Ketika Guru Sibuk dengan Administrasi Pembelajaran

Posted on

Tugas utama seorang guru ada tiga, yaitu: menyiapkan, melaksanakan, dan mengeveluasi pembelajaran. Iya, ada tiga. Cuma tiga? Itu adalah tugas utamanya, belum yang lain kalau guru mendapat tugas tambahan, seperti: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua program studi, wali kelas, dan lain sebagainya. Jadi, pada akhirnya tugas guru itu banyak.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin fokus di tugas utama seorang guru. Seperti yang disebutkan di atas adalah menyiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Betul. Tugas utama cuma tiga, tapi di dalam masing-masing tugas utama tersebut sangat banyak. Tugas utama guru yang pertama adalah menyiapkan pembelajaran. Guru wajib menyusun program tahunan, program semester, menentukan KKM, dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) berdasarkan silabus dan kalender pendidikan.

Tugas yang kedua adalah melaksanakan pembelajaran. Guru harus hadir di kelas untuk mengajar. Dimulai dari kegiatan awal atau pendahuluan, dilanjutkan kegiatan inti, dan kegiatan akhir atau penutup. Dimana hal ini memerlukan keterampilan tersendiri yang tidak bisa semua orang bisa melakukannya dan harus tercatat dalam RPP yang telah dibuat sebelumnya. Dengan kata lain, guru mengajar sesuai dengan RPP yang telah dibuat sebelumnya. Istilah kerennya adalah kerjakan apa yang kamu tulis.

Ketiga adalah mengevaluasi pembelajaran. Guru mengadakan ulangan setelah materi disampaikan. Guru menyusun kisi-kisi ulangan dan soal ulangan, menggandakan soal, melaksanakan ulangan, mengoreksi, menganalisis, dan melaporkan.

Bagi guru profesional ketiga tugas utama di atas harus terpenuhi. Semua yang dilakukan oleh guru dalam tiga tugas utama tersebut harus tercatat rapi dalam administrasi guru.

Mungkin karena terlalu banyaknya rincian tugas ini atau belum memahami betul membuat administrasi guru ini akan menjadi tugas yang terasa berat dan setiap hari sibuk membuat administrasi.

Salah satu akibat dan sibuknya guru membuat administrasi mengajar, guru lupa dengan tugas lain yaitu harus senantiasa meng-upgrade diri dengan membaca, melatih diri tentang metode dan model pembelajaran yang menarik. Karena guru berusaha membuat administrasi yang lengkap tapi pembelajarannya biasa-biasa saja. Yang parah adalah siswa menjadi korbannya, tidak maksimal menguasai ilmu dalam mata pelajaran yang diajarkan oleh gurunya.

Sebagai renungan bersama, mari kita senantiasa berusaha menjadi guru professional. Melaksanakan tugas utama dan meningkatkan nilai diri agar siswa kita bisa meneruskan cita-cita mulia negeri tercinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s