sertifikasi

Sepuluh Sifat Guru yang Tidak Disukai

Posted on Updated on

Sepuluh Sifat Guru yang Tidak Disukai

  1. Sering marah, mahal senyum, sering mencela.
  2. Tidak jelas dalam menerangkan, tak membuat persiapan.
  3. Pilih kasih.
  4. Tinggi hati, tidak mengenal murid.
  5. Tidak toleran, kasar, tidak karuan, sering emosi.
  6. Tidak adil menilai.
  7. Tidak menjaga perasaan anak, membentak di depan teman-temannya.
  8. Tidak menaruh perhatian pada murid.
  9. Banyak pekerjan rumah yang tidak pantas.
  10. Tidak dapat mengontrol kelas, tidak menimbulkan rasa hormat untuk dirinya.

Sifat-sifat guru seperti berpakaian indah, mahal dan menarik mempunyai suara merdu, wajah cakep/cantik kurang dihiraukan oleh murid-murid.

Sumber:

Alma, Buchari, dkk. 2009. GURU PROFESIONAL: Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Hal. 150-151. Bandung: Alfabeta.

Advertisements

Sepuluh Sifat Guru yang Disukai

Posted on Updated on

Sepuluh Sifat Guru yang Disukai

  1. Menerangkan dengan jelas dengan memakai contoh-contoh.
  2. Riang, gembira, dan humor.
  3. Sikap bersahabat.
  4. Ada perhatian dan memahami murid.
  5. Membangkitkan keinginan bekerja murid.
  6. Tegas, menguasai kelas, ada rasa hormat murid.
  7. Tidak pilih kasih.
  8. Tidak suka ngomel, mencela, menyindir.
  9. Betul-betul mengajarkan yang berharga bagi murid.
  10. Mempunyai pribadi yang menyenangkan.

Sumber:

Alma, Buchari, dkk. 2009. GURU PROFESIONAL: Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Hal. 150-151. Bandung: Alfabeta.

Sepuluh Ciri Guru yang Baik

Posted on Updated on

Sepuluh Ciri Guru yang Baik

  1. Guru yang baik memahami dan menghormati murid.
  2. Memahami bahan pelajaran yang diberikannya.
  3. Memilih metode yang sesuai.
  4. Menyesuaikan bahan pelajaran dengan kesanggupan murid.
  5. Mengaktif murid dalam hal belajar.
  6. Memberikan pengertian, bukan verbal.
  7. Menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan murid.
  8. Memiliki tujuan tertentu dari setiap pelajaran.
  9. Tidak terikat dengan satu buku teks.
  10. Tidak menyampaikan pengetahuan saja tapi berusaha membentuk kepribadian anak.

Sumber:

Alma, Buchari, dkk. 2009. GURU PROFESIONAL: Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Hal. 150-151. Bandung: Alfabeta.