PLPG #Day 8: Menyusun RPP untuk Peer Teaching

Posted on

Tak terasa sudah 2/3 perjalanan PLPG Tahun 2017 Tahap V di Hotel Ommaya ini. Ada suasana yang santai, ada yang lucu, dan ada yang menegangkan.

Hari ke-8 PLPG ini, kelas kami dipandu oleh 2 instruktur, yaitu Pak Zainal Arifin dan Ibu Koesoma Ratih. Beliau berdua mendampingi dan membimbing kelompok kami ber-29 untuk menyusun RPP 1 KD (Kompetensi Dasar). Kelas kami dibagi menjadi 2 kelompok. Nomor absen 1-15 dipandu dan dibimbing oleh Ibu Ratih. Nomor absen 16-29 dipandu dan dibimbing oleh Pak Arif.

IMG-20171211-WA0011
Pak Budi, teman satu kelompok saya, sedang presentasi.

Instruktur menjelaskan bahwa peserta boleh melanjutkan untuk menyelesaikan RPP yang dibuat pada pertemuan kemarin atau membuat RPP baru.

Saya memilih untuk melanjutkan dan menyempurnakan RPP yang saya susun kemarin karena RPP yang saya susun kemarin belum sempurna, menurut saya.

Setelah istirahat kedua, masuk sesi ketiga, ada informasi dari instruktur bahwa RPP yang digunakan untuk latihan peer teaching dan penilaian peer teaching harus berbeda. Saya shock karena RPP saya baru satu. Beruntunglah teman-teman yang tadi memutuskan untuk membuat RPP yang berbeda untuk hari ini. Sehingga teman-teman sudah punya 2 RPP.

Setelah RPP pertama selesai dan disahkan oleh instruktur dan mendapat penilaian bagus, saya mulai membuat RPP dengan KD yang berbeda. Sampai dengan berakhirnya sesi ke-4, sesi terakhir hari ini. Saya belum mampu menyelesaikan RPP kedua. Alhasil, saya punya PR untuk menyelesaikan RPP kedua ini. Padahal saya mempersiapkan untuk latihan peer teaching besok pagi.

Dari kejadian ini, saya dapat mengambil pelajaran antara lain: pertama, sebagai guru/pendidik hendaklah memberikan instruksi yang jelas dan utuh di awal waktu. Kalau informasi itu tidak jelas dan tidak utuh bisa berakibat seperti yang saya alami di atas. Seandainya instruktur saya tadi menyampaikan kalau RPP untuk latihan peer teaching dan penilaian peer teaching harus berbeda maka saya akan membuat RPP baru, yang berbeda dengan RPP yang disusun kemarin. Karena di awal sesi tadi pagi, istruktur mengijinkan untuk melanjutkan penyusunan RPP yang kemarin. Kedua, perfection makes satisfaction. Statement ini tidak benar sepenuhnya. Statement ini belum selesai. Seharusnya berlanjut dengan Satisfaction needs hard efforts. Ini yang saya alami karena saya mengejar kesempurnaan RPP karena saya akan puas. Namun, itu harus diperjuangkan. Saya harus lembur di kamar menyelesaikan RPP kedua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s