Bahasa Inggris

Kapan belajar Bahasa Inggris?

Posted on

Banyak orang bersemangat tinggi untuk belajar bahasa Inggris. Namun kesibukannya atau kebingungannya untuk mengatur waktu/meluangkan waktu belajar bahasa Inggris masih menjadi penghalang. Saya yakin Anda semua sudah pernah belajar bahasa Inggris. Sejak SD sampai perguruan tinggi belajar bahasa Inggris. Bahkan, hal ini juga bisa menjadi penghalang Anda juga untuk belajar bahasa Inggris lebih baik, gengsi (kan sudah belajar bertahun-tahun).

Sesungguhnya kita dapat belajar bahasa Inggris dimana saja dan kapan saja. Untuk menambah semangat belajar Anda, Anda dapat menambahkan program kamus bahasa Inggris-bahasa Indonesia di komputer/laptop/netbook Anda. Sehingga, saat Anda menemui suatu kata yang sulit, Anda dapat langsung mencari terjemahan kata tersebut.

Yang jelas: 1) Anda harus memiliki motivasi untuk menguasai bahasa Inggris, 2) Anda segera mencari arti dari kata bahasa Inggris yang Anda temui. OK. itu saja dulu. Semoga bermanfaat.

Kenapa harus Belajar Bahasa Inggris?

Posted on

Hai semua,

Semoga teman-teman yang membaca blog ini dalam keadaan yang damai. Pada posting kali ini, saya hendak menulis. Tentu saja masih ada kaitannya dengan bahasa Inggris. Untuk awal yang perlu diketahui oleh semua pihak adalah alasan. Alasan apa Anda perlu/harus belajar bahasa Inggris.

Tidak dapat dipungkiri, hampir setiap hari kita berhadapan dengan bahasa Inggris. Anda tidak percaya? Coba perhatikan! Saya yakin Anda pernah makan mi instan. Bila Anda perhatikan di bagian belakang kemasan mi instan tersebut ada teks/petunjuk penyajian yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Apakah Anda masih tidak percaya? Coba perhatikan saat Anda membeli handphone. Tentunya, Anda akan mendapat buku petunjuk penggunaan handphone yang menggunakan bahasa Inggris. Kita akan selamat bila ada yang dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Yang lainnya, bila kita membeli obat petunjuk minum menggunakan full English.

Inilah salah satu alasan, mengapa kita perlu/harus belajar bahasa Inggris.

Alasan yang lain, adalah agar kita tidak tertipu dengan adanya dokumen yang penting yang disajikan dalam bahasa Inggris. Takutnya, jika kita ketemu teks dalam bahasa Inggris, kita jadi ill feel. Ini jangan sampai terjadi pada kita.

Kemudian, agar kita tidak ketinggalan dengan kemajuan teknologi. Karena banyak teknologi yang ditampilkan/hadir di tengah-tengah kita dalam bahasa Inggris.

Well, I hope this is useful for you all.

Jump the gun

Posted on

jump the gun

(bertindak sebelum waktunya)

Don’t jump the gun, we must collect enough evidence.

Jangan bertindak sebelum waktunya, kita harus mengumpulkan bukti yang cukup.

 

Sumber:

Simon T.H.S. 1989. Idiomatic Expressions Dictionary. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

 

Reading: Children’s Day a reminder of their rights

Posted on

Ayo jadikan teks di bawah ini sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan membaca kita dalam bahasa Inggris.

On July 23 many people across the nation observed National Children’s Day, a special day of the year when festivities are held to celebrate the happiness and creativity of Indonesian children. It also serves as a reminder that we still have so much to do to ensure their welfare and protection of their rights, including their right to education.

JP/Arief Suhardiman

National Education Minister Muhammad Nuh said recently that an estimated one-half million children did not finish their first six years of education last year. The ministry has reported that more than 750,000 Indonesian students dropped out of elementary or junior high schools between January and October 2010. Of that number, 241,110 quit before finishing the first nine years of schooling.

The same report said that 1.26 million students who finished the first nine years of compulsory education did not go on to high school, primarily due to financial reasons. As of December 2010, there were 31.05 million elementary school students and 12.69 million junior high school students in Indonesia.

Indonesian children also faced obstacles when it comes to getting legal assistance. The Indonesian Commission for Child Protection compiles data that shows more than 7,000 juveniles are serving time in prisons and detention facilities across the nation. Most of these children share their prison cells with adult prisoners.

Indonesia has yet to shape its justice system to deal with child offenders, and law enforcers often use a punitive approach toward child offenders.

A 2011 report funded by the Australian Aid program found that more than 85 percent of Indonesian children who are brought to court for crimes are sentenced to prison, mostly for petty theft. More than 60 percent of them receive sentences of more than one year.

“Child offenders should not be treated the same as adult criminals. The system needs to protect their well-being,” said Paul Robilliard, Australian Embassy’s Chargé d’Affaires, during a commemoration of National Children’s Day in Taman Menteng, Central Jakarta.

On that day, the Australian government pledged to support juvenile justice and child protection in Indonesia by providing AU$600,000 (US$ 644,953) this year in grants to organizations working to improve juvenile justice and child protection in the country.

The grants are provided to the Indonesian Legal Resource Centre (Mitra Pembaruan Pendidikan Hukum Indonesia), the Jakarta Legal Institute (LBH Jakarta), the Indonesian Legal Institute (YLBHI), the Children’s Legal Aid Institute of Aceh, the Semarang Legal Institute, and the Child Protection Agency of East Java.

