Tulisanku

PLPG Day #3: Kelompok Baru

Posted on

Mengerjakan sesuatu sendirian itu lebih berat dan lebih lama dibandingkan mengerjakan sesuatu dalam kelompok. Dengan berkelompok akan terasa lebih ringan dan lebih cepat.

Hari ketiga pelaksanaan PLPG ini, saya belajar bersama dengan kelompok yang berbeda dengan hari pertama dan kedua. Saya sebagai salah satu peserta mulai mengenali teman-teman peserta yag berjumlah 29 orang.

Ternyata peserta PLPG tahun 2017 ini bukan guru-guru biasa. Beliau adalah guru-guru pilihan. Pilihan bukan berarti karena diundang oleh Panitia Sertifikasi Guru Sub Rayon 141 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Namun, beliau adalah guru-guru yang luar biasa. They are fast learner, IT literate, and good personality.

IMG-20171123-WA0007Saya belajar banyak hal dari teman-teman peserta. Dengan kelompok baru, saya merasa banyak memiliki kekurangan, banyak hal yang belum saya kuasa. Mau tidak mau, saya banyak bertanya kepada teman-teman lain agar bisa sejajar dengan mereka, paling tidak. Mumpung saya masih bersama mereka selama 9 hari ke depan.

Semoga dengan niat saya ini, saya bisa lulus PLPG. Dan mendapat gelar guru bersertifikat. Aamiin.

Advertisements

PLPG Day #2: Mempelajari Kembali Materi-Materi Kuliah

Posted on Updated on

Saya mencoba melatih terus kemampuan menulis. Tidak ada yang memaksa saya. Saya hanya berkeinginan untuk mencatat sejarah hidup saya dengan mencatat apa yang saya lakukan dan saya alami ketika melakukan sesuatu. Terutama saat saya mengikuti PLPG Tahun 2017 Tahap V ini. Karena, ini sangat berkesan bagi saya.

Terkhusus untuk PLPG ini, saya mohon bantuan doa dari teman-teman semoga bisa lulus. Aamiin.

Inilah Catatan hari kedua saya saat mengikuti PLPG Tahun 2017 Tahap V.

IMG-20171122-WA0013
#Day 2: Habis sarapan, nongkrong di depan hotel sambil menikmati segarnya udara pagi.

All things were done as schedule. Inilah satu kalimat untuk kegiatan hari kedua ini. The session was started at 7.20 a.m. The session was delivered by an instructor. The instructor is Mrs. Malikatul Laila.

Beliau menyampaikan materi profesional di hari kedua tentang text and non text, textuality, cohesion and coherence, logical connectors, deixis, modality, systemic-functional linguistics, and communicative competence.

Ayo …! Coba tebak. Materi apa ini?

Inilah materi profesional bahasa Inggris. Yang mana materi-materi ini dulu pernah saya peroleh saat kuliah. Kurang lebih 14 tahun yang lalu. Mulai hari kedua ini, saya dan teman-teman peserta PLPG dituntut untuk benar-benar mengingat kembali materi-materi yang pernah dipelajari saat kuliah.

Bu Laila menjelaskan beberapa istilah yang berbeda. Tentunya istilah yang kekinian. Subject, Predicate, Object, and Complement adalah istilah yang sudah banyak dikenal. Kemarin, kami diperkenalkan istilah Participant, Finite, Predicate, Participant Goal, Complement agar bisa jadi guru yang kekinian.

Selalu serius, tegang saat mengikuti sesi kemarin. Karena banyak istilah yang rupanya belum dikenal oleh peserta PLPG. Jadi, peserta harus fokus pada penjelasan instruktur dalam waktu yang cukup lama. Ketegangan bisa dipecahkan oleh yang namanya tea-break (istirahat) dan waktu sholat.

Setelah istirahat pukul 15.00 WIB, sesi diisi dengan latihan-latihan soal English structure dan soal UTL PLPG. Biar peserta familiar dengan soal-soal yang nanti muncul di Ujian Tulis.

Akhirnya tepat pukul 17.00 sesi materi hari kedua selesai. Bisa take a bath dan take a rest. Alhamdulillaah.

Dari pengalaman hari kedua PLPG ini, saya mendapatkan banyak hal, antara lain 1) membiasakan diri untuk menambah pengetahuan (update), 2) membaca kembali (refresh) pengetahuan yang pernah dipelajari, 3) istirahat (sholat, makan) agar untuk tidak tegang terus, 4) mengasah kemampuan dengan mengerjakan soal latihan-latihan.

