Download Gratis RPP Bahasa Inggris SMK

Posted on Updated on

SMK Bisa!

Berikut ini adalah file-file yang saya ketik/susun sendiri untuk persiapan mengajar di sebuah sekolah SMK di Sukoharjo, yaitu: SMK Tunas Bangsa Tawangsari.

Saya masih menerima kritik dan saran untuk mengembangkan RPP ini agar nantinya dapat memperbaiki kualitas pendidikan khususnya Bahasa Inggris di Indonesia.

Silabus_Bahasa Inggris_SMK

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.01.doc

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.01.pdf

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.02.doc

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.02.pdf

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.03.doc

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.03.pdf

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.04.doc

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.04.pdf

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.05.doc

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.05.pdf

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.06.doc

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.06.pdf

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.07.doc

RPP_Bahasa Inggris_SMK_XI_KD.07.pdf

Terima kasih banyak Anda telah mendownload file Silabus dan RPP Bahasa Inggris untuk SMK ini.

SMK Bisa!

Guru Bahasa Inggris

Darwoto, S.Pd.

Advertisements

Ambil Keputusan

Posted on Updated on

Menjalani hidup pasti ada perubahan. Anda perlu untuk mengambil keputusan. Maju, mundur, belok kanan, belok kiri, atau jalan di tempat.

Jangan ragu Anda untuk mengambil keputusan. Jika Anda ragu atau tidak dapat mengambil keputusan, akibatnya bisa lebih buruk daripada Anda mengambil keputusan.

Anak SD Saja Peringati Hari Sampah

Posted on

Ratusan siswa SD Negeri Bantarjati 9 Kota Bogor, Sabtu (20/2/2010) pagi tadi, memperingati Hari Sampah Nasional 2010 di sekolah mereka di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Mereka membaca puisi, benyanyi, menari, dan menampilkan drama singkat, yang temanya mengingatkan betapa indahnya alam dan terpujinya kita jika memelihara kebersihan lingkungan hidup.

Para murid juga mengenakan busana daur ulang yang terbuat dari plastik bekas bungkusan makanan atau produk rumah tangga. Baju itu kreasi para murid dan guru mereka yang dibantu orangtua murid.

“SDN Bantarjati 9 Kota Bogor merupakan salah satu contoh sekolah yang menuju pada perwujudan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan,” kata Kepala Bidang Edukasi Kementerian Lingkungan Hidup Jokomala, sebagaimana dikutip dalam siaran pers yang dikeluarkan Humas Pemkot Bogor, Sabtu sore.

Pada peringatan Hari Sampah Nasional di sekolah tersebut, Jokomala membacakan sambutan tertulis Deputi VI KLH Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Hendri Bastaman. Dalam sambutan itu, Bastaman menegaskan bahwa persoalan sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir.

“Dengan demikian, penanganan sampah juga memberi manfaat secara ekonomi, sehat bagi masyarakat, aman bagi lingkungan, serta dapat mengubah perilaku masyarakat,” katanya.

Menurutnya, saat ini sampah belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Pengelolaan sampah perlu beberapa hal, yakni kepastian hukum dan kejelasan tanggung jawab dan kewenangan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha. Ini dengan tujuan pengelolaan sampah dapat berjalan profesional, efektif, dan efisien.

Untuk mengingatkan bahwa semua pihak harus peduli pada persoalan penanganan sampah, pemerintah telah melakukan berbagai upaya dan program. Misalnya saja, program Adipura yang mendorong suatu daerah menjadi clean and green city. Ada juga program Adiwiyata atau program Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan yang mendorong sekolah untuk menciptakan peserta didik berintelektualitas tinggi dan mempunyai kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Sumber:

http://www.kompas.com

12 SMK di Bogor Tidak Menggelar UN

Posted on Updated on

Sebanyak 12 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bogor tidak bisa menyelenggarakan Ujian Nasional (UN), karena sekolah-sekolah tersebut belum diakreditasi.

Demikian dikatakan Edy Suheri, Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Disdikpora Kota Bogor, Rabu (17/2/2010). “Dari 67 SMK, hanya 55 SMK yang diperkenankan menyelenggarakan UN, lainnya harus menginduk ke sekolah swasta yang telah diakreditasi atau sekolah negeri,” ujar Edy.

Lebih lanjut Edy menjelaskan, 12 SMK itu akan menginduk ke SMK negeri yang telah ditunjuk sebagai sekolah induk atau sekolah swasta terakreditasi. “Jadi, nanti siswa sekolah tersebut akan menumpang UN di sekolah induk tempat mereka melaksanakan UN,” katanya.

Kondisi itu, menurut Edy, tidak mengganggu pelaksanaan UN, karena pada dasarnya sekolah-sekolah swasta yang belum mengantongi akreditasi harus menginduk ke sekolah yang statusnya telah diakui. Selain itu, persiapan pelaksanaan UN untuk tingkat SMK di Kota Bogor telah rampung 80 persen.

