motivasi

Pesan Sang Ayah

Posted on

#KisahMotivasi – Dahulu kala, ada dua orang kakak beradik. Sebelum meninggal, ayah mereka berpesan dua hal: 1) jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, 2) jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin. Ibunya masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.

Jawab anak yang bungsu:

Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagainya akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih.

Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, sang ibu pun bertanya hal yang sama.

Jawab anak sulung:

Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut.

Ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam.

Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih lama.

Dari kisah di atas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat ditanggapi dengan persepsi yang berbeda. Jika kita melihat dengan sikap positif, maka segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan yang membuat kita sukses. Tetapi, kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan karena rutinitas kita. Pilihan ada di tangan kita.

 

Sumber:

S, Rangkuti. 2011. Kisah Inspiratif untuk Semua Orang. Jakarta: JDGC BOOKS.

Advertisements

6 Tips Bersegera Tanpa Tergesa-gesa

Posted on

Orang sukses selalu meninggalkan jejak. Dan, jejak itu bisa ditiru oleh siapa saja. Salah satu jejak yang ditinggalkan oleh orang sukses adalah melakukan segala sesuatu sesegera mungkin. Saya yakin teman-teman yang sedang membaca tulisan ini sedang ingin meraih kesuksesan, kesuksesan dalam hidup.

Beberapa waktu yang lalu, saya membaca sebuah buku pengembangan diri yang sangat bagus. Dan ini adalah salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh sukses.

  1. Konsentrasi. Fokus dengan apa yang akan Anda kerjakan. Jangan mudah teralihkan oleh hal-hal lain yang hendak Anda kerjakan.
  2. Pahamilah bahwa menunda berarti menumpuk pekerjaan. Anda akan merasa mempunyai beban yang sangat besar ketika pekerjaan yang satu belum selesai, sudah datang pekerjaan lain.
  3. Berpikir optimis bahwa Anda yakin dapat menyelesaikannya karena salah satu penyebab penundaan pekerjaan adalah ketika kita merasa tak mampu untuk mengerjakannya. Berpikirlah bahwa Anda dapat melakukannya. Oleh karena itu, Anda dapat melakukannya.
  4. Hindari beralibi. Seperti mengkambinghitamkan kesehatan. “Aduh, kesehatanku sedang buruk”. Kesehatan “buruk”, dalam ribuan bentuk yang berbeda, digunakan sebagai alibi untuk kegagalan melakukan sesuatu yang ingin diperbuat atau mengkambinghitamkan kecerdasan seperti, “Mungkin pekerjaan ini tidak cocok untuk saya.” Hingga Anda seakan punya alasan kuat untuk menunda atau bahkan untuk mengerjakannya.
  5. Menuliskan deadline dan simpan di tempat yang memungkinkannya Anda sering melihatnya. Seperti di kamar, di ruang kerja, dalam buku agenda, atau melingkarinya dalam kalender. Ini akan membantu Anda untuk lebih memotivasi dan tidak menunda pekerjaan.
  6. Menentukan skala prioritas juga dapat membantu Anda untuk lebih optimal dan fokus terhadap pekerjaan.

 

Sumber:

Bianca, Ferren dan Ismal Muntaha. 2011. 10 Kebiasaan yang Menciptakan Kekayaan. Hifest Publishing: Jakarta Timur.

Memenangkan Sebuah Kompetensi

Posted on

Menjadi juara, pemenang, adalah dambaan setiap orang yang sedang mengikuti sebuah kompetisi. Setiap mereka yang berkompetensi memiliki satu cita-cita. Apa cita-citanya? Iya. Cuma satu, yaitu menang, menjadi pemenang.

juaraBanyak hal yang dilakukan oleh mereka yang akan mengikuti kompetisi agar nantinya menjadi PEMENANG. Menyiapkan mental, fisik, waktu, energi, perlengkapan, administrasi, dan biaya menjadi beberapa syarat untuk bisa mengikuti kompetisi.

Kenapa harus memenuhi syarat mengikuti kompetisi? Kita tidak bisa menjadi juara kalau kita tidak mengikuti kompetisi. Kita tidak bisa mengikuti kompetisi kalau syaratnya tidak terpenuhi.

Jadi, syarat pertama menjadi pemenang adalah memenuhi syarat mengikuti kompetisi.

Syarat pertama menyiapkan mental. Iya, mental untuk menang dan mental untuk bersaing. Sang juara WAJIB memilikinya.

Kedua adalah menyiapkan fisik. Apapun jenis kompetisinya, seseorang yang mengikuti kompetisi PASTI menyiapkan fisik untuk tetap sehat. Agar siap-siaga mengikuti kompetisi.