Doain saya, ya. Semoga lulus. Amiin.

PLPG Day #1: Masih Meraba-Raba

Posted on

#PLPG Tahun 2017 is coming. Alhamdulillaah, saya mendapatkan undangan untuk mengikuti PLPG Tahun 2017 Tahap V di Sub Rayon 141 Universitas Muhammadiyah Surakarta. PLPG untuk kelompok saya, Mata Pelajaran Bahasa Inggris, bertempat di Hotel Ommaya Gentan, Baki, Sukoharjo.

Seperti biasa, hari pertama sebuah pelatihan atau pendidikan diawali dengan upacara pembukaan.

Dalam benak saya, nanti kegiatannya bagaimana, narasumbernya garang atau tidak. Itu pikiran saya.

Salah satu narasumber menjelaskan bahwa peserta ditetapkan lulus PLPG apabila nilai UTN (Ujian Tulis Nasional) minimal 80. “Wow, tinggi sekali”, batin saya. Saya sedikit tegang. Mungkinkah saya bisa mencapai nilai tersebut. Semoga bisa. Aamiin.

Pesan teman kepada saya sebelum berangkat PLPG, “Ojo digawe spaneng. Setel kendo wae.”

Di sela-sela pembukaan, ada singkatan baru dari PLPG. Semula PLPG adalah Pendidikan dan Latihan Profesi Guru. Tadi, PLPG menjadi Pergi Langsing Pulang Gemuk.

Ha…, ha…, ha….

Ada-ada saja.

Selesai pembukaan adalah waktunya nyantai sejenak dengan coffee break.

Setelah coffee break, mulai dengan penjelasan kebijakan PPG dan problem solving Pak Edy Sukaryo. Siapa Pak Edy Sukaryo?

Yang tahu betul tentang siapa Pak Edy Sukaryo adalah ibu Aryati Prasetyarini yang merupakan mentor pembekalan PLPG saya. Dan saya beruntung sekali bertemu di sesi ini. Jadi, tidak canggung.

Sesi ibu Aryati selesai kurang lebih pukul 15.00 WIB.

Kami istirahat kurang lebih 30 menit. Kemudian lanjut presentasi.

Presentasi materi pembekalan yang telah dipelajari sebelumnya. Pada sesi ini didampingi Bapak Anam Sutopo.

Sesi di kelompok kami selesai pukul 22.00 WIB. Paling akhir. Karena kelompok kami menyerbu beberapa pertanyaan terkait PLPG tahun ini kepada beliau, Bapak Anam Sutopo.

Dua sesi yang telah berlalu, saya mengamati dan mengalami bahwa saya dan teman-teman masih sedikit ragu-ragu dalam berpendapat dalam setiap sesi diskusi. Saya sendiri masih mempelajari dan menyesuaikan irama kegiatan agar saya dapat mengikuti sampai selesai dengan lancar.

Kisi-kisi UTS Gasal Bahasa Inggris SMK Tahun Pelajaran 2017/2018

Posted on Updated on

Buat seluruh siswa SMK Tunas Bangsa Tawangsari Sukoharjo bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi UTS (Ulangan Tengah Semester) Gasal Mata Pelajaran Bahasa Inggris Tahun Pelajaran 2017/2018 ini dengan membaca kisi-kisi yang bisa diunduh melalui link berikut ini:

Silahkan klik “DOWNLOAD” untuk mengunduh.

Kisi-kisi UTS Gasal Bahasa Inggris Kelas X SMK Tahun Pelajaran 2017/2018 – DOWNLOAD

Kisi-kisi UTS Gasal Bahasa Inggris Kelas XI SMK Tahun Pelajaran 2017/2018 – DOWNLOAD

Kisi-kisi UTS Gasal Bahasa Inggris Kelas XII SMK Tahun Pelajaran 2017/2018 – DOWNLOAD

 

25 Tahun Taman Ujung Kulon

Posted on Updated on

Google pada hari memberi penghargaan kepada Taman Ujung Kulon yang hari ini berusia 25 tahun melalui Google Doodle. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Taman Ujung Kulon adalah rumahnya Badak Jawa.