“Persiapan UN sudah 80 persen rampung, dalam waktu dekat kita akan melaksanakan ujicoba untuk seluruh SMK di Kota Bogor,” ujarnya.

Ujicoba tersebut rencananya dilakukan selama tiga hari sejak Senin (22/2/2010) selama tiga hari. Edy menambahkan, pihaknya juga telah melakukan verifikasi terhadap sekolah negeri untuk memastikan kesiapan pihak sekolah menghadapi UN.

Sumber:

http://www.kompas.com

Tidak Merasa Terlambat

Posted on Updated on

Apa pendapat Anda, guru, jika melihat siswa Anda datang terlambat ke sekolah?

Akankah Anda marah. Anda memberikan sanksi, seperti lari mengitari lapangan 3 kali; membersihkan kamar mandi; push up, atau yang lainnya.

Inilah yang saya lihat di pemandangan hari ini di sekolah. Saya tidak ada jam mengajar. Jadi saya menunggu di pos jaga guru piket di sekolahku. Sambil menemani guru lain yang sedang piket.

Uniknya apa yang saya lihat pagi itu. Pekan ini adalah hari-hari untuk ujian praktik kelas tiga. Tapi para siswa kelas tiga yang sedang ujian praktik banyak yang datang terlambat. Ditambah lagi mereka terlambat dengan langkah yang santai sekali. Alasannya pun beragam saat mereka ditaya guru yang piket pagi itu, antara lain:

  1. Bangun kesiangan;
  2. Sulit dapat bus;
  3. Menunggu teman;
  4. dan lain-lain.

Mereka, para siswa, santai sekali datang ke sekolah. Merasa tidak ada beban bahwa mereka saat ini sedang ujian praktik. Sepertinya mereka tidak mempunyai rasa bersalah, malu kalau mereka terlambat. Sungguh memprihatinkan. Di hari yang penuh persaingan seperti ini masih ada yang tidak disiplin. Padahal sekolah adalah tempat untuk berlatih untuk disiplin.

Ayo para siswa Indonesia, mulailah disiplin dari kini.

Semoga sukses menyertai Anda semua.

Lima Mata Pelajaran Diujikan Dalam UN SMK

Posted on Updated on

Lima mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu Matematika Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan serta Praktik Kejuruan. Ujian ini dilaksanakan dengan dua tahapan, yang pertama, tahap ujian Praktik kejuruan yang dilakukan di masing-masing sekolah dipandu oleh mitra industri. Ujian praktik kejuruan dilaksanakan sebelum UN Utama. Tahap kedua adalah UN Utama meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.

“Praktik Kejuruan termasuk mata uji bukan embeded tetapi termasuk pembagi rata-rata sehingga ada nilai praktik, nilai teori, nilai bahasa Indonesia, nilai bahasa Inggris dan nilai matematika”, kata Joko Sutrisno, selaku Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Nasional dalam memberikan keterangan Pers di lantai 13 gedung E, Kementerian¬† Pendidikan Nasional, pada Selasa, (26/01).

Pada penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2009/2010 mata pelajaran kompetensi keahlian teori kejuruan dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran yang diujikan di UN Utama pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK). Pada pelaksanaan UN sebelumnya, mata uji teori kejuruan merupakan prasyarat untuk melakukan ujian praktik.

“Rencananya pada saat itu akan dijadikan sebagai salah satu mata uji, tetapi belum memungkinkan waktunya. Sekarang sudah kita siapkan jauh-jauh hari. Itu (teori kejuruan) memang bagian dari mata uji,” kata Joko Sutrisno.

Joko Sutrisno juga menjelaskan bahwa untuk soal Praktik Kejuruan dirancang sedemikian rupa sehingga berlaku secara menyeluruh, dan yang pasti tidak mengujikan sesuatu yang tidak diajarkan, sesuai dengan standar isi yang sudah disahkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

“jadi tidak perlu ada kekawatiran apa yang akan diujikan, sehingga pada prinsipnya materi ini secara kurikulum diajarkan dan juga memperhatikan range kemampuan kompetensi siswa, jadi bukan soal yang sulit sekali dan juga bukan soal yang sederhana tetapi yang proporsional sesuai dengan tingkatan peserta uji”, tambah Joko Sutrisno.

Joko Sutrisno menyampaikan, ujian praktik kejuruan, yang dilaksanakan sebelum ujian teori, rencananya akan dilaksanakan pada 15 Februari 2010. “Ujian praktik dilakukan secara individu, tidak ada lagi ujian grup, kalau dulu ada ujian proyek kelompok sekarang tidak lagi, supaya kita memang bisa memastikan bahwa anak ini bisa bekerja,” katanya.

