PLPG #Day 7: Istilah “Item” Muncul di RPP

Posted on

“RPP itu disusun per item.” Inilah statement yang disampaikan oleh salah satu instruktur kelas kami di hari ke-7 PLPG Tahun 2017 Tahap V di Hotel Ommaya.

ommaya-hotel

Sontak, teman-teman peserta satu kelas PLPG saling memandang dan ada yang langsung mengacungkan tangan untuk bertanya. Ada yang bertanya begini, “Bu, maksudnya item itu per KD?”

Ibu Rini, instruktur yang mengungkapkan statement tadi, menjawab, “Bukan per KD, tapi per item.”

Kami bingung karena yang dipahami oleh kami, peserta PLPG ini, adalah RPP itu disusun per KD (Kompetensi Dasar). Yang diminta KD itu apa, goal-nya apa pada KD itu harus diselesaikan dalam 1 RPP. Di dalam RPP, terdapat langkah-lagkah pembelajaran, media, metode, hingga penilaian itu untuk mencapai goal dari KD itu. Ini adalah berdasarkan diskusi 1 hari yang lalu.

“Item itu adalah pokok permasalahan dalam 1 KD. Kalau dalam 1 KD itu terdapat 2 pokok permasalahan, maka 1 KD tersebut dibuat dalam 2 RPP yang berbeda.”

Setelah mendapatkan penjelasan dari Ibu Rini cukup lama, kami akhirnya paham dengan istilah “item” menurut beliau.

Kemudian, kami diminta untuk duduk di kursi yang ditata melingkar di pinggir kelas urut sesuai dengan nomor absen dan mulai berlatih menyusun RPP sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing tempat peserta PLPG mengajar.

Satu hari ini, targetnya adalah menyusun 1 RPP untuk dikonsultasikan dengan instruktur apakah peserta PLPG bisa menyusun RPP dengan baik dan benar. Apabila ada kekurangan dalam menyusun RPP, instruktur akan memberikan koreksi dan masukan agar RPP disusun dengan benar.

Hal-hal lucu selama 7 hari PLPG puncaknya terjadi pada hari ini. Kami tidak menyangka instruktur akan memberikan respon seperti ini. Beliau tertawa seperti tertawanya orang mendengar atau melihat sesuatu yang lucu. Salah satu teman kami bertanya kepada instruktur dan direspon dengan tertawa dan menyampaikan bahwa “mosok” seperti itu masih ditanyakan. Saya percaya bapak/ibu sudah mengajar lama. Bapak/ibu bisa menentukan sendiri mana yang tepat. Karena kami tidak mengira akan mendapat respon tawa dari instruktur dan kami kaget sehingga kami satu kelas pun ikut tertawa. Tertawa ganda. Tertawa karena respon instruktur dan tertawa karena pertanyaan dari teman kami.

Menurut saya, tertawanya beliau tidak pada tempatnya. Tidak menunjukkan profesionalisme seorang instruktur. Walaupun tawanya memberikan hiburan bagi kami peserta PLPG. Namun, tawanya berlebihan. Tawanya berulang lebih dari 3 kali.

Pada sesi terakhir, RPP yang sudah selesai disusun untuk dikonsultasikan kepada instruktur dan mendapatkan koreksi serta masukan apabila ada kekurangannya dan bisa digunakan untuk latihan peer teaching pada hari ke-9.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s