Kurikulum 2013

Kembali ke KTSP, Belajar Lagi

Posted on

Awal Desember yang lalu, tepatnya tanggal 5 Desember 2014, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan telah menyampaikan bahwa Implementasi Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah baru mulai menerapkan pada tahun pelajaran 2014/2015 untuk diberhentikan sementara (moratorium). Mengingat masih banyak kekurangan fasilitas pendukung implementasi Kurikulum 2013 (kurtilas) ini di tiap-tiap sekolah, seperti: buku guru, buku siswa, belum semua guru mengikuti diklat kurikulum 2013, dan lain sebagainya.

Dengan diberhentikannya sementara implementasi kurikulum 2013, maka untuk sementara waktu tiap-tiap sekolah yang diminta untuk menghentikan implementasi kurtilas tadi untuk menggunakan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Dengan kata lain, guru harus mengingat kembali hal-ihwal terkait KTSP atau istilah kerennya ya guru harus belajar lagi.

Pantas memang bila implementasi kurtilas dimoratorium. Karena benar bahwa pendukung kurtilas belum sempurna. Terbukti beberapa sekolah belum menyerahkan laporan hasil kompetensi peserta didik (raport). Sesuai kalender pendidikan raport diserahkan kepada orang tua/wali pada tanggal 20 Desember 2014. Hingga hari ini, masih ada sekolah yang belum menyerahkan raport. Menurut informasi dari teman-teman di tempat saya mengajar di salah satu sekolah baru akan menyampaikan raport pada hari pertama semester genap.

Beban guru semakin berat saja. Guru dipusingkan dengan implementasi kurikulum yang belum sempurna. Kemudian harus diberhentikan. Kemudian harus belajar lagi tentang pembelajaran dengan KTSP. Dan lagi, menyelesaikan nilai raport yang kemarin belum diselesaikan. Lagi-lagi, harus menyiapkan materi pembelajaran di semester genap ini.

Berat memang tugas guru. Tapi semuanya harus di HHN (Hadapi, Hayati, dan Nikmati).

Guru semangat mengajar adalah teladan bagi siswa. Karena dengan teladan inilah siswa akan lebih cepat terbentuk karakternya. Sesuai dengan nilai PBKB yang dieluh-eluhkan pada KTSP.

OK. Selamat berkarya.

Surat Mendikbud tentang Pelaksanaan Kurikulum 2013

Posted on Updated on

Pelaksanaan Kurikulum 2013

Nomor : 179342/MPK/KR/2014 5 Desember 2014
Hal : Pelaksanaan Kurikulum 2013
Yth. Ibu / Bapak Kepala Sekolah
di
Seluruh Indonesia

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Semoga Ibu dan Bapak Kepala Sekolah dalam keadaan sehat walafiat, penuh semangat dan bahagia saat surat ini sampai. Puji dan syukur selalu kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat dan hidayahnya pada Ibu dan Bapak serta semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang telah menjadi pendorong kemajuan bangsa Indonesia lewat dunia pendidikan.

Melalui surat ini, saya ingin mengabarkan terlebih dahulu kepada Kepala Sekolah tentang Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pelaksanaan Kurikulum 2013, sebelum keputusan ini diumumkan kepada masyarakat melalui media massa.
Sebelum tiba pada keputusan ini, saya telah memberi tugas kepada Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 untuk membuat kajian mengenai penerapan Kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum tersebut ke depannya.

Harus diakui bahwa kita menghadapi masalah yang tidak sederhana karena Kurikulum 2013 ini diproses secara amat cepat dan bahkan sudah ditetapkan untuk dilaksanakan di seluruh tanah air sebelum kurikulum tersebut pernah dievaluasi secara lengkap dan menyeluruh.

