Tips

Pentingnya Prospek dan Kolam Prospek Bagi Bisnis Anda

Posted on Updated on

Dalam dunia bisnis, ada sebuah istilah yang sering kita dengar. Apa itu?
Iya, benar. Prospek.
Prospek adalah calon pembeli. Mereka adalah orang yang nantinya berpotensi membeli produk atau jasa yang kita jual.

Guru bisnis saya, Hermas Puspito, menjelaskan di dalam buku Reseller Jago Jualan bahwa “Kunci agar penjualan Anda stabil dan bisa terus meningkat adalah Anda harus mencari prospek baru secara konsisten”.

Ada dua cara mencari prospek baru, yaitu: dengan mencari prospek satu per satu dan dengan membangun kolam prospek.

Cara pertama adalah teknik mencari prospek satu per satu ini dengan TEKNIK BLUSUKAN.

Teknik Blusukan adalah cara mencari prospek baru dengan pendekatan personal, satu per satu.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa teman-teman lakukan untuk mencari prospek baru dengan cara TEKNIK BLUSUKAN.

Pertama, MENCARI TEMAN BARU. Pada tahap ini teman-teman harus membangun pertemanan dahulu sebelum menjualkan produk atau jasa ke mereka.
Intinya jangan langsung jualan. Bangun pertemanan dahulu.

Kedua, BERKENALAN DAN BERINTERAKSI. Langkah selanjutnya adalah berkenalan dengan mereka, sesekali bangun interaksi dengan memulai chat atau percakapan.

Ketiga, MULAI BERJUALAN. Setelah teman-teman mengumpulkan kontak prospek dan berinteraksi dengan mereka, langkah selanjutnya adalah mulai untuk menawarkan produk atau jasa.

Cara kedua adalah membangun kolam prospek.

Kolam prospek adalah tempat kita mengumpulkan calon prospek pada satu media.

Contoh kolam prospek itu seperti BBM, Grup Whatsapp, Grup Facebook, dan lain-lain.

Kenapa pebisnis harus membangun kolam prospek?

Kolam prospek akan menjadi tempat berkumpulnya calon pembeli dalam jumlah besar.

Dengan adanya kolam prospek ini, teman-teman tidak akan kehabisan daftar calon pembeli dengan catatan harus terus-menerus menambah prospek di kolam prospek.

Ada empat hal yang dapat membuat calon prospek mau masuk ke kolam prospek yang kita bangun, yaitu:
1. Karena ingin belajar;
2. Karena ada penawaran spesial;
3. Suka dengan bahasannya; dan
4. Karena menginginkan materi gratis.

Jika teman-teman membangun kolam prospek, setidaknya harus memegang 3 prinsip ini:
1. Jangan langsung jualan.
2. Konsisten berbagi yang bermanfaat.
3. Ada interaksi yang dibangun.

Semoga ulasan tentang prospek dan membangun kolam prospek ini bisa bermanfaat bagi teman-teman.
Sukses untuk bisnis teman-teman.

Sumber:
Puspito, Hermas. 2016. Reseller Jago Jualan: Bagaimana Cara Menghasilkan Jutaan Rupiah dengan Modal Minim Bahkan Nol Sekalipun. Halaman: 61-78. Jakarta: PT. Ednovate Indonesia.

Advertisements

9 Kecerdasan (#MultipleIntelligence) yang Dapat Digali dari Kecil

Posted on Updated on

@supermomsid berbagi #MultipleIntelligence pada hari Minggu, tanggal 29 November 2015. Kemudian saya share di blog saya agar makin banyak orang yang mengetahuinya.

Tahukah dlm diri kita ada 9 kecerdasan? tsb dpt digali dr kecil, kemungkinan ada salah satu atau beberapa yg dominan.

itu adalah 1. Kecerdasan Kata.

#MultipleIntelligence1

yang ke-2 adalah Kecerdasan Visual Spacial.

mom2   yang ke-3 adalah Kecerdasan Natural.

mom3

yang ke-4 adalah kecerdasan Intrapersonal.

mom4

yang ke-5 adalah kecerdasan Interpersonal.

mom5

yang ke-6 adalah kecerdasan Musikal.

mom6

yang ke-7 adalah kecerdasan Kinestetik.

mom7

yang ke-8 adalah kecerdasan Moral.

mom8

yang ke-9 adalah kecerdasan Angka / Berpikir.

mom9

Sudah nonton video Ibu yang menjelaskan ? Jgn sampai umur 35th kita baru sadar kalau kita memiliki potensi.

