Mengenang Jasa Guru di Hari Guru Nasional Tahun 2015

Posted on

25 November merupakan hari yang istimewa. Tentunya sudah banyak yang tahu ada apa pada hari itu. Setiap orang yang pernah berhubungan dengan sekolah pastilah mengetahui tentang hari itu. Iya, benar sekali. Hari itu adalah Hari Guru Nasional.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 19 November 2015, saya mencari pedoman peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2015 di internet. Hasilnya saya menemukan file Pedoman HUT PGRI yang ke-70 dan Hari Guru Nasional. Pada bagian pendahuluan saya membaca sebuah sejarah singkat tentang PGRI yang merupakan organisasi guru yang diakui di Indonesia. Tepatnya pada tanggal 25 November 1945, seratus hari setelah Indonesia merdeka, di Surakarta, Jawa Tengah, puluhan organisasi guru berkongres, bersepakat, berhimpun dan membentuk satu-satunya wadah organisasi guru, dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Sebagai penghormatan kepada guru dan PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI secara bersama-sama.

Seperti yang pernah saya alami sendiri saat sekolah dulu. Saya melihat guru-guru memiliki karakter yang tangguh. Selain memikirkan bagaimana menjaga keutuhan keluarganya, beliau masih harus menceredaskan dan siswa-siswinya di sekolah. Dalam mengajar, guru-guru yang saya temui mengajar dengan penuh semangat, ikhlas, dan tanggung jawab.

Selain mengajar guru juga mendidik. Menanamkan karakter yang baik. Tidak hanya pandai dalam akademik, namun juga santun dalam berperilaku.

Saya jadi teringat masa TK. Guru TK saya, Ibu Yayuk. Beliaulah yang mengajar dan membimbing saya untuk berani. Maklum saat TK, saya masih minta diantar dan ditunggui di sekolah untuk beberapa waktu.

Berlanjut ke SD, teringat dengan guru kelas 1 SD saya, Ibu Sulasih. Yang masih bisa saya ingat tentang beliau adalah memiliki fisik yang tinggi dan berhati sabar. Almarhumah Ibu Siti Sismiyati (Bu Sis) yang paling masuk ke hati saya hingga kini. Saya jadi berprestasi (sering masuk peringkat 10 besar) setelah diajar oleh beliau. Sebelumnya saya tidak pernah masuk peringkat 10 besar. Kemudian, Almarhum Pak Tugino (Pak Tug) yang mengajarkan kepada saya untuk senantiasa bersabar dan berbaik sangkat. Saya masih ingat dengan gayanya mengajar. Kemudian, Pak Rasipan (Pak Pan) saya jadi jago Matematika karena beliau. Alhamdulillah, beliau sekarang menjadi kepala sekolah.

Di SMP, guru yang paling kena di hati saya adalah Pak Bambang. Guru Biologi dan Pembina Pramuka. Beliau mengajar banyak hal kepada saya.

Di SMA, guru yang masih kena di hati adalah guru bahasa Indonesia saya Ibu Sugiyarti (Bu Gik). Beliau ngemong banget. Kemudian, Pak Slamet yang ganteng, ngajarnya runtut. Banyak siswi yang mengidolakannya. Beliau adalah guru Biologi. Sampai saat ini, saya masih bisa berkomunikasi dengan beliau lewat Facebook. Kemudian, Ibu Rahti, Guru PPKn saya yang disiplin banget.

Saya juga guru. Saya ingin membantu dan meneruskan perjuangan guru-guru saya pada masa sekolah dulu untuk membangun negeri. Ini adalah cara saya untuk menghormati dan mengucapkan terima kasih kepada guru-guru saya. Jadi, sedikit banyak cara mengajar saya terinspirasi dari guru-guru saya di masa sekolah.

Di Hari Guru Nasional ini, saya ingin mengucapkan, “Selamat Hari Guru Nasional. Semoga seluruh guru di Indonesia makin kreatif dan inovatif dalam mendidik generasi penerus bangsa.”

Tidak lupa saya mengajak teman-teman pembaca untuk menundukkan kepala sejenak mendoakan guru-guru kita.

2 thoughts on “Mengenang Jasa Guru di Hari Guru Nasional Tahun 2015

    ijeverson.com said:
    26 November 2015 at 23:49

    dedikasi guru memang sungguh luar biasa. 25 november, akan selalu dikenang.. yeah…
    beda sama saya, kalau saya malah nggak terlalu suka sama guru b.indo

    Like

      Mr. Darwoto responded:
      29 November 2015 at 08:55

      Ada guru yang disuka. Ada yang tidak. Tentunya ada yang melatarbelakanginya.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s