Seperti kita ketahui, Kurikulum 2013 diterapkan di 6.221 sekolah sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan di semua sekolah di seluruh tanah air pada Tahun Pelajaran 2014/2015. Sementara itu, Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 baru dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014, yaitu tiga bulan sesudah Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Pada Pasal 2 ayat 2 dalam Peraturan Menteri nomor 159 Tahun 2014 itu menyebutkan bahwa Evaluasi Kurikulum bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai:
1. Kesesuaian antara Ide Kurikulum dan Desain Kurikulum;
2. Kesesuaian antara Desain Kurikulum dan Dokumen Kurikulum;
3. Kesesuaian antara Dokumen Kurikulum dan Implementasi Kurikulum; dan
4. Kesesuaian antara Ide Kurikulum, Hasil Kurikulum, dan Dampak Kurikulum.

Alangkah bijaksana bila evaluasi sebagaimana dicantumkan dalam pasal 2 ayat 2 dilakukan secara lengkap dan menyeluruh sebelum kurikulum baru ini diterapkan di seluruh sekolah. Konsekuensi dari penerapan menyeluruh sebelum evaluasi lengkap adalah bermunculannya masalah-masalah yang sesungguhnya bisa dihindari jika proses perubahan dilakukan secara lebih seksama dan tak terburu-buru.

Berbagai masalah konseptual yang dihadapi antara lain mulai dari soal ketidakselarasan antara ide dengan desain kurikulum hingga soal ketidakselarasan gagasan dengan isi buku teks. Sedangkan masalah teknis penerapan seperti berbeda-bedanya kesiapan sekolah dan guru, belum meratanya dan tuntasnya pelatihan guru dan kepala sekolah, serta penyediaan buku pun belum tertangani dengan baik. Anak-anak, guru dan orang tua pula yang akhirnya harus menghadapi konsekuensi atas ketergesa-gesaan penerapan sebuah kurikulum. Segala permasalahan itu memang ikut melandasi pengambilan keputusan terkait penerapan Kurikulum 2013
kedepan, namun yang menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini adalah kepentingan anak-anak kita.

Maka dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, saya memutuskan untuk:
1. Menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang baru menerapkan satu semester, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2014/2015. Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006. Bagi Ibu/Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, mohon persiapkan sekolah untuk kembali menggunakan Kurikulum 2006 mulai semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Harap diingat, bahwa berbagai konsep yang ditegaskan kembali di Kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi dalam Kurikulum 2006, semisal penilaian otentik, pembelajaran tematik terpadu, dll. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi guru-guru di sekolah untuk tidak mengembangkan metode pembelajaran di kelas. Kreatifitas dan keberanian guru untuk berinovasi dan keluar dari praktik-pratik lawas adalah kunci bagi pergerakan pendidikan Indonesia.

2. Tetap menerapkan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah yang telah tiga semester ini menerapkan, yaitu sejak Tahun Pelajaran 2013/2014 dan menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013. Pada saat Kurikulum 2013 telah diperbaiki dan dimatangkan lalu sekolah-sekolah ini (dan sekolah-sekolah lain yang ditetapkan oleh Pemerintah) dimulai proses penyebaran penerapan Kurikulum 2013 ke sekolah lain di sekitarnya. Bagi Ibu dan Bapak kepala sekolah yang sekolahnya termasuk kategori ini, harap bersiap untuk menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013. Kami akan bekerja sama dengan Ibu/Bapak untuk mematangkan Kurikulum 2013 sehingga siap diterapkan secara nasional dan disebarkan dari sekolah yang Ibu dan Bapak pimpin sekarang. Catatan tambahan untuk poin kedua ini adalah sekolah yang keberatan menjadi sekolah pengembangan dan percontohan Kurikulum 2013, dengan alasan ketidaksiapan dan demi kepentingan siswa, dapat mengajukan diri kepada Kemdikbud untuk dikecualikan.

3. Mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Pengembangan Kurikulum tidak ditangani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek. Kemdikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru kita di dalam kelas, serta mampu menjadikan proses belajar di sekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.

Kita semua menyadari bahwa kurikulum pendidikan nasional memang harus terus menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik. Perbaikan kurikulum ini mengacu pada satu tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan mutu ekosistem pendidikan Indonesia agar anak-anak kita sebagai manusia utama penentu masa depan negara dapat menjadi insan bangsa yang: (1) beriman dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab; (2) menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; dan (3) cakap dan kreatif dalam bekerja. Adalah tugas kita semua untuk bergandengan tangan memastikan tujuan ini dapat tercapai, demi anak-anak kita.

