sing penting gelem sholat ning mesjid dhisik.” Dan saya tidak mau memintanya memakai celana panjang dulu, takut kalau dia berubah pikiran.

DSC00693

Saya belum tahu boleh atau tidak bila anak yang berusia 6 tahun sholat masih memakai celana pendek. Yang penting anak saya mau sholat ke masjid dulu. Setelah terbiasa sholat ke masjid baru saya arahkan untuk memakai celana panjang atau sarung.

Sebelumnya, Galang selalu menolak ketika saya ajak sholat ke masjid. Kalaupun dia mau ikut itu karena saya paksa, saya janjikan sesuatu, dan lain sebagainya.

Sebenarnya sudah lama saya mengajak Galang sholat ke masjid. Kalau tidak salah ketika dia baru berusia 3 tahun. Tetapi, dia belum bisa rutin sampai saat ini, di usianya yang ke-6.

Di setiap do’a saya meminta Allah untuk diberi kemampuan agar bisa mendidik anak saya dan dibukakan pintu hati anak saya, agar saya bisa membimbingnya.

Dan sore itu, Allah memberikan jawaban atas doa saya selama ini. Semoga saya bisa membimbing anak saya menjadi anak yang sholeh, pintar, dan baik kepada siapa saja. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s