Joko menyebutkan, untuk pembelian bahan ujian praktik akan didukung dari anggaran Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) sebanyak Rp 180.000,00 per siswa setelah ada tambahan pagu dari anggaran sebelumnya Rp 120.000,00. Dana ini disalurkan melalui mekanisme dekonsentrasi ke pemerintah daerah. Dia menambahkan, alokasi dana BOMM ini ditujukan untuk 3,2 juta siswa SMK dari total 3,6 juta siswa SMK. “Jadi nanti kita bagi secara proporsional, ” katanya.

Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.

Jadwal UN SMK Tahun Pelajara 2009/2010 mata pelajaran Bahasa Indonesia, UN Utama, Senin, 22 Maret 2010, UN Susulan, Senin, 29 Maret 2010; Bahasa Inggris, UN Utama, Selasa 23 Maret 2010, UN Susulan, Selasa, 30 Maret 2010.; Matematika, UN Utama, Rabu 24 Maret 2010, UN Susulan 31 Maret 2010; dan Teori Kejuruan, UN Utama, Kamis, 25 Maret 2010, UN Susulan, Kamis, 1 April 2010.

Jadwal UN Ulangan SMK mata pelajaran Bahasa Indonesia dilaksanakan pada Senin, 10 Mei 2010; mata pelajaran Bahasa Inggris, Selasa, 11 Mei 2010; mata pelajaran Matematika, Rabu, 12 Mei 2010; dan mata pelajaran Teori Kejuruan pada Jumat, 14 Mei 2010.

Sumber:

http://www.depdiknas.go.id

UN Tetap Dilaksanakan Tapi Dengan Catatan

Posted on Updated on

Jakarta, Kementerian Pendidikan Nasional dalam hal ini Menteri pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, beserta jajarannya menyelenggarakan Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI membahas penetapan akhir pelaksanaan Ujian Nasional 2010 dan keputusan anggaran Ujian Nasional (UN) di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/1) malam.

Dalam paparannya Mendiknas menyampaikan bahwa sebenarnya sudah dilakukan perbaikan-perbaikan sebagaimana amanat dari hasil peputusan di pengadilan yaitu: Yang pertama, tentang Peningkatan Kualitas Guru.”Ada beberapa hal yang sudah kami lakukan, angka-angka yang terkait dengan budget sudah ada disitu yaitu pemenuhan persyaratan guru sebagaimana diamanatkan oleh UU guru dan dosen yaitu minimal S1, kemudian Sertifikasi dan training-training yang telah dilakukan termasuk juga yang didalamnya terkait dengan peningkatan kesejahteraan jadi itu semua adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas guru”, terang Mendiknas.

Kedua yaitu mengenai Sarana dan Prasarana yang menyangkut renovasi maupun pembangunan ruang kelas baru, laboratorium, baik laboratorium bahasa, komputer dan lain-lain.

Ketiga yaitu upaya untuk perbaikan pelaksanaan UN itu mulai yang pertama adalah pembuatan soalnya sendiri. Kedua adalah penggandaan nantinya dengan memasukkan fungsi security yang lebih terjamin lagi. Ketiga adalah distribusi soalnya. Keempat adalah pelaksanaan pada hari H nya sendiri dengan melibatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai pemantau independen dan seterusnya.

“Dan yang tidak kalah penting adalah dua aktivitas setelah hari H nya itu sendiri yaitu evaluasinya sendiri dan tindak lanjut dari evaluasi itu. Kami¬† bersepakat di diknas bahwa evaluasi itu bukan hanya sekedar menentukan kelulusan dari si A atau si B nya tetapi untuk intervensi kebijakan berikutnya”, tambah Mendiknas.

Dalam Rapat kerja tersebut hadir delapan fraksi yang saling memberikan pandangan tentang pelaksanaan UN 2010. Dari delapan fraksi yang hadir, hanya Fraksi PDI Perjuangan dan PKS yang menyatakan menolak Ujian Nasional 2010 dilaksanakan.

“Komisi X menyepakati bahwa Ujian Nasional dapat dilaksanakan dengan catatan, ada dua fraksi yang menolak yaitu fraksi PDIP dan PKS serta pemerintah harus sungguh-sungguh melaksanakan perbaikan dalam upaya mengurangi kebocoran soal dan lain-lain”, kata pimpinan Panja, Rully Chairul Azwar dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas).

Fraksi Demokrat, Golkar, PKB, PPP, PAN dan Gerindra menyetujui bahwa UN dilaksanakan dengan berbagai catatan dan syarat-syarat bahwa perbaikan pelaksanaan dilakukan pada Maret 2010 dan berbagai usulan perbaikan pada pelaksanaan UN 2011.

Untuk itu, keenam fraksi masing-masing juga menyatakan agar tanda “bintang” pada anggaran UN segera dicabut atau diloloskan.

Sumber:

http://www.depdiknas.go.id/