Pada akhirnya kunci untuk pengembangan kualitas pendidikan adalah pada guru. Kita tidak boleh memandang bahwa pergantian kurikulum secara otomatis akan meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimanapun juga di tangan gurulah proses peningkatan itu bisa terjadi dan di tangan Kepala Sekolah yang baik dapat terjadi peningkatan kualitas ekosistem pendidikan di sekolah yang baik pula. Peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan akan makin digalakkan sembari kurikulum ini diperbaiki dan dikembangkan.

Pada kesempatan ini pula, saya juga mengucapkan apreasiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi yang telah Ibu dan Bapak Kepala Sekolah berikan demi majunya pendidikan di negeri kita ini. Dibawah bimbingan Ibu dan Bapak-lah masa depan pendidikan, pembelajaran, dan pembudayaan anak-anak kita akan terus tumbuh dan berkembang. Semoga berkenan menyampaikan salam hangat dan hormat dari saya kepada semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang dipimpin oleh Ibu dan Bapak. Bangsa ini menitipkan tugas penting dan mulia pada ibu dan bapak sekalian untuk membuat masa depan lebih baik. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi kita semua dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kebudayaan nasional.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 5 Desember 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
Anies Baswedan

 

Berita di atas adalah salinan dari Facebook Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Mendikbud Anies Baswedan Hentikan Kurikulum 2013

Posted on Updated on

Mendikbud Hentikan Kurikulum 2013

Jakarta (05/12). Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Rasyid Baswedan memutuskan untuk menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 selanjutnya diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkannya.

“Proses penyempurnaan Kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan, serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan yang selama ini telah menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester terakhir,” kata Mendikbud Anies Baswedan di Kemdikbud Jakarta, Jumat (05/12).

Hadir mendampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Furqon, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Hamid Muhammad, dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud, Achmad Jazidie.

Mendikbud mengatakan, implementasi Kurikulum 2013 secara bertahap dan terbatas telah dilakukan pada Tahun Pelajaran 2013/2014 di 6.221 sekolah di 295 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Dia menyebutkan, sekolah tersebut terdiri atas 2.598 sekolah dasar, 1.437 sekolah menengah pertama, 1.165 sekolah menengah atas, dan 1.021 sekolah menengah kejuruan.

Menurut Mendikbud, hanya sekolah-sekolah inilah yang diwajibkan menjalankan kurikulum tersebut sebagai tempat untuk memperbaiki dan mengembangkan Kurikulum 2013 ini. “Bila ada yang merasa tidak siap silakan ajukan pengecualian, tetapi secara umum sudah siap,” katanya. Saat ini sudah 208 ribu sekolah yang menerapkan Kurikulum 2013.

Mendikbud mengatakan, sekolah percontohan ini kemudian akan dievaluasi. Setelah dievaluasi kemudian Kurikulum 2013 akan diterapkan secara bertahap. Tahapan penerapannya bukan berbasis kepada guru, tetapi kepada sekolah. “Laporannya (basisnya) adalah jumlah sekolah yang menjalankan dan bukan jumlah guru yang melakukan pelatihan,” katanya.

Menteri Anies menyampaikan selain sekolah tersebut, sekolah yang baru menerapkan satu semester Kurikulum 2013 akan tetap menggunakan Kurikulum 2006 sampai mereka benar-benar siap menerapkan Kurikulum 2013. “Sekolah-sekolah ini supaya kembali menggunakan Kurikulum 2006,” katanya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengambil keputusan ini berdasarkan fakta bahwa sebagian besar sekolah belum siap melaksanakan Kurikulum 2013 karena beberapa hal, antara lain masalah kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan Kepala Sekolah.

“Penghentian ini dilandasi antara lain karena masih ada masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, pendampingan guru dan pelatihan kepala sekolah yang belum merata. Pada saatnya sekolah-sekolah ini akan menerapkan Kurikulum 2013, bergantung pada kesiapan,” Anies Baswedan menjelaskan.

