Siapapun Bisa Jadi Pahlawan

Posted on Updated on

Membaca judul tulisan saya hari ini benar adanya. Siapapun bisa jadi pahlawan. Anda, saya, maupun mereka bisa jadi pahlawan. Lho, kok begitu? Menurut Kamus Bahasa Indonesia, pahlawan memiliki arti orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Simpel saja. Intinya berani berkorban untuk membela kebenaran.

Kebenaran bisa disandingkan dengan kebaikan. Nah, tentunya mudah membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Lalu, bagaimana biar bisa jadi pahlawan? Ya, eksyen saja dalam melakukan kebaikan.

Tak jarang saya maupun Anda sering menggunakan fasilitas umum, seperti toilet. Ketika kita masuk dalam toilet itu kondisinya baik, tidak bau, alias bersih. Apa yang akan kita rasakan? Tentunya senang dan nyaman menggunakan toilet itu.

Sebaliknya, bila toiletnya kotor, bau. Kita jadi was-was, tidak nyaman menggunakan toilet itu untuk buang air. Salah-salah terkena kuman-kuman jahat.

Toilet Kotor
Ilustrasi diambil dari https://mahayanthi.wordpress.com/2013/11/15/toilet-kotor-polsek/

Melihat kondisi ini, kita bisa eksyen untuk jadi pahlawan. Luangkan waktu kurang lebih 5 menit untuk membersihkan toilet itu. Ambil air. Siram beberapa kali. Bila ada sikat, langsung sikat lantai atau kloset yang kotor. Siram lagi.

Mudah banget kan? Saya bisa. Anda pasti juga bisa. Ayo kita mulai dari yang yang sederhana.

Pasti, ada teman yang bilang, “Ah, sok pahlawan.” Sudahlah, nggak perlu cari alasan.

Saya jawab, “Tidak. Tidak salah. Alias benar. Jawaban Anda benar-benar tidak salah.”

Lebih baik jadi “sok pahlawan” daripada membiarkan toilet yang kita gunakan untuk buang air kondisinya kotor. Lebih-lebih menyempatkan untuk ambil gadget dan mem-foto kondisi toilet itu. Lalu, Anda menyebarkan ke media sosial. Kemudian banyak orang mengomentari gambar itu. Paling parah bila komentarnya menyalahkan orang lain, tukang bersih-bersih toilet. Dan akhirnya timbul masalah baru.

Kenapa Anda memilih menyebarkan keburukan orang lain? Kan, lebih baik itu menutupi keburukan itu. Kalau kita mau menutupi keburukan orang lain, Allah akan menutupi keburukan kita di hadapan orang lain.

Pahlawan yang kita kenal, Jenderal Sudirman pernah berpesan bahwa, “Kejahatan akan menang, jika orang yang benar tidak melakukan apa-apa.”

Bila kita renungkan pesan Jenderal Sudirman, kita yang tahu sesuatu itu buruk kemudian kita membiarkannnya maka keburukan itu akan menang. Sebaliknya, bila kita melakukan sesuatu, biarpun kecil, akan memberikan manfaat bagi sekitar kita.

Selamat Hari Pahlawan Tahun 2015. Marilah menjadi pahlawan dimanapun kita berada.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s