Ini link video ibu yang menjelaskan

Rasa Malas yang Menyiksa

Posted on

Saat dateline tinggal besok pagi. Tugas atau pekerjaan belum terselesaikan. Akibatnya semalam sehari semalam sebelum dateline pikiran ini penuh sesak dengan kata-kata, “Ayo selesaikan tugasmu!” Sehingga berpengaruh pada kondisi badan karena terlalu banyak berfikir dan harus terjaga untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan sebelum besok pagi.

Yang paling parah adalah bisa jadi putus asa, seperti: “Ahh…. sudahlah biarin saja. Kalau mau dimarahin dengerin sajalah. Tidak dapat reward biarlah.” Ini tidak boleh terjadi.

Sebenarnya tugas atau pekerjaan ini adalah sederhana. Apabila sudah terima tugas ini dan langsung mengerjakan tugas sebenarnya akan terasa mudah dan ringan, tidak merasa tersiksa dengan tugas atau pekerjaan yang sebenarnya tidak memberatkan.

Namun, rasa malas ini sering bergelayut di pikiran dan sekitar kita seolah-olah berbicara kepada kita kalau dateline tugas atau pekerjaan masih lama.

So, jauhi rasa malas biar tidak menyiksa diri.

Caranya bagaimana ya?

  1. Memotivasi diri. Misalnya, “kalau dia bisa sukses, pasti saya juga bisa. makannya sama, tinggal di planet yang sama. jenis kelamin sama. pakaiannya sama. pasti sama-sama bisa sukses.” Atau dengan menganggap kalau hari ini adalah hari terakhir kita tinggal di bumi ini. Maka saya harus membawa bekal sebanyak-banyak.
  2. Melihat orang sukses di sekitar kita. Dengan sering melihat orang sukses ini akan memberikan energi tersendiri kepada diri. Kenapa demikian? Karena manusiawi bila kita melihat orang sukses, kita juga ingin sama seperti mereka.
  3. Menjauhi orang atau lingkungan yang mempengaruhi kita/berdampak pada kita untuk malas-malasan.

Semoga tips ini bermanfaat. Bisa menghilangkan rasa malas dalam diri pribadi ini yang bisa membuat tugas atau pekerjaan yang semula ringan menjadi berat.

Variasi dalam Pembalajaran

Posted on

Mungkin kita, guru, pernah menjumpai siswa yang biasanya aktif di dalam kelas, kini tidak aktif lagi saat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Atau mungkin yang paling ekstrim lagi, salah satu atau beberapa siswa kita tidur di dalam kelas saat pembelajaran berlangsung.

Melihat kondisi seperti ini, guru dipandang perlu mengambil langkah. Yang pertama, guru menemukan penyebabnya.

Apa yang menyebabkan siswa tidak aktif lagi. Apakah karena siswa sedang mengalami masalah pribadi atau cara mengajar guru membosankan bagi siswa?

Apa yang menyebabkan siswa tidur di dalam kelas. Apakah karena siswa kurang tidur semalam atau mungkin tidak suka dengan gurunya yang mengajarnya monoton?

Setelah menemukan penyebabnya, langkah kedua yang perlu diambil adalah merencanakan tindakan apa yang perlu dilakukan. Dan rencana tindakan yang saya maksud perlu diambil guru ini adalah inovasi dalam pembelajaran.

Inovasi pembelajaran perlu dilakukan guru agar memberikan suasana yang menarik bagi siswa, kemudian siswa memperhatikan materi yang disampaikan guru, dan siswa menjadi kreatif. Karena melihat contoh dari gurunya yang setiap datang ke kelas selalu membawa suasana yang berbeda saat mengajar.

Inovasi Pembelajaran

Menurut Mulyasa (2005: 79), variasi pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi empat bagian, yaitu: variasi dalam gaya mengajar, variasi dalam penggunaan media dan sumber belajar, varasi dalam pola interaksi, dan variasi dalam kegiatan.

Varisi dalam mengajar yang dapat dilakukan seperti:

  1. Variasi suara: rendah, tinggi, besar, kecil;
  2. Memusatkan perhatian;
  3. Membuat kesenyapan sejenak (diam sejenak);
  4. Mengadakan kontak pandang dengan peserta didik;
  5. Variasi gerakan badan dan mimik; dan
  6. Mengubah posisi; misalnya dari depan kelas, berkeliling di tengah kelas, dan ke belakang kelas, tetapi jangan mengganggu suasana pembelajaran.