Menyiapkan waktu adalah syarat ketiga. Waktu untuk berlatih, waktu untuk beristirahat, waktu untuk bermain agar tidak tegang saat mengikuti kompetisi agar tidak stress. Tak jarang orang stress menghadapi kompetisi yang tidak disiapkan dengan baik.

Keempat adalah menyiapkan energi. Istirahat yang cukup, konsumsi yang berimbang dapat menyiapkan energi agar siap.

Kelima menyiapkan perlengkapan. Perlengkapan untuk berlatih harus ada dan siap. Perlengkapan untuk mengikuti kompetisi harus siap. Bila perlu lebih dari satu.

Dan keenam adalah memenuhi administrasi. Administrasi seperti biaya pendaftaran, tinggi minimal, usia, pendidikan, dan lain-lain.

Dan ketujuh, biaya. Kita membutuhkan biaya untuk berlatih. Kita membutuhkan biaya untuk mendaftar. Kita butuh biaya untuk perjalan ke tempat kompetisi.

Sudah siapkah kita memenangkan kompetisi?

Eiitttt…. Ada yang lupa sebagai makhluk ciptaan Tuhan kita tidak boleh lupa memohon kepada Tuhan. Mohon sama Allah agar diberi kemudahan, kelancaran. Tak lupa ijin dan mohon doa restu orang tua.

Ngomong-ngomong saya tadi menjelaskan panjang dan lebar. Lalu, apakah saat ini kita sedang berkompetisi? Iya, benar. Kita sedang berkompetisi. Kompetisi apa? Banyak. Kompetisi dengan hati, rasa malas, rasa ingin tahu, kecepatan, dan lain sebagainya.

Sejatinya setiap yang kita lakukan dalam hidup ini adalah sebuah kompetisi. Apabila kita sering memaknai hidup seperti ini kita akan memiliki berbagai macam kreatifitas untuk memenangkan kompetisi. Karena naluri orang yang mengikuti sebuah kompetisi adalah ingin menjadi yang terbaik, menjadi pemenang.

Nah, kalau sudah memaknai hidup adalah sebuah kompetisi, maka bisa dipastikan mempunyai daya juang yang tinggi disbanding dengan orang-orang yang tidak memaknai setiap hidup adalah kompetisi.

 

Jasa Ayah

Posted on Updated on

Bagi orang dewasa yang jauh dari orang tuanya, ia akan akan mudah kangen dengan ibunya. Bagaimana dengan ayah? Mungkin karena ibunya lebih sering telepon untuk menanyakan keadaanmu. Namun, tahukah kamu jika ayahmulah yang mengingatkan ibumu agar meneleponmu?

Semasa kecil, ibu lebih sering mendongeng. Namun, tahukah kamu bahwa ayahmu pulang pulang bekerja dengan wajah lelah dan tak lupa selalu menanyakan semua yang kamu lakukan kepada ibumu?

Saat kamu sakit batuk atau pilek, ayahmu kadang membentak, “Sudah dibilang jangan minum es.”
Namun, tahukah kamu bahwa bahwa ayah teramat mengkhawatirkan kesehatanmu ?

Ketika kamu mulai remaja, kamu mulai menuntut izin untuk keluar malam. Dengan tegas, ayahmu berkata, “Tidak boleh!”
Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga?

Saat kamu mulai bisa lebih dipercaya, ayah pun melonggarkan peraturannya. Kamu pun berani melanggar jam malamnya. Maka, satu-satunya yang dilakukan ayahmu adalah menunggu kepulanganmu di ruang tamu dengan perasaan sangat khawatir.

Ketika dewasa, kamu akan bekerja ke tempat yang sangat jauh. Namun, ayahmulah yang harus melepasmu. Ayah sangat menyayangimu, tetapi seorang ayah sulit mengungkapkan perasaannya dalam perbuatan dan perkataan seperti ibu.

Sampai ketika teman pasanganmu datang untuk minta izin mengambilmu dari ayah, ayah akan sangat berhati-hati dalam memberi izin.

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk di pelaminan bersama seorang yg dianggapnya pantas, ayah pun tersenyum bahagia. Apakah kamu tahu bahwa ayah pergi ke belakang dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Tak lupa ayah berdoa, “Semoga putra/i kecilku yang manis berbahagia bersama pasangannya”

Setelah itu, ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang menjenguk. Dengan rambut yang memutih dan badan yang tak lagi kuat utk menjagamu….

Ayah……
(Sebarkan jika kamu sayang ayahmu. Copas from Wahyudi Asmaramany)

Jangan Anggap Enteng Orang Lain!