 The UN Convention on the Rights of the Child, which Indonesia has ratified, guarantees that children accused of breaking the law have the right to legal help and fair treatment in the justice system.

 

Sumber:

http://www.thejakartapost.com/youthspeak/4/8/childrens-day-a-reminder-their-rights.html

A-Z Tes TOEFL Berbasis Internet

Posted on

KOMPAS.com – Perkembangan teknologi mendorong adanya perubahan di segala lini. Tak terkecuali dengan mekanisme tes kemampuan bahasa Inggris. Jika Anda memiliki rencana untuk studi ke luar negeri, di negara yang menggunakan pengantar pembelajaran dengan bahasa Inggris, model tes TOEFL yang satu ini perlu diketahui: Internet Based-Test TOEFL (IBT TOEFL).

IBT TOEFL mengukur kemampuan Anda untuk menggunakan dan mengerti bahasa Inggris di tingkat universitas. Adapun, ujiannya terdiri dari Listening (menyimak/mendengarkan), Reading (membaca), Speaking (berbicara), dan Writing (menulis). Komponen struktur dari format sebelumnya, saat ini sudah dihilangkan dan diganti dengan komponen Speaking (berbicara).

Penggantian ini tentunya akan menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia yang selama ini lebih terbiasa menggunakan Bahasa Inggris secara pasif untuk berkomunikasi. IBT TOEFL berbeda dengan Institutional Testing Program TOEFL (ITP TOEFL). IBT TOEFL tesnya menggunakan internet. Pendaftaran serta pembayaran pun menggunakan sistem online. Karena IBT TOEFL tergolong mahal, jangan pernah sia-siakan untuk mengikuti TOEFL jenis ini.

Berikut adalah beberapa tips untuk menghadapi IBT TOEFL:

Tes Membaca (Reading)
1. Sering-seringlah berlatih dengan membaca artikel dengan teks berbahasa Inggris.
2. Daripada membaca seluruh kata dan kalimat, belajarlah untuk mencari kata-kata penting (scanning dan skimming) untuk mencari tahu poin utama.
3. Pilih beberapa kata asing dalam bagian poin utama dan tebak maknanya.
4. Pilih semua kata ganti (him, her, they, them, dan lain-lain) dalam satu bagian untuk mengidentifikasi  kata benda yang mirip dengan kata ganti tersebut.
5. Identifikasi jenis soal, seperti sebab akibat, membandingkan dan komparasi, pengklasifikasian dan lain-lain.

Tes Mendengarkan (Listening)
1. Sering dengarkan siaran televisi atau radio untuk memperhatikan bagaimana pola intonasi ketika menyampaikan makna.
2. Ketika tes mendengarkan, perhatikan apa yang diperdengarkan oleh pembicara. Apakah nada atau intonasi ingin menyampaikan atau memberitahu sesuatu? Apakah tingkat intonasi menggunakan bahasa formal atau santai? Apakah suara pembicara tenang atau emosional?
3. Pikirkan apa yang pembicara harapkan. Apakah ia mau meminta maaf, mengeluh, membuat saran, marah atau lainnya.

Tes Berbicara (Speaking)
1. Berlatih dengan menggunakan buku yang mencakup pertanyaan tentang IBT TOEFL dari awal hingga akhir.
2. Berlatihlah dengan membaca sebuah artikel pendek lalu buatlah outline yang hanya mencakup poin-poin utama dari artikel
3. Ketika tes, jika mendengarkan soal mengenai suatu masalah berikanlah saran untuk masalah tersebut.
4. Kenali sikap pembicara melalui intonasi atau penekanan dan kata pilihan. Hal ini memudahkan anda memahami sudut pandang si pembicara dan mudah untuk memberikan tanggapan.

Tes Menulis (Writing)
1. Sebelum ujian, usahakan mempraktekan satu topik esai. Pastikan menghabiskan 30 menit untuk menuliskannya dan juga merevisi esai tersebut.
2. Ketika ujian, identifikasi satu ide utama dan beberapa poin utama untuk mendukung gagasan tersebut.
3. Mengembangkan esai dengan menggunakan penjelasan yang tepat dan detail.
4. Tingkatkan kosakata Anda dan belajar untuk menggunakannya secara tepat. Pelajari struktur gramatikal, konvensi ejaan, tanda baca dan tata letak.
5. Usahakan tulisan Anda terorganisir, menampilkan suatu kesatuan pemikiran dan koheren.
6. Gunakan kata-kata sinyal seperti “on one hand” atau “in conclusion” untuk membuat struktur yang jelas dalam respon yang Anda berikan.

Nah, yang terpenting adalah terus berusaha dan jangan menyerah jika nilai Anda masih rendah. Selamat mencoba!

Sumber:

http://edukasi.kompas.com/read/2011/08/01/11071596/AZ.Tes.TOEFL.Berbasis.Internet

Idiom: You don’t say so

Posted on

you don’t say so: apa yang Anda ucapkan itu sungguh mengagumkan.

A: What? We are going to have a baby?

Apa? Kami akan memiliki seorang anak?

B: You don’t say so!

Apa yang Anda ucapkan itu sungguh mengagumkan (menggembirakan)!

Idiom: You said it

Posted on

you said it: tepat sekali, sudah barang tentu, setuju.

Mimi: I am sorry. My husband has not come yet. Can I play the piano while waiting for him?

Shinta: You said it!

Mimi: Maaf, suami saya belum pulang, bagaimana kalau saya bermain piano sementara menunggu dia?

Shinta: Setuju!