Menurut Anies, kurikulum pendidikan nasional memang harus terus-menerus dikaji sesuai dengan waktu dan konteks pendidikan di Indonesia untuk mendapat hasil terbaik bagi peserta didik.

“Perbaikan kurikulum ini demi kebaikan semua elemen dalam ekosistem pendidikan terutama peserta didik, anak-anak kita. Tidak ada niat untuk menjadikan salah satu elemen pendidikan menjadi percobaan apalagi siswa yang menjadi tiang utama masa depan Bangsa,” kata Anies Baswedan.

Menjawab pertanyaan wartawan, tentang digunakannya dua kurikulum secara bersama-sama yang bertentangan dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Mendikbud mengatakan, saat ini bukan penerapan untuk kurikulum, tetapi uji terhadap sebuah kurikulum baru. “Meskipun demikian, pada tahun 2006 Indonesia pernah menjalankan dua kurikulum secara bersamaan,” kata Mendikbud.

Mendikbud mengatakan Pusat Kurikulum dan Perbukuan akan bertugas mengembangkan kurikulum. “Unit Implementasi Kurikulum akan memonitor perkembangan implementasi Kurikulum 2013 di sekolah percontohan tadi,” kata Menteri Anies.

Mendikbud mengatakan, terkait dengan bahan ajar buku yang sudah dicetak dan pemerintah daerah yang sudah menandatangani kontrak, semua tetap berjalan seperti biasa. Buku-buku, kata dia, tetap dikirimkan ke sekolah. “Pencetakan tidak perlu dihentikan. Buku-buku disimpan dan pemanfaatannya ketika guru dan kepala sekolah siap. Jadi tidak ada perubahan,” ujarnya.

Mendikbud mengatakan, jika ada sekolah yang telah menerapkan Kurikulum 2013 selama satu semester dan merasa siap maka tidak dianjurkan menerapkannya. “Kurikulumnya perlu perbaikan. Saya tidak anjurkan. Lengkapkan buku-bukunya dan begitu siap baru dijalankan,” katanya.

Sementara, terkait pelatihan, Mendikbud menjelaskan, akan dilakukan ke arah peningkatan metodenya. “Pendekatannya ke sekolah bukan individu gurunya,” ujarnya.

Mendikbud mengingatkan, kepada pemda yang belum melakukan kontrak agar menundanya terlebih dahulu. (ASW)

Jakarta, 5 Desember 2014
Pusat Informasi dan Humas
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Berita di atas adalah salinan dari Facebook Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Protes atau Tawarkan Solusi

Posted on Updated on

BBM Naik lagi. Semula Rp. 6.500,- kini menjadi Rp. 8.500,-.

Seperti biasa, ada aksi demo menolak kenaikan BBM.

Sejauh yang saya tahu, selama ini belum pernah harga BBM tak jadi naik setelah ada demo.

Setelah harga BBM naik demo terjadi dimana-mana. Mereka menyatakan menolak kenaikan BBM.

Anehnya para pendemo masih menggunakan alat transportasi/kendaraan berbahan bakar bensin/solar (BBM).

Katanya pada saat demo mereka menolak (pernah melihat langsung bahkan beberapa kali).

Di lain tempat, di dunia pendidikan. Awal tahun pelajaran 2013/2014 Kurikulum 2013 sudah diterapkan/diimplementasikan di beberapa sekolah sebagai sekolah percontohan implementasi kurikulum.

Banyak yang mengeluhkan belum sempurnanya kurikulum ini.

Implementasinya terkesan dipaksakan.

Saat diterapkan di sekolah, masih terdapat guru yang belum mengetahui betul seluk beluk kurikulum 2013.

Akhir tahun pelajaran 2013/2014, hampir semua guru di masing-masing tingkat pendidikan mendapatkan diklat kurikulum 2013.

Ada beberapa komentar negatif yang pernah saya dengar tentang kurikulum ini:

  1. administrasi mengajar semakin banyak karena banyak poin-poin baru dalam kurikulum ini,
  2. guru akan semakin disibukkan dengan administrasi,
  3. guru sibuk dengan administrasi bisa jadi lupa metode pembelajaran yang menarik,

Itu komentar yang ingat.