Variasi dalam penggunaan media dan sumber belajar yang dapat dilakukan seperti:

  1. Variasi alat dan bahan yang dapat dilihat;
  2. Variasi alat dan bahan yang dapat didengar;
  3. Variasi alat dan bahan yang dapat diraba dan dimanipulasi; dan
  4. Variasi penggunaan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar.

Variasi dalam pola interaksi yang dapat dilakukan seperti:

  1. Variasi dalam pengelompokkan peserta didik: klasikal, kelompok besar, kelompok kecil dan perorangan;
  2. Variasi tempat kegiatan pembelajaran: di kelas dan di luar kelas;
  3. Variasi dalam pola pengaturan guru: seorang guru, dan tim;
  4. Variasi dalam pengaturan hubungan guru dengan peserta didik: langsung (tatap muka), dan melalui media;
  5. Variasi dalam struktur peristiwa pembelajaran: terbuka dan tertutup;
  6. Variasi dalam pengorganisasian pesan: deuktif dan induktif; dan
  7. Variasi dalam pengelolaan pesan: ekspositorik dan heuristik atau hipotetik.

Variasi dalam kegiatan pembelajaran yang dapat dilakukan seperti:

  1. Variasi dalam penggunaan metode pembelajaran;
  2. Variasi dalam penggunaan media dan sumber belajar;
  3. Variasi dalam pemberian contoh dan ilustrasi; dan
  4. Variasi dalam instruksi dan kegiatan peserta didik.

Sumber:

Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profesional: Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Hari Pertama Sekolah oleh @aniesbaswedan

Posted on Updated on

Twitter, Sabtu, 25 Juli 2015, 21.00 – 23.00 WIB (Malam Minggu) – Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, ngetweet yang mengingatkan orang tua, guru, kepala sekolah, dan masyarakat untuk memperhatikan hal penting di hari pertama sekolah.

Berikut ini tweet beliau:

1. Persiapan apa yg sdh dilakukan utk hari pertama sekolah ? 🙂

012. sering tdk sadar bhw besar porsi waktu anak2 ada di sekolah; sekolah spt rumah kedua.

023. hari pertama bisa jd milestone penting yg bs bermakna-berdampak, atau terlewatkan percuma

034. sadari pentingnya hari pertama bagj anak, maka jangan sia2kan tp antarkan anak ke sekolah.

045. apa saja yg bisa dilakukan di hari pertama sekolah?

066. Bagi orang tua, apa saja yg biasa dilakukan saat hari pertama sekolah?

077. apa saja yg ibu dan bapak guru akan dilakukan saat menyambut anak didik di hari pertama sekolah? 🙂

088. Bagi kepala sekolah, apa yg sdh disiapkan utk sambut hari pertama sekolah & sambut orang tua?

099. Bagi siswa baru, apakah sdh siap menghadapi hari pertama sekolah? apa harapanmu utk sekolah? 🙂

10Semua tweet dan gambar di atas adalah asli dari akun Twitter Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Bapak Anies Baswedan.

10 Tips Silaturahmi yang Baik

Posted on Updated on

Mendapatkan ilmu dari guru perlu waktu, tempat, dan biaya yang harus disepakati dari siswa/pembelajar dengan guru/pengajar. Bila mendapatkan ilmu dari membaca perlu waktu, tempat, dan biaya juga. Namun, tidak harus ada kesepakatan antara Anda dengan sang guru. Asalkan buku sudah di tangan dan ada niat untuk mencari ilmu, pastilah ilmu kita dapat. Itu persepsi saya. Kalau tidak berkenan dengan teman-teman mohon dimaafkan ya.

Membaca buku biar dapat ilmu. Biarpun buku ini, materinya sudah beberapa kali saya baca, kali ini saya baca lagi dan sambil saya tulis di blog ini. Harapannya, saya membaca buku ini dapat ilmu dan teman-teman pembaca blog saya ini juga akan mendapatkan hal yang sama seperti saya ini.