Google Doodle hari ini adalah seperti berikut ini:

google-doodle-25th-anniversary-ujung-kulon-park

Menurut informasi yang saya peroleh dari Google bahwa “hanya ada sekitar 50 badak Jawa yang tersisa di dunia, dan hari ini, kita menghormati rumah mereka: Ujung Kulon, tempat perlindungan satwa liar di ujung paling barat Jawa. Dua puluh lima tahun yang lalu, itu nama salah satu taman nasional Indonesia. Mencakup 475 mil persegi, subur semenanjung dan tetangga pulau adalah rumah bagi sejumlah spesies yang terancam punah lainnya, juga, termasuk banteng (sapi liar) dan macan tutul jawa.

Meskipun taman baru berusia beberapa dekade, beberapa lahan telah dilindungi selama hampir satu abad. Pada tahun 1883, letusan gunung berapi Krakatau di dekatnya meninggalkan area tertutup abu, memusnahkan satwa liar dan memaksa semua manusia untuk mengungsi. Orang-orang tidak pernah kembali, tetapi akhirnya, tanaman dan hewan lakukan. Setelah hutan itu berkembang lagi, tanah dinyatakan sebagai cagar alam pada tahun 1921. Sekarang, taman membanggakan Jawa hutan terbesar yang tersisa dataran rendah, serta pantai berpasir murni dan terumbu karang.

Menampilkan badak percikan bercula satu dengan betis nya, hari ini Doodle membayar upeti kepada keindahan alam dan pelestarian taman nasional yang penting ini.”

Sebagai orang Indonesia, saya sendiri merasa malu belum pernah ke sana. Hingga saat ini, saya hanya bisa mendengar namanya, membacanya melalui buku, dan googling untuk mendapatkan informasi tentangnya.

Saya langsung kepo tentang Taman Ujung Kulon. Alhasil, saya mendapatkan informasi kalau mau ke Taman Ujung Kulon ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Penasaran? Saya baru saja memperoleh informasi lengkapnya di Websitenya Taman Ujung Kulon, yaitu: ujungkulon.org.

Melalu Ujungkulon.org teman-teman cek info lengkapnya mengenai objek wisata yang ada, biaya tiket masuk, akomodasi, dan letak dan luas.

Sumber:
https://www.google.com/doodles/25th-anniversary-of-ujung-kulon-park

Pentingnya Prospek dan Kolam Prospek Bagi Bisnis Anda

Posted on Updated on

Dalam dunia bisnis, ada sebuah istilah yang sering kita dengar. Apa itu?
Iya, benar. Prospek.
Prospek adalah calon pembeli. Mereka adalah orang yang nantinya berpotensi membeli produk atau jasa yang kita jual.

Guru bisnis saya, Hermas Puspito, menjelaskan di dalam buku Reseller Jago Jualan bahwa “Kunci agar penjualan Anda stabil dan bisa terus meningkat adalah Anda harus mencari prospek baru secara konsisten”.

Ada dua cara mencari prospek baru, yaitu: dengan mencari prospek satu per satu dan dengan membangun kolam prospek.

Cara pertama adalah teknik mencari prospek satu per satu ini dengan TEKNIK BLUSUKAN.

Teknik Blusukan adalah cara mencari prospek baru dengan pendekatan personal, satu per satu.

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa teman-teman lakukan untuk mencari prospek baru dengan cara TEKNIK BLUSUKAN.

Pertama, MENCARI TEMAN BARU. Pada tahap ini teman-teman harus membangun pertemanan dahulu sebelum menjualkan produk atau jasa ke mereka.
Intinya jangan langsung jualan. Bangun pertemanan dahulu.

Kedua, BERKENALAN DAN BERINTERAKSI. Langkah selanjutnya adalah berkenalan dengan mereka, sesekali bangun interaksi dengan memulai chat atau percakapan.

Ketiga, MULAI BERJUALAN. Setelah teman-teman mengumpulkan kontak prospek dan berinteraksi dengan mereka, langkah selanjutnya adalah mulai untuk menawarkan produk atau jasa.

Cara kedua adalah membangun kolam prospek.

Kolam prospek adalah tempat kita mengumpulkan calon prospek pada satu media.

Contoh kolam prospek itu seperti BBM, Grup Whatsapp, Grup Facebook, dan lain-lain.

Kenapa pebisnis harus membangun kolam prospek?

Kolam prospek akan menjadi tempat berkumpulnya calon pembeli dalam jumlah besar.