Kemudian di perbincangan antar guru saat bertemu di berbagai kesempatan teman-teman guru berdoa semoga kurikulum 2013 dibatalkan. Dikembalikan ke KTSP lagi.

Dalam hati saya sedih pada teman guru ini, “Sebenarnya guru sudah memahami betul sistem di dalam kurikulum 2013 apa belum? Kok ngomong demikian.”

Saya membaca permendikbud tentang kurikulum 2013 dengan seksama.

Menurut saya, ini kurikulum yang bagus. Sangat bagus. Kenapa demikian?

Karena model pembelajarannya ditentukan. Proses pembelajarannya ilmiah. Ini bisa menjadikan generasi muda, siswa bisa berfikir kritis. Tidak hanya menunggu diberi lalu diolah/dipahami.

Kemudian penilaiannya lengkap, dari pengetahuan, sikap, hingga keterampilan.

Itu yang saya tahu.

Memang ada kekurangan di beberapa bagian, tapi menurut saya pakar pendidikan Indonesia sudah memahami ini dan pasti akan segera menyempurnakan.

Namun belum berjalan sepenuhnya di berbagai kesempatan banyak guru yang berharap di pemerintahan baru Presiden Jokowi kurikulum 2013 ini dihentikan dan dikembalikan  ke KTSP.

Menurut saya, teman-teman yang memberikan komentar negatif, usulan untuk diberhentikan kurikulum 2013 ini hanya buang-buang tenaga. Karena teman-teman hanya mengeluhkan tentang banyaknya administrasi mengajar di kurikulum 2013, buku siswa yang belum sempurna, dan lain-lain.

Lebih baik, teman-teman guru menawarkan solusi terbaik untuk pendidikan di Indonesia dengan tanpa memberhentikan implementasi kurikulum.

Dan benar saja, permendikbud yang mengatur kurikulum 2013 makin disempurnakan.

Ketika saya membaca permendikbud yang terbit bulan Juli dan Oktober 2014 ini sangat bagus. Rinci, jelas. Dan kita sebagai guru siap mengajar dengan baik. Bila teman-teman guru ingin membaca permendikbud tentang Kurikulum 2013 bisa mendownload di sini, DOWNLOAD.

Saran terakhir saya, tak perlu banyak protes. Apalagi protes secara berlebihan hingga berujung anarki, merusak fasilitas umum seperti yang diberitakan di berbagai media saat ada demo BBM. Lebih baik berikan solusi atas permasalahan yang sedang melanda negeri baik BBM yang naik ini serta implementasi kurikulum 2013 di dunia pendidikan Indonesia.

Silabus Mata Pelajaran Wajib Kelompok A dan B untuk SMK

Posted on Updated on

Teman-teman pendidik SMK/MAK yang kami hormati.

Beberapa hari yang lalu, kami, guru di SMK Tunas Bangsa Tawangsari tempat kami mengajar, mengadakan Workshop Kurikulum dengan mengangkat tema “Kami, Guru, SIAP Mengajar”. Workshop kurikulum ini dikemas dalam bentuk ceramah, simulasi, praktik, dan tugas. Terjadi banyak tanya jawab dan diskusi tentang implementasi kurikulum di SMK terutama pada penyusunan silabus dan RPP.

logo kur 2013

Salah satu peserta ternyata sudah memiliki silabus mata pelajaran wajib A dan B untuk SMK/MAK. Berikut ini kami lampirkan file-file yang kami peroleh dari seorang teman.

Pendahuluan Silabus SMK/MAK Kurikulum 2013

Silabus Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Kurikulum 2013

Silabus Matematika Kurikulum 2013

Silabus Mata Pelajaran Wajib A Kurikulum 2013

Silabus Mata Pelajaran Wajib B Kurikulum 2013

Semoga bermanfaat bagi semuanya. Jangan lupa dishare ke teman-teman pembaca ya!

Salam Edukasi.