Ketika Disakiti/Dikecewakan

Posted on

Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula). (Ar-Rahman: 60)

Ayat di atas inilah yang menjadi pengobat hati saya ketika saya disakiti/dikecewakan oleh orang lain. Kok bisa begitu? Iya. Hati ini menjadi gelisah, gundah, pikiran ini mencoba menemukan jawaban kenapa saya diperlakukan seperti itu, disakiti/dikecewakan.

Mencoba memahami ayat di atas, ketika saya berbuat baik kepada orang lain, maka saya akan mendapatkan perbuatan yang baik dari orang lain. Kemudian, saya berpikir yang sebaliknya. Pasti, kalau saya berbuat yang tidak menyenangkan hati orang lain berarti saya akan mendapatkan balasan yang serupa. Kurang lebih makna ayat di atas demikian.

Awalnya, ketika saya disakiti/dikecewakan oleh orang lain yang saya lakukan adalah marah, ingin segera membalasnya. Beberapa hari yang lalu, saya membaca surat Ar-Rahman dan kemudian membaca terjemahannya. Dan ketemulah saya pada ayat 60 ini. Saya berhenti dan mencoba memahami sebisa saya.

Kemudian saya meyakini hal itu. Bahwa ketika saya berbuat baik kepada orang lain maka saya akan mendapatkan kebaikan pula. Dan ketika saya berbuat yang tidak baik maka saya akan mendapatkan perlakuan yang sama. Jadi, ketika saya disakiti/dikecewakan oleh orang lain, saya tidak boleh buru-buru memarahi, membalas orang lain. Mungkin saya dulu pernah menyakiti/mengecewakan orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s