Yaitu Buku 10 Kebiasaan Menciptakan Kekayaan yang ditulis oleh Ferren Bianca dan Ismail Muntaha. Di dalam salah satu babnya adalah kebiasaan networking (silaturahim). Topik kebiasaan networking ini diangkat penulis dalam bab 1. Tipsnya adalah sebagai berikut:

  1. Mulailah membiasakan dengan bertukar kartu nama. Bukan hanya sekadar meminta kartu nama pada orang lain, namun orang lain pun harus mendapatkan kartu nama Anda.
  2. Menghadiri reuni atau undangan rekanan, bukanlah hal yang membuang waktu. Jadikan momen ini sebagai ruang pembuka peluang.
  3. Biasakan bertemu bukan dalam rangka berbisnis. Akan tetapi, karena Anda ingin menemuinya, bertukar pikiran, berbagi pengalaman. Obrolan yang secair mungkin dapat lebih membuka berbagai peluang yang dapat ditindaklanjuti.
  4. Mulai kenali teman dari teman, untuk lebih memperbanyak tali silaturahim.
  5. Anda canggung, karena belum apa-apa sudah sibuk memikirkan apa yang dapat dijadikan peluang bisnis dari rekan Anda.
  6. Ketahui banyak hal sekalipun hanya permukaan. Ini memungkinkan Anda mempunyai banyak tema obrolan. Juga membantu Anda menyambung obrolan dari rekan.
  7. Manfaatkan situs jejaring sosial sebagai pintu memulai silaturahim.
  8. Anda sedang dalam rangka saling membantu, bukan saling memanfaatkan. Tidak ada perkara untung rugi dalam silaturahim.
  9. Buat jadwal kunjungan perbulan. Entah itu kunjungan kepada saudara, teman lama atau rekan kerja.
  10. Menyambung, bukan menabung. Semakin banyak memberi, semakin banyak rezeki.

Barangkali teman-teman sudah melakukan salah satu atau beberapa dari 10 tips silaturahim di atas.

Mau ngobrol dengan saya di Facebook: Totok Darwoto atau Twitter: @misterdarwoto

Mau dapat ilmu buku DAHSYAT yang ditulis Kek Jamil Azzaini? Klik “A Tribute”

buku-jamil-azzaini-a-tribute-preview

Punya Impian Harus Diusahakan

Posted on Updated on

Selamat berakhir pekan buat teman-teman yang sudah mampir di blog pribadi saya ini. Mohon maaf, satu pekan ini saya tidak menulis, tidak berbagi ilmu dan informasi, kepada Anda semuanya. Karena banyak keterbatasan waktu di satu pekan ini, seperti banyaknya target-target yang harus saya selesaikan di tempat kerja, menyambut peserta didik baru di Lpk Kawan Edukasi, dan tak bisa dipungkiri yaitu keterbatsan kuota internet yang saya miliki sehingga saya tidak bisa menulis di blog ini.

Sengaja di akhir pekan ini, saya berusaha dengan sekuat tenaga untuk kembali menyapa teman-teman pembaca blog ini. Dan, sebagai ucapan terima kasih saya kepada teman-teman saya berbagi ilmu tentang IMPIAN dan USAHA untuk mencapainya. Kenapa saya mengambil topik ini? Iya benar. Karena IMPIAN itu harus diUSAHAKAN untuk diraih. Bila IMPIAN tidak diUSAHAKAN namanya bukan IMPIAN, tapi angan-angan.

preorder-buku-bom -bisnis-online-milyaran-preview3Seperti seorang siswa yang mempunyai IMPIAN ingin LULUS sekolah dengan nilai/predikat yang baik lagi memuaskan. Tentunya ia harus mengusahakan, harus berusaha, melakukan segala cara agar IMPIAN tersebut tercapai. Bisa membeli buku-buku latihan soal ujian nasional, ikut program bimbingan belajar, ikut les privat, dan lain-lain. Selain usaha yang bersifat materi juga rohani, hubungannya dengan Tuhan. Ibadah ditingkatkan, gemar sedekah, rajin membaca al qur’an, sholat sunah (dhuha dan tahajud) rutin dilaksanakan. Itu adalah usahanya.

Buat teman-teman yang mungkin adiknya, tetangganya, anaknya, muridnya, atau Anda sendiri akan ujian tahun ini bisa dengan sungguh-sungguh berUSAHA agar IMPIAN tercapai.

Biasanya yang sulit adalah memulainya. Saran saya, MULAILAH SEKARANG. Susunlah jadwal belajar, ibadah, bermain, olah raga secara berimbang.

Semoga sukses.