UN

Ujian Nasional SMK Hari Terakhir

Posted on Updated on

Hari ini, Rabu, adalah hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMK. Mata Pelajaran yang diujikan adalah Matematika. Waktu yang disediakan adalah 120 menit. Sama dengan waktu yang disediakan untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dimana telah dilaksanakan secara berurutan di hari Senin dan Selasa kemarin.

Harapannya, UN Tahun 2012 ini tidak menjadi momok, hal yang menakutkan, bagi semua kalangan, seperti siswa sendiri, guru, dan orang tua sehingga mereka menghalalkan segala cara untuk dapat lulus UN. Semoga mereka menyadari dan memahami arti pelaksanaan UN adalah menjadikan siswa berprestasi dan jujur. Seperti semboyan UN Tahun 2012 ini. Yaitu: Prestasi YES Jujur Harus.

Advertisements

Ujian Nasional 2012 Siap Digelar

Posted on

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012.

Menteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. “Sekarang masalahnya adalah bagaimana melaksanakan UN dengan baik,” ujarnya dalam jumpa pers, di Gedung Kemdikbud, Rabu (30/11). Turut mendampingi Mendikbud adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi.

Ia menuturkan,  ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel. Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang, bahkan hilang.  Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.

Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya.  Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,” katanya. Dan, keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. “Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya,” kata Menteri Nuh.

Menteri Nuh menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa dipenuhi, maka ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua, informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).

Menteri Nuh juga menegaskan, bahwa ujian nasional bukanlah penentu kelulusan.  Kelulusan ditentukan satuan pendidikan. Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.

UN SMA/MA/SMK sederajat:

16-19 April 2012

UN susulan:

23-26 April 2012

UN SMP/MTs sederajat:

23-26 April 2012

UN susulan:

30 April – 4 Mei 2012

UN SD/MI/SDLB:

7-9 Mei 2012

UN susulan:

14-16 Mei 2012

Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012.

Hasil UN tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012.

Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.

Sumber:

http://kemdiknas.go.id/kemdiknas/berita/138

Tiga Hal Penyebab Ketidaklulusan UN

Posted on

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menetapkan tiga faktor utama yang dimungkinkan menjadi penyebab tingginya angka ketidaklulusan pada pelaksanaan ujian nasional tahun ini di hampir seluruh wilayah Indonesia.

  1. Semakin seriusnya obyektivitas UN dengan keterlibatan PTN. Artinya, inilah konsekuensinya agar UN menjadi lebih kredibel sebagai salah satu syarat masuk PTN yang kita cita-citakan bersama selama ini” .
  2. Kemungkinan terlambatnya faktor sosialisasi UN yang dimulai dari provinsi, kemudian ke kabupaten, lalu ke sekolah-sekolah.
  3. Kualifikasi atau kompetensi guru yang kemungkinan besar belum memenuhi persyaratan.

BSNP akan melihat langsung ke daerah-daerah yang banyak mengalami persoalan ketidaklulusan yang tinggi. Hasil penelusuran itu akan direkomendasikan ke Kementerian Pendidikan Nasional untuk dicarikan pemecahannya.

Selain itu, berdasarkan evaluasi itu pula BSNP akan melihat sekolah-sekolah yang bisa mencetak prestasi angka kelulusan hingga 100 persen.

Sumber: http://www.edukasi.kompas.com

12 SMK di Bogor Tidak Menggelar UN

Posted on Updated on

Sebanyak 12 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Bogor tidak bisa menyelenggarakan Ujian Nasional (UN), karena sekolah-sekolah tersebut belum diakreditasi.

Demikian dikatakan Edy Suheri, Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Disdikpora Kota Bogor, Rabu (17/2/2010). “Dari 67 SMK, hanya 55 SMK yang diperkenankan menyelenggarakan UN, lainnya harus menginduk ke sekolah swasta yang telah diakreditasi atau sekolah negeri,” ujar Edy.

Lebih lanjut Edy menjelaskan, 12 SMK itu akan menginduk ke SMK negeri yang telah ditunjuk sebagai sekolah induk atau sekolah swasta terakreditasi. “Jadi, nanti siswa sekolah tersebut akan menumpang UN di sekolah induk tempat mereka melaksanakan UN,” katanya.

Kondisi itu, menurut Edy, tidak mengganggu pelaksanaan UN, karena pada dasarnya sekolah-sekolah swasta yang belum mengantongi akreditasi harus menginduk ke sekolah yang statusnya telah diakui. Selain itu, persiapan pelaksanaan UN untuk tingkat SMK di Kota Bogor telah rampung 80 persen.

“Persiapan UN sudah 80 persen rampung, dalam waktu dekat kita akan melaksanakan ujicoba untuk seluruh SMK di Kota Bogor,” ujarnya.

Ujicoba tersebut rencananya dilakukan selama tiga hari sejak Senin (22/2/2010) selama tiga hari. Edy menambahkan, pihaknya juga telah melakukan verifikasi terhadap sekolah negeri untuk memastikan kesiapan pihak sekolah menghadapi UN.

Sumber:

http://www.kompas.com