Dengan adanya kolam prospek ini, teman-teman tidak akan kehabisan daftar calon pembeli dengan catatan harus terus-menerus menambah prospek di kolam prospek.

Ada empat hal yang dapat membuat calon prospek mau masuk ke kolam prospek yang kita bangun, yaitu:
1. Karena ingin belajar;
2. Karena ada penawaran spesial;
3. Suka dengan bahasannya; dan
4. Karena menginginkan materi gratis.

Jika teman-teman membangun kolam prospek, setidaknya harus memegang 3 prinsip ini:
1. Jangan langsung jualan.
2. Konsisten berbagi yang bermanfaat.
3. Ada interaksi yang dibangun.

Semoga ulasan tentang prospek dan membangun kolam prospek ini bisa bermanfaat bagi teman-teman.
Sukses untuk bisnis teman-teman.

Sumber:
Puspito, Hermas. 2016. Reseller Jago Jualan: Bagaimana Cara Menghasilkan Jutaan Rupiah dengan Modal Minim Bahkan Nol Sekalipun. Halaman: 61-78. Jakarta: PT. Ednovate Indonesia.

Urgensi Persiapan Pembelajaran

Posted on

Seorang guru membutuhkan perencanaan untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Tugas seorang guru mengandung beban tanggung jawab yang sangat penting. Jika orang-orang dengan berbagai profesi – selain guru – diharuskan untuk melakukan perencanaan dengan matang sebelum melaksanakan tugasnya, maka seorang guru lebih membutuhkan hal itu. Karena pendidikan lebih mengutamakan sisi kemanusiaan, baik dari sisi keyakinan maupun urgensinya.

Para pakar pendidikan melihat bahwa ada beberapa sebab khusus yang mengharuskan kita untuk melakukan perencanaan tugas kita sebagai guru. Di antara sebab terpenting tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Perencanaan pelajaran men-support guru untuk mengenal tujuan-tujuan pendidikan secara umum.
  2. Membantu guru untuk mengetahui seberapa besar konstribusi materi pelajaran yang diajarkan dalam mewujudkan tujuan-tujuan pendidikan secara umum.
  3. Membantu guru untuk mengetahui beberapa kebutuhan murid dan penggunaan sarana-sarana tertentu untuk men-support mereka dan memotivasi kecondongannya.
  4. Meminimalisir kesalahan-kesalahan di dalam pengajaran. Dan mendorong untuk menggunakan sarana-sarana yang memadai.
  5. Agar guru mendapatkan penghormatan. Para murid menghormati guru yang menjalankan tugas-tugasnya dengan baik sebagaimana yang mereka inginkan.
  6. Membantu guru dalam mengajar, apalagi bagi para guru baru. Hal ini dapat membuat mereka lebih percaya diri, mengurangi rasa cemas dan tidak tenang.
  7. Membantu guru untuk membatasi dan menentukan ide-idenya.
  8. Menjaga guru dari lupa.
  9. Membantu guru untuk memperbaiki dan mengembangkan profesinya.
  10. Menyusun beberapa informasi dan keterangan penting yang dikandung di dalam buku pelajaran dengan rapi dan logis, secara urut – yang diawali dari yang mudah menuju yang sulit.
  11. Menghadapi beberapa permasalahan yang ada di dalam pelajaran, dan menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang ada sebelum masuk ke ruang kelas.
  12. Mengingatkan guru untuk selalu memerhatikan beberapa tujuan yang ada di dalam materi pelajaran yang diajarkan dan menambahkan tujuan-tujuan nilai akhlak di dalam tema pembahasan. Penyusupan tujuan ini diberikan dengan memakai metode pengajaran yang sesuai.
  13. Dianjurkan bagi guru untuk menjaga waktu yang telah ditentukan dalam mengaplikasikan planning pelajaran di dalam kelas.

Dengan memahami alasan-alasan penting di atas, diharapkan para guru dengan sadar dan tidak mengeluh ketika membuat administrasi persiapan pembelajaran yang sering kita sebut RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Karena pada ujungnya manfaatnya selain akan dirasakan sendiri juga bagi siswa.

Sumber:

Khalifah, Mahmud dan Usamah Quthub. 2009. Menjadi Guru yang Dirindu: Bagaimana Menjadi Guru yang Memikat dan Profesional. Halaman: 75-77. Surakarta: Ziyad Visi Media.