Posted on

Berpikirlah tentang orang lain bahwa dia lebih tahu, lebih pintar, lebih menguasai, dan lebih segalanya daripada kita. Dengan begitu, kita bisa belajar banyak hal darinya ketika sedang berkomunikasi. Karena sikap ini akan memperbanyak untuk mendengarkan apa yang orang lain katakan, ceritakan, dan lain sebagainya.

Sebaliknya, jangan pernah berpikir tentang orang lain bahwa dia kurang tahu, kurang pintar, kurang menguasai, dan kurang segalanya daripada kita. Kalau kita beranggapan demikian, kita akan merasa sombong dan selalu ingin di atas, dianggap paling tahu, dianggap lebih pintar, dianggap lebih menguasai sesuai. Sehingga kita tidak dapat apa-apa dari komunikasi ini. Hanya merendahkan orang lain. Makanya, JAUHI sifat yang kedua ini. OK.

Alasan dan Tujuan Hidup?

Posted on Updated on

Hai Sahabat,

Saya beberapa hari yang lalu mendapat e-mail yang amat sangat hebat. Agar e-mail itu bermanfaat aku membaginya di sini. Sahabt baca saja. Saya yakin akan bermanfaat bagi sahabat semua.

Jadikan kekecewaan menjadi kekuatan. Bagi seorang pemenang, kekecewaan bisa memberikan inspirasi pada mereka untuk terus belajar dan mengambil tindakan dengan lebih baik lagi, sehingga bisa menjadi lebih kuat dan sukses – Tung Desem Waringin

Tujuan hidup di dunia bagi setiap orang berbeda. Ketika kita bertanya kepada kebanyakan orang, apakah mereka ingin kaya dan merdeka secara finansial? Mereka akan mengatakan “Ya”. Tetapi ketika mereka harus menghadapi kenyataan, jalan yang tampaknya terlalu panjang, terlalu banyak bukit untuk didaki, terlalu banyak kerikil, dan untuk itu akan banyak orang yang menyerah.

Supaya orang kuat menjalani jalan yang panjang, berbukit dan berkerikil, orang membutuhkan alasan dan tujuan yang kuat.

Sebagai contoh, Sir Edmund Hillary, pendaki Mount Everest yang pertama. Ketika Sir Edmund Hillary ditanya,”kenapa anda mendaki gunung everest dengan mempertaruhkan nyawa anda? Apakah jika ditanya seperti ini, Sir Edmund akan menjawab seperti ini,”Tidak tahu ya.., saya cuma jalan-jalan pagi dengan anjing saya, kemudian saya melihat ada gunung, kemudian naik keatas, dan kemudian saya turun, eh..ternyata semua orang mengatakan,”Oh..kamu hebat..kamu hebat.” Apakah seperti itu?

Sudah pasti bukan. Sir Edmund Hillary mempunyai alasan yang sangat kuat sedemikian sehingga tujuan sebagai orang pertama yang mampu mendaki mount everest menjadi obsesi. Ketika dia tidur dia bermimpi Mount Everest, ketika bangun dan membuka jendela dia lihat Mount Everest, ketika makan dia teringat Mount Everest, bahkan ketika ke toilet pun dia lihat Mount Everest.

Demikian juga Juara Olympiade Sprinter 100m Carl Lewis, ketika ditanya kenapa kamu juara? Apakah dia menjawab “Tidak tahu ya, saya lagi lari-lari, Eh.. tahu-tahu juara”

Pikirkan dan tulislah alasan-alasan anda untuk menjadi sukses.
Apakah alasan anda sangat kuat?

Tung Desem Waringin
p.s. Anda ingin kaya dengan menulis dan menjual buku berisikan
keahlian Anda? klik http://www.tdwclub.com/bb/


TDWClub
Email : support[at]tdwclub.com
Call : 021 – 5421 7677 / 5422 0505
SMS : 0813 8855 1700

Social Media :
http://www.facebook.com/tdwclub
http://www.twitter.com/tdwclub

Penghargaan

Posted on Updated on

Selamat pagi sahabat,

Saya baru saja membaca sebuah buku yang amat dahsyat. Saya ingin membaginya kepada sahabat semua. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi sahabat semua.

Biasakan untuk memberitahu orang terima kasih. Untuk mengungkapkan penghargaan Anda, dengan tulus dan tanpa harapan imbalan apapun, dan Anda akan segera menemukan banyak orang lain di sekitar Anda. Benar-benar menghargai hidup, dan Anda akan menemukan bahwa Anda memiliki lebih dari itu.

(Ralph Marston)